BIARKAN ANAK BEBAS BEREKSPLORASI BERSAMA MITU BABY ANTISEPTIC

Sebagai orangtua pasti kita menginginkan tumbuh kembang anak sesuai pada tahap perkembangannya. Untuk itu sejak Arsyad lahir saya selalu mencoba menstimulasinya. Saat memasuki usia 2 tahun ia mulai sering bereksplorasi dengan hal-hal yang kotor. Saya mengajaknya bermain slime, pasir kinetik, memegang crayon. Respon awalnya gimana? aanak ini persis ayahnya, tidak suka kalau kotor dan jijik-an. Kalau lantai kotor sisa pasir bermain atau ada sisa makanan saja dia bisa protes, "bun,kotor bun.."

Tapi usaha saya tidak berhenti untuk terus melatih motoriknya, saya terus memberikan stimulus dengan kegiatan tersebut. Lama-kelamaan dia mulai terbiasa dan asyik sekali bermain slime atau pasir kinetik yang ia bentuk menjadi segala rupa. Aktifitas bermain yang kami lakukan-pun sangat menyenangkan dan jadi salah satu bonding time tersendiri. Kalau weekend tiba, saya dan suamipun sering mengajaknya jalan-jalan ke taman terbuka, playground, atau bermain pasir di pantai.

Saya percaya kalau kita tidak memberikan kesempatan bereksplorasi untuk anak itu artinya kita tidak memberikan pengalaman ke anak. Eksplorasi itu bertujuan untuk melatih kemandirian anak, menstimulasi motorik anak agar berkembang dengan baik. Jadi aspek penting dalam tumbuh kembang anak selain nutrisi yaitu eksplorasi.

Awalnya saya seperti ibu-ibu yang lain, sempat khawatir dengan anak bermain kotor-kotoran. Kekhawatiran terhadap kotor, infeksi, bakteri, dan sebagainya justru membuat saya akan membatasi ruang gerak bermain Arsyad. Kalau sudah begitu ujung-ujungnya memilih gadget untuk bermain, padahal yaa kita ketahui sendiri gadget justru membuat anak terbatas ruang geraknya.

Lalu bagaimana caranya agar anak bebas bereksplorasi tanpa rasa khawatir?

Kekhawatiran akan infeksi, virus, kuman ketika anak bereksplorasi menurut saya sangat wajar, karena bakteri atau kuman bisa berada dimana-mana bahkan di tempat yang kita rasa sudah bersih sekalipun. Namun sebagai orangtua kita tetap perlu menggali informasi bagaimana anak bebas bereksplorasi tanpa rasa khawatir, Caranya misalnya dengan memperhatikan daya tahan tubuh anak, saya seringkali mengajak Arsyad bermain di playground, namun ketika saya tahu daya tahan tubuhnya sedang menurun terkena batuk, flu biasanya saya tidak membawanya bermain ke playground. Cukup dengan bermain di teras rumah saja. Seperti yang kita ketahui playground tempat umum itu kuman, bakteri, virus bisa ada dimana saja dan kondisi anak yang satu dan yang lainnya belum tentu dalam keadaan fit.


Kemarin saat menghadiri blogger gathering MITU ANTISEPTIC WIPES 9 Mei 2018 di D'Lab, saya mendapatkan informasi terbaru yaitu mengenai angka kematian balita 26 per 1000 kelahiran dan umumnya disebabkan oleh infeksi. Dr. Herbowo Agung Soetomenggolo, SpA(K) juga menjelaskan bahwa infeksi tersebut berasal dari kuman. Kuman tersebut berasal dari bakteri, virus, jamur, dan parasit.
Dr. Herbowo & Mba Sari Purba dari Godrej IIndoonesia

Bakteri, virus, jamur, dan parasit tersebut membawa penyakit seperti pneumonia, diare, demam berdarah dengue, campak, TBC, malaria. Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor yaitu :

  • Sistem imun anak belum berkembang secara sempurna
  • Kulit anak lebih tipis sehingga mudah rusak
  • Anak belum mandiri sehingga kebersihannya tergantung pada orang lain
Dimanakah sarang kuman tersebut berada? sarang kuman terbanyak terdapat pada stroller dan mainan anak. Perhatikan area lingkungan anak ketika bereksplorasi, walaupun kelihatannya bersih namun kuman tersebut tetap berada di sekitar anak kita.



Lalu bagaimana kuman menyebar?

  • Melalui udara seperti ketika bersin atau batuk
  • kontak secara langsung area yang terinfeksi
  • kontak tidak langsung dengan bersentuhan benda-benda yang terpapar kuman
Bagaimana cara mencegah kuman?
Selain memberikan asupan nutrisi yang sehat, kita dapat mencegah penyebaran kuman dengan 
  • Mengajarkan anak untuk menutup mulut saat bersin atau batuk
  • Menggunakan poduk dengan kandungan antiseptik
  • Mencuci tangan
  • Mengajarkan anak agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut setelah menyentuh barang di tempoat umum
  • Membersihkan benda di area umum
Saya selalu terbiasa membawa tisu basah bayi antiseptik sampai saat ini Arsyad memasuki usia toddler, dengan membawa tisu basah bayi antiseptik bisa menjadi salah satu cara pencegahan penyebaran kuman. Salah satu produk yang saya gunakan MITU baby wipes. Dari Arsyad bayi sampai sekarang berusia 3 tahun, saya masih setia menggunakan produk tersebut.

Kekhawatiran anak bermain kotor-kotoran bisa saya minimalisir. Menurut mba Sabrina Purba, selaku perwakilan Godrej Indonesia memaparkan bahwa varian terbaru MITU baby wipes ini mempunyai keunggulan tersendiri dengan 3in1 fungsi. Mengandung tea tree oil, mempunyai permukaan khusus (embossed wipes), dan moisturizer.


Sebelum atau sesudah anak bereksplorasi orangtua bisa menggunakan Mitu Baby Antiseptic untuk menjaga dari kuman dengan membersihkan tangan, kaki, mainan dan barang-barang yang ada di sekitar si kecil.

Sebagai Ibu kita dapat meminimalisir kekhawatiran dan memberikan anak kebebasan bereksplorasi baik di dalam rumah mauun di area terbuka. Anak akan aktif bergerak, tumbuh kreatif, dan melatih respon imun tubuh. So mam wipes away germs and worries berkat MITU Baby Antiseptic!


terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
29 comments on "BIARKAN ANAK BEBAS BEREKSPLORASI BERSAMA MITU BABY ANTISEPTIC"
  1. Aku setuju, daripada melarang, anak jadi penasaran, lebih baik bebaskan ya, yg penting tetap jaga kesehatan, apalagi skrg ada Mitu Wipes mah aman dan praktis

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba..penting banget anak tetap terus bereksplorasi. Kalau apa-apa dilarang yg ada anak jadi gak kreatif

      Delete
  2. no worries lagi deh ya, selain praktis bermanfaat buat melindungi anak dari kuman. Anak2 pun suka aromanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dari jaman aku gadis selalu sedia MITU di tas, pas punya anak kebiasaan ini terus dibawa deh apalagi buat lap2 mainan dia

      Delete
  3. Mitu baby wipes ini salah satu barang yang paling cepat habis di rumahku :D Anak-anak bersihin mainan pun pakai Mitu. Tapi gak apa-apalah, malah jadi gampang ngajarin mereka tentang kebersihan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mba Sari, anak otomatis ngikutin apa yg orangtuanya lakukan. Arsdyadpun jadi kebiasaan minta tisu basah kalau habis main

      Delete
  4. Anak2 rentan banget ya mba terkena kuman. Jadi tugas kita banget nih para orang tua memastikan si kecil aman agar bebas bereksplorasi.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Ira..iyaps betul anak-anak rentan kuman tapi kalau apa-apa dilarang yang ada anak jadi gak kresatif

      Delete
  5. Sama nih dengan sid. Dia heboh hanya karena setetes air yaya jatuh. Ibuuu cepat ambil tisu! Lha kok malah aku yang disuruh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhahahahaha siid lucuu, kalau Arsyad gak betah kakinya kotor

      Delete
  6. Ambil mitu ambil mitu mitu lago mitu lagi.. jingle itu sudah tertanam dalam otak siapapun. Karena mitu brand tisu basah pertama di indonesia. Apalagi skrg ada yg anti septic jadi makin aman deh amak2 dr kuman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba ade. Dari jaman gadis euy udah kenalan sama MITU

      Delete
  7. tisu basah yang sekarang paling aku suka akrena emboss jadi lebih mudah membersihkan si kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yaa materinya embossed gitu mba

      Delete
  8. bebaskaannnn. biar anak jadi tahu dan belajar banyak hal juga melatih rasa penasarannya ya kan. urusan kotor, klo nggak ketemu air serahkan pada MITU sajahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mba Ayu, bebaaaskeeeun aja. Biar anak lebih kreatif dan daya tahan tubuhnya bagus

      Delete
  9. aku pun begitu, awalnya selalu takut saat si kecil bermain di luar rumah, apalagi suka ada yang share berita anak2 yang mendadak sakit karena virus, duh ngeri... untung ada mitu baby antiseptic ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pakai MITU antiseptik meminimalisir kekhawatiran kita sebagai ibu yaa

      Delete
  10. Memang menjadi hak anak-anak ya mbak untuk bebas bereksplorasi di luar dan di dalam rumah,asalkan tetap pantauan orang tua. Tapi kita juga harus hati-hati terhadap bakteri yang ada dimana-mana. Pakai tisu antiseptik minimal, sudah membantu mencegah bakteri menganggu aktivitas Si Kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Lia, tugas kita orangtua untuk jaga kebersihan anak biar bebas dari kuman

      Delete
  11. Suka sama mitu antiseptik ini, praktis dibawa kemana-mana menemani anak saat eksplorasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba praktis banget buat dibawa kemana-mana

      Delete
  12. Anak emang senengnya main di luar, main tanah, berantakan, emaknya harus pinter-pinter jaga kebersihan dan melindungi anak dari kuman ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba..tapi aktivitas di luar ternyata banyak banget manfaatnya ya untuk tumbuh kembang si kecil dan daya tahan tubuhnya dia juga

      Delete
  13. Emang tissue mitu antiseptic ini meminimalisir kekhawatiran kita smaa anak yang suka pegang sana sini dan bereksplorasi ya mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, apalagi emak-emak OCD macam aku. hehehehe

      Delete
  14. anak anak memang rentan terpapar kuman ya mbak. Lewat mainan dan benda benda di sekitarnya. Saya juga kemana mana siap tisu basah antisipasi tangan kotor.

    ReplyDelete
  15. Betul. Jangan sampai takut anak tidak bisa bereksplorasi. Yang penting sering dibersihkan saja tangannya.

    ReplyDelete
  16. Aku selalu sedia mitu di tas.. udah gak bisa pindah ke lain hati hihi

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature