ARSYAD DAN TANTRUM


Arsyad sekarang ini sudah berumur 1 tahun 6 bulan, banyak fase-fase yang telah kami lewati bersama termasuk memasuki fase tantrum. Iya sekarang dia sudah bisa marah, kesel, ngambek sampai jerit-jerit. Tingkah polahnya kalau lagi tantrum ampun deh, tapi dari yang saya baca-baca usia se Arsyad memang sangat wajar mengalami hal itu. Bukan pertanda bahwa dia pemarah. Memang itu luapan emosinya saja untuk mengekspresikan sesuatu.

Tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika "tujuan" orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang. Sumber 

BACA PUNYA SILVA

Ternyata gak Arsyad gak Aqila sama aja. Kalau sudah tantrum suka hentakin kaki (saya suka bilang joget ala Agnez Mo) sampai menjerit-jerit. Malah dulu sempat loh tantrumnya Arsyad ini berbahaya banget, jedotin kepala ke lantai sambil nangis-nangis kalau ada yang gak sesuai dengan apa yang ia mau. Dari situ saya sempet takut, normal gak sih kayak gini itu. Terus sempet tanya sama DSA Arsyad sarannya Cuma dipantau saja dulu, kalau dirasa masih dalam batas wajar ya no need to worry. Alhamdulillah makin kesini saya sudah tidak menemukan lagi adegan jedotin kepala. Kalau sekarang sih tantrumnya lebih ke hentakan kaki sama menjerit.

Tantrumnya kenapa sih? Yaah namanya anak tantrum pasti ada sebabnya biasanya kalau Arsyad sih saat udah ngantuk tapi dia maksain banget masih mau main, mulai deh gak jelas dan apa-apa semuanya jadi serba salah kayak bundanya kalo lagi PMS :p. Selain itu biasanya karena cari perhatian sih ketika saya pulang kerja sebelum bermain saya harus mandi dulu dan beresin perabotan botol,tempat makannya dia yang kotor. Biasanya dia suka nangis dan jejeritan atau ada aja polahnya deh atau ketika ia bermain ada hal yang gak bisa dia lakukan biasanya dia juga suka mulai gak jelas dan marah-marah, dan satu lagi kalau dilarang karena main dengan benda berbahaya. Kalau dilarang eyangnya pasti dia larinya ke saya semacam minta pembelaan gitu padahal sama saya ya juga tetep dilarang Cuma caranya saja yang tidak sama dengan eyangnya.

Bagaimana saya mengatasi tantrumnya?

Perhatikan Penyebab Tantrumnya dan mencegahnya

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, biasanya Arsyad tantrum karena ngantuk, mencari perhatian saya ketika saya baru pulang kerja, dilarang bermain dengan benda berbahaya. Sejauh ini sih yang saya perhatikan lebih kearah sana. Kalau sekedar lapar dia pasti akan bilang “mamam nda..” dan saya selalu stok biskuit saat berpergian. Saya mulai rajin bernegosiasi dengan Arsyad, menawarkan apa ia mau bermain atau tidur? Saya minta waktu 5 menit untuk mandi sebelum bermain dengannya. Ya saya percaya anak umur 1 tahun 6 bulan sudah mulai mengerti kok. Itu juga saya lakukan untuk kebaikan dia kedepannya.

STAY COOL

Emang sih yang namanya anak tantrum itu gak enak banget dilihatnya, mulai dari dia menangis, menjerit, menghentakan kaki ke lantai, melempar, memukul. Kalau hal itu sedang terjadi ya sebagai ibu saya biasanya ya santai aja dan mencet tombol sabar di kening saya biar gak kepancing emosinya. Karena kalau saya kasih tau dan beri tahu alasan atau nasehat ya gak bakal tersampaikan saat emosi Arsyad sedang meluap-luap. Biasanya saya ikutan duduk, pandangan mata sejajar sama dia, dan saya Cuma diem aja nontonin dia marah-marah. Saya suka bilang ke Arsyad “kalau sudah tenang peluk bunda ya..” dan biasanya butuh waktu sekitar 10 menit dia datang ke saya sambil glendotan dan minta nenen ujung-ujungnya. Saya ingin dia menyelesaikan emosinya dan tidak mengalihkan atau memberikan sesuatu yang ia mau saat ia emosi. Eiiits gimana kalau kondisi saya lagi capek dan emosi yang gak stabil? Biasanya saya melarikan diri sebentar sekitar 5-10 menit sambil inhale exhale baru balik lagi ke dia. Yah namanya juga Ibu kadang stok sabarnya mesti banyaak yaa.

Membicarakannya setelah emosi mereda

Biasanya kalau dia sudah minta peluk dan nenen saya langsung ajak dia ngobrol. “iya bunda tahu Arsyad kesel ya dilarang mainan kabel, Arsyad tahu nggak kabel itu ada listriknya, berbahaya, mainan Arsyad kan ada yang lain, main tulis-tulis asik loh.” Dia sih Cuma ngangguk-ngangguk “yah iyah..” tapi ya besoknya nyari kabel lagi -_- . Tapi saya percaya kalau sering kita kasih tahu lama-lama dia akan mengerti. Saya ingin dia mengenal emosi dalam dirinya, saya juga ingin dia bisa merasakan kecewa, marah, kesel agar kelak saat dewasa dia bisa memanage emosinya dengan baik.

Masa tantrum ini merupakan tahapan normal yang di alami anak usia balita, dengan penanganan yang tepat anak-anak pasti bisa melewatinya. Fase tantrum ini pasti bisa dilewati Arsyad dengan baik saya percaya itu.

Ada yang punya pengalaman saat anak tantrum? Share yuk!

 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
6 comments on "ARSYAD DAN TANTRUM"
  1. wah.. sama ..anak ku usianya belum 2 tahunan... kalau lagi marah dilarang sesuatu.... paling dialihkan ke yg lain.. syukurnya sih mau..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, umur-umur anak kita memang harus stok sabar yang banyak yaa, syukur kalau bs dialihkan

      Delete
  2. Hai Arsyad... anakku yg kecil juga dulu sering tantrum mba, belakangan makin besar makin berkurang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seiring bertambahnya usia insya allah berkurang atau hilang tantrumnya ya mba

      Delete
  3. Terima kasih, Mbak bat cerita tantrumnya. Aku lagi butuh banget nih. Anakku sekarang usianya 13 bulan dan sudah suka tantrum juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, anak seusia kita harus ekstra sabar yaaa, semangaat kita pasti bisa ngehandlenya

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature