MEMILIH SEKOLAH UNTUK ARSYAD, PILIH SEKOLAH NEGERI ATAU SWASTA?


Sejak saya hamil Arsyad masalah tentang sekolah sudah menjadi bahan diskusi saya dan suami. Dimana nanti ia akan bersekolah, metode kurikulum sekolah, sekolah negeri atau swasta, sekolah berbasis agama atau internasional semua sudah menjadi bahan diskusi kami. Memilih sekolah memang bukan perkara yang mudah, buktinya baru mau masuk ke Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak saja sudah cukup pusing untuk survey sana-sini. Apalagi untuk Sekolah Dasar yang notabene Arsyad harus menjalani sekolah selama enam tahun, jadi pilihannya ya tidak bisa main-main.

Saya sendiri dari SD sampai dengan duduk di bangku kuliah menjalani aktifitas pendidikan saya di sekolah negeri, berbeda dengan suami saya yang dari SD sampai dengan SMP menjalani hari-harinya di sekolah swasta yang berbasis agama. Belajar dari pengalaman kami berdua dan melihat perkembangan dunia pendidikan sekarang, kami pun nantinya memutuskan untuk menyekolahkan Arsyad di sekolah swasta berbasis agama. Untuk SMP nanti, tentunya saya dan suami akan melibatkan Arsyad dalam memilih sekolah.

Beberapa pertimbangan saya untuk memilih sekolah diantaranya :

  • Biaya

Ini jadi pertimbangan utama saya dan suami, kami memang menginginkan sekolah yang terbaik untuk Arsyad tapi dari segi biaya tentunya harus menyesuaikan budget kantong kami. Walaupun Arsyad sudah ada asuransi pendidikan dan reksadana sendiri tetap masalah biaya jadi pertimbangan. Alih-alih hanya sekedar gengsi atau ikut-ikutan menyekolahkan anak di sekolah swasta bergengsi tapi ternyata kondisi keuangan kami tidak cocok yang ada malah terlalu memaksakan dan hasilnya jadi tidak baik. Sekolah swasta memang cukup mengeluarkan biaya yang besar berbeda dengan sekolah negri yang gratis.
  • Kurikulum

Saya dan suami sangat menginginkan sekolah yang menyenangkan, anak tidak tertekan dengan proses belajar. Prinsip learning is fun jadi pertimbangan kami, karena menurut kami belajar itu menekankan pada proses bukan pada hasil akhir. Saya juga ingin melihat Arsyad mengerjakan project-project dari sekolahnya secara mandiri, melihat ia presentasi secara langsung di parents meeting dan itu akan saya dapatkan di sekolah swasta.
  • Daya Tampung

Daya tamping pada sekolah menurut saya menjadi tolak ukur interaksi guru, anak murid, dan orangtua murid. Di sekolah negri umumnya satu kelas terdiri dari 30-40 murid, sedangkan di sekolah swasta satu kelas hanya 20 murid. Hal tersebut nantinya akan membedakan perhatian para pengajar, belum lagi di sekolah negeri jumlah kelas juga lebih banyak dibandingkan sekolah swasta. Jadi menurut saya jumlah murid dalam satu kelas berpengaruh signifikan terhadap perhatian guru (CMIIW).
  • Interaksi

Interaksi guru dan orangtua di sekolah swasta jauh lebih intens menurut saya, saya bisa belajar dari kakak saya dan beberapa teman yang sudah menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Biasanya sekolah tersebut mempunya program parents meeting, parents day, seminar parenting bersama sekolah. Dari hal tersebut juga menjadi pertimbangan saya mengapa saya ingin menyekolahkan Arsyad di SD swasta. Komunikasi dua arah, sekolah yang aktif, gak melulu soal belajar tapi juga interaksi kedekatan antara sekolah dengan orangtua.

Seperti apa yang mba Mei blogger sekaligus seorang guru bilang dalam tulisannya disini tentang sekolah, pilihlah sekolah yang sesuai dengan bibit, bebet, dan bobotnya.
“Comparing private school and public school test scores, it’s like apples and oranges. Public schools have to take everyone, but private schools can be selective. It’s not accurate or fair to compare the job they do.” Dennis Moore

Jadi sekali lagi sekolah terbaik bukan berdasarkan status negeri atau swasta tapi bagaimana kita sebagai orangtua membentuk karakter dan kepekaan social pada anak kita karena itu merupakan tanggung jawab orangtua. Semua pilihan tersebut ada plus minusnya, jadi kembali lagi ke pilihan orangtua dan kemampuan sang anak.

* tulisan ini merupakan tanggapan tulisan inspirasi collaborative blog KEB



 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
4 comments on "MEMILIH SEKOLAH UNTUK ARSYAD, PILIH SEKOLAH NEGERI ATAU SWASTA?"
  1. Setuju mak bukan masalah negeri atau swastanya. Tapi bagaimana orang tua juga bisa membentuk karakter anak.
    Kalau anakku rencananya disekolahkan di deket tempat kerjaku, biar bisa kepantau juga kalau ada apa-apa.

    ReplyDelete
  2. Aku belom punya anak nih. Tp seandainya aku sdh punya nanti, sebagai orangtua tentu ingin sekolah yg terbaik utk anak2nya. Thx mba utk saran2nya. ;)

    ReplyDelete
  3. Hai mb ayu... untuk memilih sekolah memang harus sesuai kebutuhan jg. Maunya nanti anak mau seperti apa. Aku sebenarnya jg lagi galau nih, anakku tar disekolahin yg berbasis agama atau gak. Galau hahaha

    Tapi pertimbangan di atas bener jg sih, apalagi masalah biaya. Harus benar2 dipikirin

    ReplyDelete
  4. nah betul interaksi orang2 dalam sekolah yg penting,. yg bikin kita happy belajarnya ya..

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature