Seatap dengan mertua? Ini dia 5 Tips #bahagiadirumah bersama mertua


Rumah, tempat dimana kita bisa berbagi tawa, suka, dan duka. Tempat melepaskan segala kepenatan rutinitas kantor. Tempat menua bersama pasangan kita, tempat dimana anak-anak tumbuh berbahagia dalam keberlimpahan kasih sayang orang tua. Tempat dimana sebuah mimpi berasal.

Meski kami masih tinggal bersama orang tua hingga saat ini, rasanya rumah memang jadi satu-satunya alasan bagi saya dan suami untuk mendapati ketenangan secara lahir batin. Apalagi Allah sedang memberikan tugas dan amanah yang luar biasa agar kami dapat mengurus dan menghabiskan banyak waktu untuk kedua orang tua kami lebih tepatnya mertua saya. Yaa sampai saat ini kami masih “menumpang” di rumah orang tua suami, karena suami adalah satu-satunya yang mereka miliki hingga sekarang dan kami masih menabung agar apartemen yang suami beli bisa cepat terisi dengan peralatan rumah tangganya.

Ya walapun nggak bisa dipungkiri mimpi saya dan suami setelah menikah apalagi sekarang sudah mempunyai anak adalah tinggal di rumah sendiri tanpa intervensi dari siapapun mulai dari cara pola asuh sampai urusan rumah tangga.

Banyak orang bilang seatap dengan mertua pasti penuh dengan intrik dan konflik. Buat saya awalnya sih iya juga tapi lama kelamaan setelah hampir dua tahun seatap saya sudah bisa menyesuaikan ritmenya dan sesegera mungkin beradaptasi jadi ga ada lagi tuh namanya diem-dieman sama mertua justru saya lebih #bahagiadirumah bersama mertua tercinta.

Ini dia Tips sederhana tapi bermakna untuk #bahagiadirumah bersama mertua :

  1.   Sabar
Panjangin sumbu sabar pasti jadi hal utama agar tetap nyaman dan #bahagiadirumah bersama mertua.

  1.   Mertua, Orang tua kita juga
Dari awal saya memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan sama suami dulu, hal ini sudah saya tanamkan dalam diri saya, dari jaman masih pacaran saya sudah menganggapnya dan meperlakukannya seperti orang tua saya sendiri. Karena saya percaya hubungan yang diawali dengan rasa kasih dan hormat tentu akan baik kedepannya dan dengan perjuangan mereka suami saya bisa seperti ini sekarang.

  1.   Beri Perhatian
Memberi perhatian kepada mertua bisa dengan berbagai cara kalau saya sih biasanya lebih memperhatikan kesehatan mereka dengan menyediakan buah-buahan, memasak masakan yang sehat karena kedua mertua saya ini penyuka masakan padang dan kambing, kebayangkan kolesterolnya kayak apa. Saya dan suami juga sering sekali mengajak mertua untuk berpergian misalnya ke rumah saudara atau Cuma sekedar menghabiskan malam dengan makan nasi uduk favorit mereka di rawamangun. Intinya yaa seperti poin no.2 tadi perlakukan mereka seperti orang tua kita sendiri, Insya Allah dengan begitu mertua akan menyanyangi kita juga seperti anak kandungnya sendiri.

  1.   Menentukan Batasan
Saya dan suami seringkali berkompromi mengenai hal ini, menentukan mana area privasi kami, mana batasan orang tua dalam pola asuh kepada anak kami. Karena saya percaya kalau mengenai pola asuh ini harus satu komando. Kalau saya bilang tidak tapi mertua saya meng-iyakannya menimbulkan efek yang tidak baik bagi perkembangan Arsyad. Jadi dalam hal ini mesti satu suara dan tau batasannya masing-masing.

  1.   Jaga nama baik mertua dan orang tua
Punya konflik dengan mertua? Jangan sekali-sekali mengadu ke orang tua, cobalah untuk selesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan pihak luar. Kalo ngadu ke orang tua? Ya pasti orang tua belain anaknya dan nama baik mertua dan orang tua jadi ga bagus di mata satu sama lain. Jadi konflik sekecil dan sebesar apapun coba selesaikan sendiri dan libatkan suami sebagai penengahnya karena suami pasti tau cara menaklukan hati Ibunya.

kedekatan Arsyad bersama mbah kung & mbah utinya :)

Saat hubungan mertua dan menantu terbina dengan harmonis pasti #bahagiadirumah dapat tercipta dengan baik. Karena hati Ibu yang bahagia akan menebarkan energi positif dalam keluarga dan kehangatan keluarga akan sangat terasa. Seperti hadirnya Tabloid NOVA dalam keluarga kami yang selalu memberikan kehangatan dengan resep-resep masakannya, artikel-artikel keluarga, dan cerita seputar selebriti yang dulu selalu saya tunggu-tunggu dan gak terasa ternyata Tabloid NOVA sudah 28 tahun usianya, semoga dengan bertambahnya usia semakin menyajikan artikel-artikel yang lebih inspiratif dan membuat #bahagiadirumah. Happy NOVAVERSARY, semoga Nova akan selalu ada dan hadir di tengah keluarga kami hingga saya menua dan bahagia bersama anak,menantu, dan cucu.

tulisan ini diikut sertakan dalam NOVA blog Competition



terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!
22 comments on "Seatap dengan mertua? Ini dia 5 Tips #bahagiadirumah bersama mertua"
  1. lagian kalau mertua punya cucu itu kebahagiaan tersendiri bukan buat mereka untuk merasakan ramainya si kecil, jadi inget bapak ibu di rumah yang sudah nggak kesepian ditinggal saya merantau karna sudah punya cucu. *kemudian baper *pengen pulang hahaa

    Tapi sebagai pelaku rumah tangga, serumah dengan mertua ternyata ga se gampang itu ya. Aku kira bisa biasa aja lho, kayak mbak saya .. tp nggak tau juga ya mungkin mbak saya juga harus melakukan tips tips diatas agar tetap #bahagiadirumah ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba..kalau sudah punya cucu jd kebahagiaan tersendiri buat mereka bisa dekat dengan cucunya..
      Memang awalnya ga gampang mba..dulu masalah bumbu dapur saja bisa jd masalah, intinya sih sabar dan komunikasi kalau di saya.
      Terima kasih yaa sudah mampir :)

      Delete
  2. Wah resep bahagia yg sederhana ya mb, tp bermakna
    Semoga mensng kompetisinya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin..makasih ya mba sudah mampir :)

      Delete
  3. Tapi tapi tapi, 2 kepala aja susah disatuin, apalagi ada beberapa kepala, kalau saya kayaknya susah..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya awalnya juga begitu saya mba..bumbu dapur aja bisa jadi masalah, salah menggunakan gelas jg bs jadi masalah.. tapi ya namanya orang tua maunya didengarkan nah kalau timingnya lg pas gantian deh kita ajak diskusi sm komunikasi

      Delete
  4. yupss...
    sabar dalam hal apapun mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes maak..sumbu sabar harus panjang ga habis-habis ;)

      Delete
  5. Saya bersyukur dikaruniai mertua yang pengertian juga mbak. Jd, lebih mudah beradaptasi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mba, beruntung banget dapet mertua yg pengertian. Terima kasih ya mba sudah mampir

      Delete
  6. wah memang hebat ya yang bisa akur dengan mertua, karena keduanya saling mengerti, bukan salah satu pihak saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. ternyata ga melulu konflik kok mertua - menantu ini. Makasih yaa sudah mampir :)

      Delete
  7. Sahabat saya bisa bertahun-tahun seatap dengan mertuanya dan alhamdulillah baik-baik saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba..ga melulu konflik kok, kalau semua bisa dikomunikasikan dengan baik, mengalah, dan bersabar

      Delete
  8. Sabar itu bener banget, sama jangan terlalu baper mungkin ya.


    https://elisamonic.wordpress.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba..awal2 aku mah baperan eeeh lama2 bs beradaptasi juga dgn kebiasaan keluarga baruku :)

      Delete
  9. gak punya mertua lagi Mba, hiiiks

    btw blognya sdh saya folow ya Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya mbaaa..ku BW balik dan follow :))

      Delete
  10. betul banget, mertua adlah orangtua kita juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba..mertua orang tua kita juga, jadi rasa sayangnya-pun sama seperti sayang kita ke orang tua kita

      Delete
  11. Wahhh senengnya bisa akur dengan mertua, semoga kelak saya juga begitu deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. terima kasih sudah mampir yaaa

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature