ScHatZ 08


Tak terasa sudah memasuki bulan ke 20 kami bersama. Yaa..aku dan dia..
Dia adalah laki-laki yang aku sayangi, laki-laki yang aku cintai, laki-laki yang membawa suatu perubahan besar di hidupku, laki-laki yang telah mendekatkanku dengan Allah, dia yang telah menyempurnakan hidupku, dan dia juga yang telah menyakitiku.

Awal pertemuan kami..
Pahit rasanya mengingat masa-masa ini, masa-masa dimana aku mendambakanya untuk menjadi pasanganku, masa-masa dimana terlalu banyak pahit yang aku dapat dari dia, masa-masa dimana aku mengenal kata “cinta”.
Ketika aku duduk di bangku SMA aku mengenal dia, meskipun kami tidak satu sekolah. Temanku Nanda yang mengenalkan dia padaku. Saat pertama kali berkenalan, kami lalui melalui sebuah dunia komunikasi yaitu melewati sms atau telepon. Walaupun hanya melalui dunia itu, aku merasa dekat sekali dengan dia, aku merasa sudah mengenali dia sejak lama dan sampai akhirnya kamipun sepakat bertemu di hari ulang tahunnya 27 Desember 2004 bertempat di sebuah mall bilangan Jakarta Selatan. Saat itu akupun merasa kikuk, tak tahu apa yang harus aku lakukan. Tapi dia dapat mencairkan suasana dan obrolan demi obrolanpun berjalan mengalir seperti air.
Namun sayang hubungan kami tak selancar derasnya air mengalir, sayang saat itu dia telah memiliki wanita lain dan menganggapku hanya seorang adik. Namun entah mengapa walaupun Cuma sebatas itu hatiku sangat senang.
Waktu terus berjalan sampai akhirnya kami benar-benar kehilangan kontak satu sama lain. Dan akupun menjauh karena tak ingin merusak hubungan orang lain.
Dan aku mulai bisa menerima kenyataan bahwa cinta itu memang tak harus saling memiliki, yaahh walaupun awalnya pahit sekali menjalaninya. Dan akupun menemukan sesosok Dia yang lain dihidupku, sosok ini begitu sangat aku idam-idamkan, namun sayang sosok dia kali ini dipanggil Allah lebih cepat karena kanker otak yang dideritanya, pedih rasanya menjalani ini semua.
Tapi aku beruntung memiliki teman, sahabat yang selalu ada disampingku.

Allah mempertemukan kami kembali
Yaah..entah mengapa walaupun kami sudah kehilangan kontak satu sama lain tanpa disadari selalu saja hal yang kebetulan. Kini aku telah duduk di bangku kuliah, dunia kuliah memang sempat membawa diriku untuk melupakan dia, kesibukan aku di organisasi, kesibukanku dengan tugas, uas, uts, dan menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatku.
Siang itu entah kenapa ada sms masuk dari nomor yang tidak aku kenal, dan ternyata itu Dia dengan nomor barunya. Ya Allah entah harus senang atau sedih hati ini saat itu.
Yaa sedih karena harus mengingat masa lalu bahwa dia laki-laki yang pernah aku sayang, sayang sekali namun pergi meninggalkanku begitu saja bersama orang lain yang berada di sisinya saat itu.
Senang..ya hati ini sangat senang ketika dia masih mengingatku. Aku yang dia buang begitu saja dulu.
Dan kami pun terhanyut dalam kenangan-kenangan manis bersama dulu.

8 November 2008
Yaa..di tanggal ini kami memutuskan untuk menjalani hubungan bersama. Bukan sebagai “Adik” atau “Kakak” tapi sebagai sepasang karakter yang berbeda yang mencoba untuk saling meengkapi. Begitu banyak pertentangan hati sebelum aku memutuskan untuk memulai kembali hubungan ini. Namun Kata-kata mama selalu saja terngiang di telingaku. “orang ga akan menjadi lebih baik kalau kesempatan kedua itu tidak datang”. Yah..aku memutuskan untuk menerima dia untuk berada di sisiku.

Awal yang tak semanis dibayangkan
Beberapa bulan kami menjalani hubungan ini, entah kenapa hanya pertengkaran yang aku dapatkan, dia seakan tak sungguh-sungguh menjalani ini semua. Yaa..rasa ketidaknyamanan yang aku dapatkan awal hubungan ini. Dan rasa trauma yang terlalu berlebih yang hinggap di diriku. Yaa..aku takut, takut dia kembali lagi seperti dulu walaupun ia sudah berjanji.
Dan sampai akhirnya di bulan ke empat, kami memutuskan untuk berpisah.
Intropkesi pada diri masing-masing membawa kembali kami untuk bersama selang beberapa minggu, dan hal itu berjalan sampai detik ini aku menulis perjalanan kisah kami.
Dia bukan sosok sempurna yang punya segalanya, kami dua karakter yang sangat amat berbeda dan bersih kukuh setiap kali perdebatan itu datang pada pendapat masing-masing namun dalam beberapa menit kemudian pasti salah satu dari kami bahkan keduanya mengalah dan mencoba menggabungkan dua pendapat yang berbeda itu tadi.
Kami adalah sebuah puzzle, kami mencoba untuk mengumpulkan keping-keping puzzle untuk menyempurnakan hubungan kami walaupun kami berdua tidak sempurna, keeping-keping itu entah berada dimana, namun kami berusaha untuk menghadirkan kepingan yang lain untuk menyempurnakan dan melengkapi sampai saat ini..
Dan cerita ini pun akan terus berjalan, puzzle ini pun akan tersusun rapih jika Allah mengijinkan untuk kami bersama selamanya..yaa ada aku dan Dia dan keluarga kecil kami nantinyaaa..
Aku tau bahwa diriku tidak sempurna dan dia pun tidak sempurna, namun kami mencoba menjalani hubungan ini dengan sempurna..

Untuk Arief Lazuar Zulmi

Terimakasih untuk semua hingga detik ini.terima kasih untuk apa yang telah terjadi, terima kasih untuk kasih dan sayangmu, terima kasih untuk hari ini esok dan seterusnya.


Love,
Ayu

#cerita ini belum berakhir, cerita ini akan berakhir jika Allah memisahkan kita.
1 comment on "ScHatZ 08"
  1. dedicated for my yangoo..
    i will always love u yangoo...

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature