TENTANG BERNOSTALGIA


Kalau dihitung-hitung saya dan suami sudah saling mengenal sejak dia duduk dibangku SMP. Lalu sempat menghilang dan Allah pertemukan kembali saat awal kuliah. Duh kalau diingat-ingat jadi bikin senyam-senyum sendiri.  Banyak banget suka dukanya kita jalanin berdua. Dari mulai saling nyemangatin buat skripsi, dia mendorong saya untuk melanjutkan kuliah kembali, sampai pacaran nonton di mall tapi makan di kaki lima demi bisa menabung untuk biaya pernikahan dari kocek kita sendiri.

8 November nanti tepat 8 tahun kami berpacaran, saya masih ingat dimana dia mengutarakan perasaanya.HAHAHAHA, ANCOL yang hits pada jamannya. Ketika tahun ke 4 kami bersama dia menyatakan keseriusannya dan mengajak saya menikah di tukang pecel ayam deket rumah. “Nikah yuk..” saya yang lagi nikmatin sepiring nasi uduk dan ayam goreng mau keselek rasanya. Saya dengan nada bercanda ya jawab “ kamu mah kayak orang-orang dong ngelamar lagi candle light diner, bawa bunga sama cincin. Ini lagi di kang pecel ayam” lalu kami berdua tertawa. Sampai di rumah baru saya menanyakan keseriusan dia, saya Cuma takut kalo apa yang dia utarakan tadi karena bercanda eeh ternyata serius.
waktu ayah Aik wisuda dan masih ada alm.Ibu :")
Dari situ akhirnya kami memutuskan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius lagi, Ayah Aik meminta izin pada mama saya untuk melakukan perkenalan keluarga dan semuanya mengalir begitu cepat sampai di tahun ke 6 kami memutuskan untuk menikah. Ya butuh waktu 2 tahun kami mengumpulkan pundi-pundi untuk acara pernikahan kami, karena niatnya kami ingin berdiri di atas kaki sendiri tanpa merepotkan orang tua. Rasanya puas banget batin ini kalau gak bikin orang tua pusing. Semua urusan mahar, undangan, gedung, catering, souvenir, foto prewed kami yang urus sendiri.


Kami cicil satu persatu untuk seserahan, beruntungnya kami mendapatkan katering yang bagus,enak, harga bersahabat, dan proses pembayarannya bisa dilakukan beberapa kali alias mencicil. Seminggu sebelum hari H alhamdulillah semua bisa dilunasi dengan baik. Fokus kami yang utama memang pada katering karena tamu-tamu yang datang ke pernikahan biasanya peduli sama makanan yang akan mereka makan.


Selain fokus pada katering, kami juga sempat berdebat masalah cincin kawin. Ternyata mencari cincin kawin bukan hal yang mudah, apalagi harus menemukan yang sesuai dengan keinginan kita berdua. Dari segi harga cincin kawinemas juga jadi pertimbangan. Dulu jaman kami menikah harganya masih belum setinggi sekarang dan kami harus membelinya langsung ke toko emas. Beda banget sama jaman sekarang cincin kawin emas juga tersedia di Mataharimall.com. Harga cincin kawin emas yang ditawarkan juga bervariatif bisa dicocokan sesuai budget yang kita miliki. Menurut saya cincin kawin ini sangat penting sebagai tanda cintanya ayah aik ke saya dan sebagai simbol bahwa kami berdua sudah menikah. Waktu itu pilihan saya jatuh pada cincin kawin emas putih dan cincin paladium untuk ayah Aik.

Masa-masa menyiapkan pernikahan memang terkadang bikin stres dan jadi sering berantem tapi dari situ saya belajar banyak hal. Ada mental yang harus dipersiapkan, ada ego yang harus disederhanakan,mengintropeksi diri agar siap menjadi pribadi dan istri yang baik. Hari pernikahan yang paling dinantipun tiba, hari itu menjadi hari yang spesial di mana kami resmi menjadi sepasang suami istri. Menghabiskan masa tua bersama, membesarkan anak bersama-sama, dan menggendut bersama. Dari situ saya sadar kalau saya tidak membutuhkan pernikahan seperti di negeri dongeng, dengan pernikahan yang sederhana ternyata sudah membuat saya dan semua pihak keluarga berbahagia.

“we don’t need fairy tale, we do it our ways..”

 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
4 comments on "TENTANG BERNOSTALGIA"
  1. Aaah aku terharu baca endingnyaa.... Untuk pasangan yang belum menikah seperti saya, posting ini bermanfaat sekali hihih

    Aku bahkan baru tau apa itu cincin paladium. Iya.. karna pria ga boleh pakai cincin emas

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaa semoga disegerakan bertemu dengan jodohnya ya. Iya laki-laki biasanya pakai cincin paladium.

      Delete
  2. Suit suiiiit....
    Aku juga pakai palladium cincin kawinnya. Plus tidak merepotkan ortu juga. Sama2 kocek kami beruda. Duuuh jadi pengen post soal how we met jugaaa...
    Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. AAAK aku jadi maluuuu. Iya rasanya puas banget kalo gak ngerepotin orangtua yaaa. Ayo bikin postingan how we meet

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature