Belajar dari mereka


Hampir 30 tahun pernikahan yang mereka jalani..mereka adalah mama dan papa yang telah membesarkan saya hingga saya berada di usia yang ke 23 tahun ini. Banyak pahit dan manis sebuah perjalanan pernikahan yang dapat saya petik dari mereka. Mulai dari menjaga serta membina kualitas hubungan pasangan sampai kepada bonding terhadap anak-anak mereka. Satu hal yang membuat saya bahagia sampai sekarang..terima kasih ya Allah karena engkau telah memilihku untuk menjadi anaj-anak mereka, buah hati mereka.
Saya beruntung memiliki mereka. Mereka yang sampai saat ini bisa membagi tawa saat hari-hari tuanya. Melihat anak, mantu, dan cucu mereka untuk bahagia bersamanya.
Tua itu pasti dan dewasa itu pilihan. Dan umur itu tidak menjamin kedewasaan seseorang dalam berpikir atau menyelesaikan suatu masalah. Itu yang saya pelajari hari ini dalam suatu forum pertemuan dan kala itu mama hadir.
Sampai di rumah banyak komentar yang mama utarakan, banyak nasehat yang saya dapat dari mama khususnya dalam berumah tangga nanti.
Orang tua belajar dari anak, dan anak belajar dari orang tua. Yang seorang anak butuhkan bukanlah sosok orang tua yang sempurna tapi orang tua yang mau ikut tumbuh bersama serta belajar bersama sang anak, tak hanya menjadi sosok orang tua tapi juga teman baik untuk anak-anaknya. Kenapa demikian, agar si anak dapat melepas keluh kesah dalam segala aktivitasnya, bercerita mulai dari hal yang kecil sampai yang besar.
Setelah menikah nanti jangan hanya menjaga kualitas hubungan dengan anak saja, melainkan harus menjaga kualitas hubungan dengan pasangan. Gesekan-gesekan dalam rumah tangga pasti terjadi, jika itu terjadi ingat dimana hari pertama kali kalian jatuh cinta, ingat dimana hari kalian mengucap janji bukan hanya janji kepada pasangan kamu tapi janji kepada Tuhanmu.
Sepanjang perjalanan pernikahan mereka hal itu pun terjadi dan aku tau bagaimana cara mereka mengatasinya. Dalam setiap hubungan pasti ada titik kejenuhan, dan setiap pasangan harus kreatif dalam menghadapinya.
Kata mama kalau sampai pada titik itu lakuin apa yang dulu pernah dilakukan pas pacaran. Dating nonton berdua di bioskop, nyemilin popcorn, liburan bareng.. Gimana nasib si anak mah? Titip anak ke si mba atau eyang.. waktunya ga lama kok..anak pasti ngerti. Itu yang mama bilang.
Liburan tahunan juga perlu. Itu perlu buat bonding antar anggota keluarga. Semua di planning, semua dialokasikan budgetnya. Kejutan-kejutan kecil juga bisa suami/istri lakuin. Kayak sisipin notes di bekal makan siang ya dibawa, ucapan terima kasih, sayang, pillow talk yang dilakuin setiap malam. Itu bisa memperkuat kualitas hubungan dengan pasanga. Yang paling terpenting, dekatkan keluargamu pada agamamu.

Beruntung dapet wejangan-wejangan dari mama sebelum akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan nanti. Dan sayapun banyak belajar dari hal-hal yang terjadi di sekitar saya. Sebagai seorang istri harus menjaga nama baik suaminya. Dimanapun si istri berada. Jangan menuntut suami harus mengerti atau istri yang harus mengerti melainkan keduanya yang harus mengerti.

Kekuranganmu ada di kelebihanku dan sebaliknya. Seharusnya perbedaan yg ada, membuat kita lebih kuat .

Dearest  friend..jangan khawatir atas apa yang sedang terjadi, selalu ada pelangi sehabis hujan dan mari kita belajar dari mereka....
2 comments on "Belajar dari mereka"
  1. sukaaa yu sama kata-katanyaaaaa hihiiih

    ReplyDelete
    Replies
    1. neneeeenggg..kecuuups :*
      kangen deeh

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature