JANGAN MAU TERJEBAK DALAM "MIDDLE INCOME TRAP", YUK ATUR UANGMU!


Kamu ikut antrian bazar Nike murah di Grand Indonesia?

Suka manfaatin Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) buat belanja?

Beli kopi Starbucks kalau lagi ada promo?

Traveling kalau ada tiket promo?

Yak selamat kita senasib. Loh kok bangga?! Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa kita terjebak dalam jiwa BPJS alias budget pas-pasan jiwa sosialita.  Demi feeds instagram kita rela bolak-balik ke mall untuk mendapatkan baju Zara keluaran terbaru. Salah? Tidak sih kalau pengaturan keuangannya benar alias tidak menyusahkan diri sendiri alias berhutang.

Banyak juga dari kita yang terlalu memikirkan “APA KATA ORANG NANTI!” ketimbang mendengarkan kebutuhan dan keuangan diri sendiri. Ketika penghasilan bertambah, kita sudah tergiur membeli gadget keluaran terbaru. Bonus tahunan bertambah kita pakai untuk DP mobil keluaran terbaru tanpa kita memikirkan jangka panjang kedepan apakah kondisi keuangan kita akan stabil untuk membayar cicilannya.

“Jangan mau kejebak di middle income trap”

Ketika Mas Aakar Abyasa Fidzuno, seorang CEO/Founder of Jouska Financial di Indonesia melontarkan kalimat tersebut saya tertawa alias menertawakan diri sendiri. Apa sih sebenarnya middle income trap ini? Orang-orang kelas menengah merupakan masyarakat yang paling percaya diri. Mereka merasa bahwa hidupnya sudah nyaman, optimis bahwa penghasilannya sudah stabil, bisa membeli barang-barang penunjang gaya hidup keluaran terbaru, lalu terjebak dalam kondisi stagnan alias jalan di tempat. Tidak susah tapi juga tidak maju. Perputaran rodanya stuck disitu saja dan susah untuk mencapai kondisi “wealthy”.

Aakar Abyasa Fidzuno,CEO/Founder of Jouska Financial

Contohnya saja ketika seseorang berpenghasilan 8juta perbulan, dalam setahun ia mendapatkan kenaikan jabatan dan berpenghasilan 10juta. Lalu ia berpikir untuk mengupgrade kendaraan pribadinya dengan cara mencicil, lalu membeli rumah dengan cara mencicil, dan menaikkan gaya hidupnya. Maka ia masuk kedalam jebakan kelas menengah. Perputaran hidupnya habis untuk membayar cicilan. Ia tidak berpikir untuk investasi, asuransi, dan memiliki dana darurat.

Pada akhirnya terlilit hutang, aset disita, aset digadaikan, tiap bulan hanya dihabiskan untuk membayar hutang atau cicilan. Akhirnya terpuruk karena mereka tidak memikirkan jangka panjang mengenai inflasi atau krisis akibatnya kemampuan ekonominya bisa menjadi kelas bawah.

Mendengarkan paparan dari mas Aakar menyadarkan saya bahwa ya saya-pun terjebak dalam “middle income trap”. Ditambah lagi dengan kondisi saya dirumahkan dan sudah tidak berpenghasilan lagi, mau tak mau sumber penghasilannya hanya satu yaitu dari suami, sedangkan saya sudah tidak bisa lagi membantu perputaran roda ekonomi keluarga. Huuuuuft sedih!


Belajar dari materi acara Sabtu, 9 September 2017 “Smart Mom, Protect Your Family’s Smile” bersama Sinarmas MSIG Life, saya disadarkan untuk segera bangkit dan semangat kembali memeriksa kondisi keuangan keluarga kecil saya.



YUK ATUR UANGMU MUMPUNG MASIH MUDA!


Ketika sudah menyadari bahwa kita masuk kedalam “middle income trap” mau tak mau kita harus berhenti sejenak dan memeriksa pola pengaturan keuangan kita. Kalau kata mas Aakar  “Money is more taboo than sex" ada benarnya juga, kadang kita masih suka kurang terbuka sama pasangan masalah iini, di awal pernikahan sayapun masih kurang terbuka dalam hal belanja skin care atau make up dari hasil gaji saya.  :p *pengakuan dosa

BERHENTI SEJENAK DAN MENDATA ULANG KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KELUARGA

Sudah sadar bahwa perputaran roda ekonomi keluarga kita stagnan atau jalan di tempat, saatnya kita memeriksa kembali kondisi keuangan keluarga kita. Dengan apa? Buat laporan keuangan yang terdiri dari cashflow dan laporan aset. Dari situ kita data satu persatu mana yang seharusnya kita perbaiki dan nominal investasinya kita tambah. Lakukan financial check up secara berkala. Saya mencoba mendisiplinkan diri untuk mencatat semua pengeluaran sekecil apapun termasuk biaya parkir dan tips driver ojek online.




Infografis by ayu anggarini // materi acara "Smart mom, protect your family's smile"


Periksa aset yang kita punya, termasuk surat-surat didalamnya. Jangan sampai ketika memiliki aset properti berupa rumah sertifikatnya masih girik.

TENTUKAN TUJUAN DAN KENALI RISK PROFILE

Banyak yang salah kaprah dalam hal ini, umumnya oang-orang menentukan tujuannya baru melakukan financial check up dan memikirkan resikonya. Padahal yang harus dilakukan paling pertama ketika kita terjebak dalam middle income trap ini adalah financial check up. Setelah kita melakukan pendataan ulang kondisi keuangan kita, baru kita mulai tetapkan tujuan. Dalam hal ini tujuan saya suami sih gak neko-neko, kami ingin hari tua kami tidak merepotkan anak, dana pendidikan Arsyad bisa kami penuhi, dan punya rumah sederhana yang bisa kami tempati. *looh banyak yaa maunya :p

Pilih investasi yang sesuai dengan tujuan kita, misalnya untuk dana pendidikan saya dan suami mempunyai reksadana pendidikan, tabungan berjangka, dan asuransi pendidikan. Dengan tiga tools tadi, kami berharap dana pendidikan untuk Arsyad dapat terpenuhi dengan baik. Jangan lupa untuk mempelajari dan mempertimbangkan risiko investasi kita.

Kalau kita mau berinvestasi di reksadana umumnya kita akan disuguhkan dengan beberapa pertanyaan sejauh mana profil risiko kita sebagai investor, kalau saya sih termasuk yang konservatif. hehehe

KALAU GAJI NAIK HARUS BAGAIMANA?

Jika pendapatan kita naik, jangan berbesar hati dulu kalau kita bisa foya-foya seenaknya. Ketika gaji atau penghasilan meningkat yang harus dilakukan pertama kali adalah tingkatkan aset atau investasi. Bukan membeli barang branded keluaran terbaru yang menjadi prioritas. Apa saja yang harus ditingkatkan ketika pendapatan kita naik?



Karena suami saya bekerja di sektor swasta tujuan utama saya dan suami adalah “saat tua tidak mau nmenjadi beban anak atau merepotkan anak-anak” maka tujuan skala prioritas kami ada di memiliki dana pensiun, selain itu karena kondisi saat ini suami saya yang bekerja penting banget suami untuk memiliki asuransi jiwa, lalu dana pendidikan anak, dana darurat, investasi, dan properti.

PENTING GAK PUNYA ASURANSI?

Kalau menurut saya sih PENTING BANGET. Yang perlu kita ingat adalah musibah datangnya tak pernah terduga, biaya kesehatan tiap tahun mengalami kenaikan, dan mati itu pasti. Untuk itu penting sekali memiliki asuransi jiwa dan kesehatan.

Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari asuransi diantaranya saya dan keluarga punya proteksi diri terutama untuk suami saya yang produktif bekerja. Yang namanya umur itu kuasanya Allah kita gak tahu kan hidup kita sampai dititik umur berapa, untuk itu perlu banget yang namanya asuransi jiwa buat suami.  Agar ketika nanti keluarga ditinggalkan, keluarga punya pegangan dana yang cukup untuk melanjutkan dana pendidikan anak, melunasi hutang suami, dan keperluan lainnya.
Asuransi kesehatan juga punya manfaat untuk menjaga kestabilan kondisi keuangan keluarga agar tetap sehat jika ada yang sakit. Saat ini memang sih kami sekeluarga masih tercover dari asuransi kesehatan kantor suami, tapi di 2018 kami sekeluarga mau mendiskusikan agar nantinya kami punya double cover untuk masalah kesehatan ini.

Asuransi bisa menjadi tools investasi kita untuk mewujudkan keuangan keluarga yang sehat. Salah satu perusahaan asuransi yang kompeten dan kredibel adalah Sinarmas MSIG Life.

Sinarmas MSIG Life adalah anak perusahaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk satu dari enam pilar bisnis Sinar Mas yang menyediakan layanan finansial yang terpadu dan menyeluruh, meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, manajemen aset, jasa administrasi saham, keamanan, perdagangan serta industri dan teknologi informasi.

Brand SMiLe (Sinarmas MSIG Life) diperkenalkan kepada masyarakat luas pada tahun 2013 untuk meningkatkan corporate brand awareness. Upaya penguatan brand SMiLe yang dilakukan sejak tahun 2014 hingga tahun 2015 melalui berbagai media platform, khususnya media sosial, mendapat pengakuan dari majalah Infobank. Sinarmas MSIG Life dinobatkan oleh Infobank sebagai Digital Brand of the Year 2015 Terbaik Ke-3 untuk kategori Asuransi Jiwa pada bulan Maret 2015. Sementara itu, Majalah Investor mendaulat Unit Bisnis Syariah Sinarmas MSIG Life sebagai Asuransi Jiwa Syariah Terbaik untuk Aset di atas Rp 200 Miliar pada Best Syariah 2015 di bulan Agustus 2015.

Nah, setelah tahu kondisi keuangan keluarga kita seperti apa, kita bisa memilih produk asuransi yang tepat dan sesuai dengan budget keluarga kita. Asuransi MSIG Life mempunyai produk asuransi dasar tradisional ( power save, SMILE Multi Invest, SMILE Personal Accident, SMILE Medical, SMILE Hospital Protection Plus), Asuransi Unitlink, dan Asuransi Syariah.

pic from sinarmasmsiglife.co.id 

Masih ragu untuk berasuransi? Coba pikir dua kali lagi dan perhatikan baik-baik manfaatnya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang produk dan informasi Sinarmas MSIG Life , bisa mengakses website dan media sosialnya sebagai berikut :
Facebook         : Siarmas MSIG Life
Twitter            : @sinarmasMSIG
Instagram        : sinarmasmsiglife
Website           : https://www.sinarmasmsiglife.co.id/

Mumpung masih muda, yuk atur uangmu. Jangan sampai masa tua kita merepotkan anak-anak kita dan menjadi beban secara finansial yang berujung menciptakan generasi sandwich. Generasi sandwich ini memiliki tanggung jawab yang besar yaitu harus memenuhi kebutuhan orang tua dan juga menanggung biaya hidup keluarga baru yang sedang dibangun. Jangan sampai masa tua kita seperti itu hanya karena kurangnya persiapan kita dikala masih usia produktif. Mari persiapkan hari tua dengan cerdas dan segera keluar dari middle income trap!

terima kasih sudah mampir di blog saya!

1 comment on "JANGAN MAU TERJEBAK DALAM "MIDDLE INCOME TRAP", YUK ATUR UANGMU!"
  1. aku kalau dengar asuransi kayak takut gitu deh ahahha takut bayarannyaa
    tapi abis baca ulasan ini sepertinya mau tidakmau memang orang harus punya asuransi ya jaman sekarang .

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature