WASPADA BERAT KURANG PADA ANAK



Sebagai seorang ibu baru, perkembangan berat badan Arsyad terkadang menjadi kegalauan terbesar saya. Maklum saat Arsyad belum genap dua bulan kenaikan berat badannya tidak signifikan karena tongue tie dan saya terserang mastitis. Saya juga sempat mendapatkan komentar yang kurang menyenangkan, sempat ada yang bilang anak tongue tie gagal tumbuh. Hal tersebut benar-benar bikin saya down.
Dari kejadian tersebut membawa saya untuk lebih memperhatikan lagi masalah tumbuh kembang Arsyad. Mulai dari ukuran lingkar kepala, tinggi badan, berat badan, perkembangan sensorik-motoriknya perlu dipastikan sesuai dengan tahapan perkembangan umurnya. Umumnya para ibu bermasalah dengan berat badan anak, biasanya memang selepas ASI dan memasuki masa MPASI berat badan anak naik-turun bak rollercoaster. Saat Arsyad menginjak usia 10 bulan sempat berat badannya tidak naik karena ia melancarkan serangan GTM alias gerakan tutup mulut. Sebagai ibu ya harus pintar-pintar agar asupan gizinya tidak terhenti saat anak GTM. Saya siasati dengan membuat popsicle buah dan sayur salah satunya. Saya terus memantau chart perkembangan berat badannya di KMS (Kartu Menuju Sehat) karena hal yang saya takutkan adalah berat badan Arsyad kurang, tidak sesuai dengan perkembangan umurnya.

Berat badan kurang (underweight) menjadi masalah utama di negara kita. Saya sedih banget kalau ada pemberitaan di media tentang anak-anak yang kena malnutrisi dan ternyata tingkat prevalensi underweight masyarakat Indonesia cenderung naik dari 18,4% di tahun 2007 menjadi 19,6% di 2013. Sudah sepatutnya permasalahan berat badan kurang menjadi perhatian lebih bagi para orangtua.

Kenapa orangtua harus waspada? Ya karena beresiko mengalami masalah tumbuh kembang baik perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga organ metabolik yang berdampak bagi masa depan si kecil. Kenali faktor yang menyebabkan tumbuh kembang si kecil terhambat seperti asupan nutrisi, aktivitas fisik, gangguan metabolik, pengaruh genetik harus kita perhatikan.


Berangkat dari permasalahan diatas, saya senang banget ternyata Nutricia sarihusada sedang menggerakkan kampanye edukatif  #waspadaberatkurang yang bertujuan untuk mengajak para ibu agar lebih memahami masalah berat badan kurang yang dapat terjadi pada si kecil, dampaknya bagi masa depan si kecil sehingga para orang tua khususnya ibu lebih termotivasi untuk memantau pertumbuhan si kecil secara teratur. Acara tersebut berlangsung di D’LAB by SMDV pada tanggal 3 Mei 2017 lalu.



Dalam acara tersebut saya jadi tahu bahwa banyak faktor yang mempengaruhi berat badan kurang pada anak termasuk feeding style. Dr. Yoga Devaera Sp.A(K)menerangkan bahwa pola makan seperti menu yang tidak variatif, frekuensi makan, feeding style cenderung menjadi faktor dominan pada masalah tersebut. Hal yang penting untuk dilakukan ketika mengalami masalah berat badan kurang adalah dengan menambah asupan kalorinya, ibu juga bisa memberikan makanan atau minuman dari sumber protein hewani dan lemak, seperti telur, keju, ayam, daging, dan susu.

Pentingnya Pemantauan Berat Badan Anak Sejak Dini


Dalam acara ini saya kembali diingatkan untuk selalu melakukan pemantauan berat badan anak. Lepas 2 tahun dan sudah tidak melakukan imunisasi jarang banget saya nimbang berat badan Arsyad, pokoknya ya nimbang kalau ke rumah sakit. Padahal ya tiap bulan harusnya dikontrol berat badannya. Alhamdulillah sekarang kami tinggal dekat posyandu yang aktif banget tiap bulannya. Kader-kader posyandunya juga sering memberikan penyuluhan. Penting banget nih untuk tahu fasilitas umum termasuk keberadaan posyandu, puskesmas, klinik ibu dan anak disekitar tempat tinggal kita. Jadi kita dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan seperti pengukuran berat maupun tinggi badan anak.

Pemantauan berat badan anak ini penting dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal sesuai tahapan perkembangannya. Mengingat bahwa gangguan tumbuh kembang yang muncul karena berat badan kurang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak dan mengancam masa depannya.

Peluncuran Microsite www.cekberatanak.id


Kampanye edukatif #waspadaberatkurang Nutricia Sarihusada ini didukung dengan peluncuran microsite www.cekberatanak.id , melalui website ini diharapkan para ibu dapat  dengan mudah melakukan pematauan terhadap berat badan anak. Hal tersebut ditegaskan oleh pernyataan mba Anggi Morika selaku Growth Care Manager Sarihusada “tidak hanya melalui edukasi dan dukungan untuk saling menginspirasi, namun kami juga membantu ibu dalam memantau berat badan optimal si kecil dengan mudah. Melalui www.cekberatanakid , para ibu kini memiliki sarana untuk memantau pertumbuhan si kecil dan selanjutnya dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.”

Saya sudah coba mengakses website tersebut dan caranya sangat mudah sekali. Berikut cara untuk mengecek berat badan anak melalui website www.cekberatanak.id

  1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan      anak, lalu catat hasilnya.
  2. Buka website www.cekberatanak.id melalui browser laptop, tablet, ataupun handphone.
  3. Isi data nama anak, usia, berat badan, tinggi      badan anak.
  4. Setelah itu submit data dan keluar info mengenai grafik pertumbuhan si kecil.
  5. Cetak hasilnya dan bawa saat konsultasi dengan tenaga kesehatan jika terlihat tanda-tanda mencurigakan dengan pertumbuhan si kecil (misalnya grafiknya turun drastis ataupun naik-turun)
Grafik pertumbuhan Arsyad

Grafik pertumbuhan Arsyad

Jadi pastikan untuk terus memantau berat badan anak secara teratur, perhatikan asupan nutrisi harian anak, dan #waspadaberatkurang.

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
Be First to Post Comment !
Post a Comment

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature