tentang baby blues, momen menyusui, insisi

image source klik here
Gimana rasanya jadi ibu baru?
Banyak yang Tanya sama saya, saya kena baby blues atau ngga? Dan saya memang kena baby blues..yaa saya mengakuinya dan jangan ditanya rasanya seperti apa.

Apa rasanya? Luar biasa rasanya, dan hati-hatilah sama yang namanya baby blues ini..
Pasca persalinan itu  ternyata membutuhkan perhatian yang sangat amat jauh lebih besar dari masa kehamilan.. kenapa begitu? Yaa sebagai seorang manusia yang baru saja menyandang status IBU masih beradaptasi dengan ritme kehidupan yang baru dan tentu saja berubah.. berubah jam istirahatnya, berubah prioritas hidupnya, dan perubahan-perubahan lainnya dalam poros hidup.
Mungkin banyak yang bilang saya lebay yaa tapi itu yang saya rasain dan saya bersyukur saya cepet sadar dan kembali waras karena support suami yang begitu besar dan support group yang saya punya.


Gimana baby blues yang saya rasain? Saya sempet desperate karena setiap kali momen menyusui Arsyad datang yang saya rasain bukan bonding antara anak-ibu tapi rasa kesakitan yang luar biasa..
Iya putting saya lecet, bedarah, bahkan pinggiran putting yang dekat daerah aerola bolong sobek istilah di dunia per-laktasiannya adalah mastitis. Sempat Arsyad menangis meminta nenen saya diamkan begitu aja dan ayah aiklah yang menggendong atau momen growth spurt Arsyad yang membuat saya kewalahan meladeninya dengan posisi PD yang mastitis. Rasa sakitnya luar biasa dan badan ini rasanya seperti digebukin se-RT. Untung saya cepat waras, dan inget hadirnya Arsyad dalam hidup saya adalah jawaban dari segala doa dalam rumah tangga kami, dan saya inget dulu waktu hamil pengen banget cepet-cepet ketemu Arsyad.

Saya menyadari kalau keadaan ini ga bisa didiamkan begitu saja, insting saya mengatakan ada yang salah dalam proses menyusui saya, dimana momen menyusui yang indah??  Akhirnya saya dan Ayah Aik memutuskan untuk datang ke dokter laktasi karena hal ini ga bisa dibiarin gitu aja. Dan Alhamdulillah langkah saya dan ayah aik ambil tepat. Hari itu kami datang ke RS Hermina Bekasi dan bertemu dengan DR Sylvia Haryeny, beliau sangat komunikatif dan cukup menenangkan saya. Ternyata akar permasalahannya ada di pelekatan atau posisi menyusui yang belum benar antara saya dan Arsyad. "Oke 2 minggu dari tanggal kita ketemu kamu balik lagi ketemu saya yaa, kita lihat perkembangan BB-nya arsyad." itu pesan Dr Sylvia kepada saya. Dan 2 minggu kemudian saya datang lagi dan ternyata bobot Arsyad hanya bertambah 100gr dalam 2 minggu. Ooooh runtuh sudaaah pertahanan hati ini untuk jadi Ibu yang kuat dihadapan suami dan tentunya perasaan gagal sebagai Ibu langsung terbesit gitu aja. Dr sylvi meminta saya untuk menunjukkan bagaimana posisi saya menyusui dan posisi saya sudah tepat tapi kenapa bobot Arsyad hanya bertambah 100gr dan mastitis ini ga kunjung sembuh jugaa. Lalu Dr Sylvi memeriksa lidah Arsyad dan yaak Arsyad Tongue Tie. "Tongue Tie?? apalagi sih inii?.." pikir saya. Dr Sylvi juga menyarankan untuk tindakan insisi agar Arsyad dapat menyusui dengan leluasa tak terhalang oleh gerakan lidahnya. Tongue tie ini mengakibatkan Arsyad nenen hanya sekedar mentil dan ASI yang masuk kedalam tubuhnya sedikit. Pantas saja kalau nenen bisa berjam-jam dan ga ada puasnya pikir saya. Dokter memberikan waktu kepada kami unuk diskusi apakah tindakan insisi ini mau hari itu juga dilakukan atau kami sebagai orang tua pikir-pikir dulu. Ayah Aik langsung mengiyakannya, saya sempat bertanya sama Dokter apakah ada side effectnya dengan tindakan ini dan Dr sylvi meyakinkan kami kalau semua akan baik-baik ajaa. Dan insisipun dimulai "cekriis sedikit ya sayaaang..." dan mulut Arsyadpun penuh dengan darah dan Dokter segera menyerahkan ke saya dalam kondisi saya sudah siap untuk menyusui Arsyad. Akhirnya Arsyad tertidur pulas, darah dalam mulutnya berangsur menghilang dan berpindah memenuhi payudara saya. "Kerasa ga bedanya posisi menyusuinya?" tanya dokter dan sayapun mengiyakannya. Memang gerakannya langsung berubah dan dia nenen dengan leluasa.
2 minggu setelah Arsyad insisi mastitis saya pun sembuh, alhamdulillah..

Saat ini yang saya rasain momen menyusui itu begitu indah, Arsyad menatap wajah saya, tangan mungil itu menggenggam tangan saya, sampai-sampai ia tertidur pulas dalam pelukan saya.

Memang menyusui harus dengan keras kepala, semangat baja daan bye bye baby blues! saya sudah bangkit kembali 
1 comment on "tentang baby blues, momen menyusui, insisi"
  1. aduuhhh terharu bacanya yu.. fia bb-nya sih baik.. sminggu nambah 350gr.. tapi masih lecet2 ini PD.. pelekatannya belom bener kali ya

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature