IBU JUGA MANUSIA BIASA


Minggu ini saya dapat jatah “istirahat” yang cukup panjang. Selama enam hari menginap di rumah sakit dan disuruh tiduran aja. Saya terkena radang tenggorokan yang lumayan parah, kata dokter ada abses di tenggorokan dan diperparah oleh tifus. Leukosit saya cukup tinggi kemarin, mualnya minta ampun. Yaa namanya seorang Ibu mau sakit dan harus istirahat tetap saja pikirannya ngawang kemana-mana apalagi kalau urusan anak. Selama enam hari saya titipkan Arsyad di rumah mama eyang (mama saya). Yang bikin saya senang, selama saya tinggal Arsyad jadi anak yang super bageuur dan mandiri banget.

Selama enam hari itu pula suami bolak-balik berangkat ke kantor dari rumah sakit. Sambil terus berdoa dalam hati supaya suami sehat terus dan jangan sampai tumbang. Dulu mama saya pernah berpesan, “sudah jadi ibu dijaga kondisi kesehatannya, jadi ibu gak boleh sakit loh!”

Ada benarnya juga apa yang mama saya katakan, saya merasa selama enam hari tidak maksimal mengurus suami dan anak. Suami jadi jajan sembarangan untuk makan, saya gak bisa full menemani Arsyad bermain. Tapi kalau saya renungkan lagi yaa is oke kalau si ibu sakit, itu artinya si ibu lagi butuh “ruang sendiri”, si ibu lagi butuh “istirahat” sejenak, karena ibu juga manusia biasa. Yang kadar kekuatan extra powernya juga punya ambang batas.

Ibu boleh mengeluh

Wajar nggak kalau ibu mengeluh? Boleh nggak ibu mengeluh? Ikhlas dong, kan sudah kodratnya. I know, sudah kodrat sebagai perempuan apalagi menyandang status ibu dengan segudang rutinitas, pikiran, dan segala tetek bengeknya. Lantas kalau kami ini para ibu melewati hari-hari yang begitu berat apa tidak boleh mengeluh? Apa kami tidak boleh mengeluarkan uneg-uneg kepenatan batin? Menurut saya wajar-wajar saja kok kalau ibu mengeluh. Saat saya melewati hari yang cukup berat di kantor, perjalanan pulang, dan ditambah lagi dengan segala tingkah laku “ajaib” Arsyad di rumah, terkadang saya juga menyampaikan uneg-uneg saya ke suami “hari ini aku capek banget yah, mana Arsyad rewel minta ampun, aku mau diusap-usap punggungnya.” Sesimpel itu sih keluhan saya. Tanggapan suami yaa kalau sampe rumah ya dia usap-usap punggung saya, kalau kondisinya masih di kantor dengan dia bales chat keluhan saya itu udah buat hati saya lega. Nah kalau dipasangan LDR seperti Silva dan suami saya juga kurang paham bagaimana mereka menyikapinya. Tentunya tantangannya lebih challenging.

Ibu boleh egois

“Mother need to be told that it’s okay to be selfish”
Dengan segala skala prioritas menjadi ibu, rasanya sah-sah saja sesekali kita egois memikirkan kebahagiaan diri kita sendiri. Saya biasanya lihat alarm tubuh saya, kalau sudah suntuk atau penat banget itu saatnya saya butuh “me time”. Entah sekedar mandi, nge-blog, jajan ke mini market, hal tersebut sudah lumayan merecharge semangat saya. Yaa kalau Ibu batinnya happy, dampaknya kan buat seisi rumah juga akan lebih kondusif. Be happy and your family will be happier.

Ibu dengan segala ekpektasi yang hadir, merasa harus tampil sempurna gak hanya untuk kepuasaan batin sendiri tapi juga untuk “pengakuan” orang lain. Rasanya saya sih terlalu lelah menjalaninya. Saya ya saya dengan segala teori parenting yang saya pelajari dan prakteknya, toh tiap keluarga mempunyai cerita yang berbeda-beda. Dulu saat baru pertama kali menjadi ibu ambisi saya begitu besar dengan segala maha sempurnanya sosok seorang ibu. Pada kenyataanya Ibu ya Ibu, hanya manusia biasa juga. Yang terkadang khilaf, kadang capek, kadang ingin mengeluh, kadang ingin sesekali menjadi egois, kadang emosinya tidak terkontrol dengan baik. Mau “istirahat” sejenak? Lakukan saja selama atas ijin suami, karena ibu juga manusia biasa.

 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
1 comment on "IBU JUGA MANUSIA BIASA"
  1. Kadang society sama media yang suka bikin label2 "ibu sempurna itu..." "ibu ideal itu yang kaya gini"... dst...dst...hehee. Semangat mbak! Smoga keluarga selalu sehat dan bahagia :)

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature