Test Pack

Pasti pada heran deh liat judulnya. Ada apa dengan test pack? Sementara gue sendiri belum nikah..

Sabtu kemaren ke gramedia penville dan beli bebrapa novel diantaranya novel yang berjudul “Test Pack” karyanya teh Ninit Yunita (@istribawel). Sebenarnya novel ini sudah mencapai cetakan kesebelas, pertama kali keluar kalau ga salah sekitar tahun 2005. Kenapa beli novel ini? Katanya bacaan wajib untuk yang mau nikah. Ehmmmm..nikah? semoga semua dapat terlaksana dengan lancar apa yang jadi cita-cita gue yaa.. Bride to be! Aamiin..

Malamnya sampai dirumah langsung aja gue lahap ini novel dan berhasil bikin nangis sesenggukan.

Ga semua bakal gue jelasin apa sih isi dari novel ini, mending pada beli aja yaaa biar ga penasaran *evil laugh*

Baca novel ini bikin dag dig dug kalau yang mau berumah tangga tapi bisa jadi pembelajaran buat kita semua kalau berumah tangga atau menikah ga melulu bahagia, pasti ada up and downnya. Novel ini sih intinya bercerita tentang komitmen, komitmen dalam menjalani berbagai hal terutama berumah tangga.

Gue Cuma mau share bagian yang paling gue suka dari novel ini.

“Getting married was not my decison. Getting married with Tata was my best decision.” Lumer ga sih hati kalau pasangan kita ungkapin perasaanya itu ke kita..lumeerrr ciin bak es krim

Part lainnya yang paling the best adalah bagian “Senjata” ini agak bikin gue menohok yaaa kayaknya kok gue pernah kayak gini ke pasangan. Mengungkit ungkit masalah yang udah duluuuu banget padahal kita hidup untuk masa depan bukan masa lalu.

“Tidak ada manusia sempurna sehinggan kita semua tidak luput dari kesalahan. Di saat pasangan memiliki kelemahan, kita sering menyerangnya dengan “senjata” yang kita miliki. Karena pasangan pernah berselingkuh saat “pacaran” dulu sebelum menikah, kita membuat hal itu sebagai senjata yang bisa kita pakai kapan saja aat kita menyerangnya. Pasangan kita seperti orang yang ersalah karena masa laly. Kita seperti orang yang tidak pernah bisa memaafkan yang sudah terjasi.Padahal kita tidak hidup di masa lalu. Kita hidup di masa sekarang dimana senjata itu sudah tidak ada gunanya lagi. Apakah itu yang orang lakukan terhadap mereka yang dicintai? Attacking each other with weapons? Why can’t w forget what had happened?”

Komitmen? Apa sih arti komitmen menurut kalian? Komitmen menurut seorang perempuan yang akan menginjak usia 24 tahun seperti gue bukanlah hal sepele. Dan melakukan apapun entah itu pekerjaan atau masalah cinta dan masalah hidup sekalipun kita harus punya komitmen. Contohnya masalah pekerjaan gue berkomitmen untuk menerapkan budaya “NOW Atittude” dalam setiap pekerjaan yang gue lakuin. Ga ada kata-kata tarsok tarsok alias ntar besok untuk masalah kerjaan. Gue pling ga mau numpuk numpuk kerjaan yang nantinya bikin gue pusing sendiri. Kalau masalah cinta gue tipikal orang yang kalau udah satu ya udah itu yang gue harap untuk jadi yang pertama dan terakhir. Kalau masalah hidup,cinta,kerjaan komitmennya bukan sama diri sendiri tapi sama Allah juga, karena setiap langkah yang diambil harus melibatkan Allah yang artinya memohon kepadaNya agar segala sesuatunya dapat hasil yang terbaik entah itu positif atau negatif sama kayak hasil test pack kan?

Di novel ini penjabaran komitmen cukup dalam. Apalagi masalah komitmen dalam beumah tangga.

Part yang paling gue suka ...

Banyak hubungan yang patah hilang dan berganti kerana tidak memiliki komitmen.

‘I love her because of the way she treats me’

‘I love him because of te way he makes me feel’

‘I love her because she’s so beautiful’

‘I love him because he falls on my feet with roses and jewels’

Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yag dianggap indah. Jarang ada yang mengatakan ‘Saya Sayang Dia karena Saya Ingin Sayang Dia’

Itulah komitmen. Komitmen adalah sumber kekuatan bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinya.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi eorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami. Menerima dia ketika sedang tampan dan menerima juga mana kala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Sebuah makhluk yang bernama komitmenlah yang membuat seorang bapak tidak malu kepada rekan kerjanya dan berkata, “kenalkan ini anak saya, dan dia sedang melakukan proses rehabilitasi..and i’m proud of him”

Gue yakin sang anak akan menitikkan air mata karena betapa banyak orang tua yang marah, malu, dan mengekspresikan kemarahan dan rasa malu itu dengan menampar sang anak. Padahal jika dirunut ke awalke awal, banyak anak menjadi pemadat justru karena kurangnya peran orang tua dari awal.

Apa yang kurang dari awal? Komitmen memberi perhatian. Komitmen menjadi orang tua.

That’s how far a commitment will take you.

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai sesorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, pintar, mungkin karena dia kaya raya Tidak pernah terpikir apa jadinya kalau dia mendadak miskin, jahat atau tak sepintar dahulu.

Will you still love them?

That’s why you need commitment.

Don’t love someone because of what/how/who they are. From now on, start loving someone because you want to.

Itu tadi bagian-bagian yang gue suka dari novel ini, sekian reviewnya. Cita-cita gue kalau ketemu teh ninit adalah minta tanda tangannya di test pack gue ini. Huraaay!

Dan apa arti komitmen untuk kalian? J

2 comments on "Test Pack"
  1. jadi pengen baca ini noveel >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus lho novelnya..bikin berkaca-kaca bacanyaaa.. :)

      Delete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature