PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL DARI FILM “BAD MOMS”

pic from google.com

Setelah beberapa minggu yang lalu saya melewati hari-hari yang cukup panjang dan berat, saya mengajukan proposal untuk me time sama pak suami. Dua hari setelah Arsyad pulang dari rumah sakit saya akhirnya ke SALON. SUNGGUH BAHAGIA. Awalnya niat potong rambut dan maskeran eeh lalu merembet kemana-mana. Pulang dari salon saya masih ingin “sendiri” tidak diganggu Arsyad dulu. Saya titipkan Arsyad sebentar ke eyangnya. Hal yang saya lakukan adalah menonton film hasil download kemarin salah satunya film BAD MOMs.

Film yang saya tonton sebenarnya film lama tapi sungguh saya baru tahu film ini dari obrolan di grup WA geng mama. BAD MOMS, sebuah film komedi Hollywood yang rilis di tahun 2016 disutradarai oleh Jon Lucas dan Scot Moore (The Hangover juga salah satu karya mereka). Mereka berdua sekaligus merangkap sebagai penulis skenarionya. Kebayang gak sih begitu liat trailernya ini film ibu-ibu banget tapi yang nulis dari sudut pandang dua orang laki-laki.  Film ini dibintangi oleh bintang Hollywood papan atas diantaranya Mila Kunis (Amy), Kristen Bell (Kiki), Kathryn Hahn (Carla), Christina Appllegate (Gwendolyn), Emjay Anthony (Dylan).

pic from google.com

Sebenarnya isi dari film ini memang kejadian sehari-hari yang dialami oleh para Ibu. Sosok Amy (Mila Kunis) seorang wanita yang berusia 32 tahun, ibu dari dua anak, seorang ibu bekerja yang mencoba untuk menyeimbangkan kehidupan dengan keluarganya. Mencoba menjadi seorang good mom dengan segudang aktifitasnya. Ia menikah di usia yang masih sangat muda 20 tahun. Kalau saya berkaca kedalam diri saya, sosok Amy mengingatkan pada diri saya sendiri ketika baru menyandang status “ibu”. Mencoba tampil sempurna, menjadi good mom untuk keluarganya, menyampingkan segala ke “ego” an untuk diri sendiri.

Amy melakukan semua pekerjaan rumah sendiri, mulai dari menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya hingga mengerjakan tugas sekolah anaknya, mengantar-jemput anaknya ke sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, mengurusi anjing peliharaanya, belanja ke supermarket. Suaminya seperti anak ketiganya, lebih sering santai di rumah dan sama sekali tidak membantu Amy (thanks God suami saya tidak seperrti itu). Dengan segala kesibukannya Amy kerap kali terlambat tiba di kantor. Amy bekerja di perusahaan kopi yang kekinian, karirnya cemerlang. Semua orangtua di sekolah anaknya menganggap Amy sosok ibu yang sempurna.

Sialnya Amy mendapati suaminya selingkuh dengan perempuan lain lewat dunia maya, suaminya melakukan perbuatan yang sangat tidak etis (sex online), sudah berjalan selama 10 bulan dan Amy memergokinya. Suami Amy merasa terlupakan dan beralasan karena Amy terlalu sibuk dengan pekerjaan dan anak-anaknya sehingga tak ada lagi waktu untuknya (WTF!). Amy stress dan frustasi lalu ia bertemu dengan Kiki dan Carla.

Kiki (Kristen Bell) seorang ibu dengan banyak anak. Suaminya terlalu berpikiran otoriter dan tidak mau ikut turun tangan membantu menjaga anak-anaknya. Di rumahnya, Kiki layaknya seorang karyawan dibandingkan seorang istri, hal ini membuat Kiki tidak punya banyak waktu luang untuk dirinya sendiri. Ia sampai berpikir untuk melukai dirinya sendiri sebagai jalan keluar dengan tertabrak mobil sehingga ia dirawat di rumah sakit, dirawat suster, dan bisa menonton tv sepuasnya.

Lain cerita dengan Carla (Kathryn Hahn) seorang single mom yang men-cap dirinya sebagai bad mom. Ia tak pernah hadir dalam pertandingan sekolah anaknya, selalu menggoda setiap pria yang mengantarkan anaknya ke sekolah, dan sering mabuk. Ia mempunyai pemikiran “i am a mom and still sexy” yang membuat iri Ibu-ibu lainnya. Mereka bertemu dan akhirnya menjalin persahabatan karena mempunyai nasib yang sama dan mereka memutuskan untuk keluar dari zonanya mereka. Pergi hangout bertiga, menonton film di bioskop, party, dan melakukan hal-hal yang “gila” sampai mereka bertiga melupakan kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai seorang Ibu.

Di kubu yang lain ada sosok ibu yang sempurna, ketua komite sekolah yang bernama Gwendolyn (Christina Apllegate). Sosok ibu sosialita yang memiliki kekayaan yang luar biasa, cantik, dan tampil menjadi sosok ibu yang sempurna which is sukses, suami kaya raya,  anaknya berprestasi.

Disinilah konflik terjadi. Amy dan teman-temannya sudah muak dengan segala peraturan yang Gwendolyn terapkan kepada semua anak murid. Amy mengajukan diri untuk menjadi ketua komite menyaingi Gwendolyn. Hal ini malah memperburuk keadaan, Gwendolyn membuat Jane anak perempuan amy dikeluarkan dari tim sepak bola sekolahnya dan ia difitnah membawa narkoba, hal ini dilakukan Gwendolyn semata-mata untuk menurunkan pamor Amy.

Kalau saya ceritain endingnya gimana nanti malah jadi spoiler ya sis, mending yang belum nonton coba ditonton filmnya. Memang sih ada beberapa adegan yang diluar dari norma yang kita anut. Ngeliat ibu-ibu mabuk, party-party bak anak remaja. Tapi adegan-adegan ini menurut saya menggambarkan “pemberontakan” seorang ibu dan melalui film ini tentunya kita harus lebih menghargai peran dan pekerjaan seorang Ibu. Pelajaran yang lain yang bisa saya ambil dari film ini adalah

Istrimu bukan pembantumu

Ini nih ditujukan untuk suami Kiki. Dia mempunyai pikiran yang sangat otoriter, mau memiliki banyak anak tapi tidak mau membantu Kiki untuk mengurusnya. Menempatkan urusan domestik semata hanya urusan ibu, bukan ayah. Semua Kiki yang menghandle sendiri sampai-sampai Kiki mempunyai pikiran yang tidak waras ingin mencelakakan dirinya dengan menabrakan mobilnya agar ia masuk rumah sakit, bisa dirawat suster, dan menonton TV sepuasnya.

Ibu Juga Butuh Apresiasi

Fitrahnya manusia “mendapat pujian” itu salah satu kebutuhan diri. Ya nggak sih? Nah disini pelajaran yang bisa diambil adalah sudahkah pasangan suami istri saling memberikan apresiasi atas apa yang istri atau suami sudah kerjakan. Memuji istrinya cantik misalnya atau memuji suaminya tampan. Mengucapkan terima kasih karena telah seharian mencari nafkah untuk keluarga, mengucapkan terima kasih karena seharian telah mengurus anak-anak di rumah. Menghabiskan masakan yang Ibu masak atau sekedar memuji “masakan ibu enak”. Sudahkah dilakukan? Simpel tapi maknanya dalem banget untuk seluruh anggota keluarga.

Ibu Butuh Me Time

BACA JUGA : SAYA BUTUH ME TIME

Me time bukan berarti mengesampingkan kodrat kita sebagai seorang Ibu. Me time penting untuk jiwa yang lebih waras setelah berjibaku dengan segala urusan rumah tangga. Me time tiap ibu beda-beda. Ada yang ke salon, nonton dvd, shopping. Silahkan dilakukan!

Menyeimbangkan segala peran, melihat segala prioritas dan mengorganisirnya sehingga semuanya bisa diperhatikan, gak Cuma anak dan suami tapi juga diri sendiri. YOU DESERVE TO BE HAPPY!

Ibu (bukan) Makhluk Yang Sempurna

mothers need to be told that it is okay to be selfish - Anonymous
Kadang kita ingin tampil sempurna, bukan untuk anak-anak terkadang sikap kita seperti itu ada hanya untuk mendapat “pengakuan” dari orang-orang di luar support system kita, karena sebenarnya nggak ada titel “good mom” ataupun “bad mom”, yang ada ketika memutuskan untuk menjadi ibu ya just give up being one.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat menjadi Ibu itu pasti ada namanya juga proses belajar untuk menjadi orangtua dan gak ada pelajaran sekolah untuk jadi ibu yang baik seperti apa. Lebih fleksibel aja. Saya jadi inget pertama kali menyandang status Ibu, saya OCD banget. Rumah harus rapi, makan makanan homemade, semua saya kerjakan sendiri. Hasilnya? Saya merasa kurang bahagia, saya butuh orang lain agar saya bisa mempunyai bonding ke anak dan suami yang kuat dan sekarang saya mencoba lebih fleksibel. Capek pulang kerja terus saya gak masak ya tinggal beli aja. Merasa bersalah? Awalnya IYA, tapi sekarang let it go aja. Toh anak dan suami lebih saya perhatikan dan saya jauh lebih happy. :)))))

Jadi jangan sekali-sekali meremehkan peran istri dan berbagi tugas itu penting dengan suami.

Yuk buibu me time sambil nonton film ini!

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
12 comments on "PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL DARI FILM “BAD MOMS”"
  1. HAi mba Ayu. JAdi penasaran buat nonton pas me time. Hehhehe
    Kebayang euy seru dan penuh drama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Lid, ayo ditonton mba..lumayan hiburan buat me time

      Delete
  2. Wah aku juga sudah nonton film ini, intinya menurutku sih betul seperti yang ditulis di atas: Ibu juga manusia, jadi gak ada yang sempurna :)

    Sedihnya di jaman sekarang ini, di mana informasi beredar dengan sangat cepat dan bebas, banyak konten-konten yang mempertontonkan ibu cantik, rumah rapih, anak terawat pintar cerdas, suami setia, rumah besar selalu rapih, dll. Dan konten-konten tersebut memicu beberapa (pastinya gak semua) ibu-ibu untuk mengejar dan tertekan akan sesuatu yang sebenernya gak mungkin: Kesempurnaan.

    Untuk menghindari itu sih menurutku Ibu harus menerima kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri lalu.. yang paling berarti adalah dukungan dan cinta dari orang-orang terdekat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. indeed mbaa. Jadi terperangkap dalam cinderella story gitu yaa. Mau kehidupan rumah tangga yang indah2 aja, trs mematok diri harus sempurna endebre endebre..huhuhu yang ada malah stress sendiri

      Delete
  3. Duh jadi pengen nonton nih, tfs ya Mak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 maaak.. ayo ditonton maak!

      Delete
  4. Kalau nonton ini enaknya nobar ma geng emak2 nih :D
    Tengkyu revienya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbaa, emang enaknya nobar sm emak2. hehehehehe

      Delete
  5. Aku suka banget flm ini...suka sama actressnya si mbak Mila Kunis...dia cantik bangeet...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iiih kok sama sih, cantik yaa diaaa

      Delete
  6. Aq mau nonton juga... Setuju banget mba, suka maksa diri harus beres semua urusan rumah, padahal toh ga ada yang mewajibkan, perfect itu cuma dipikiran kita sendiri... Dulu aq emang gitu, skrg ga mau maksain, yang ada ntar ga waras,hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss mba, awal2 aku juga gitu sekarang lagi belajar untuk selow hehehehehe

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature