Slide Show

TENTANG RITUAL MERAYAKAN ULANG TAHUN ANAK


Mei nanti usia Arsyad genap dua tahun, sampai detik ini sih belum kepikiran mau dirayain atau nggak. Sebenarnya buat saya merayakan ulang tahun anak bukan jadi satu keharusan. Tradisi di keluarga saya sejak kecil memang dari umur satu sampai lima tahun selalu dirayakan, bahkan waktu duduk di bangku TK mama saya pernah merayakan ulang tahun saya dengan tema cinderella. Saya tiup lilin dan potong kue di dalam kelas dengan menggunakan baju cinderella. - -“


Selepas itu perayaan ulang tahun tidak ada lagi, hanya acara makan-makan keluarga dan tiup lilin bersama sebagai tanda ucapan rasa syukur. Sebenarnya kalau ditelaah lebih dalam lagi memang dalam ajaran agama saya tak ada perayaan ulang tahun, itu yang berlaku di keluarga suami. Buat dia hari ulang tahun sama seperti hari biasanya. Cuma memanjatkan rasa syukur dalam diri sendiri saja. Baru-baru ini saja sejak menikah mulai dari suami dan mertua kalau ada salah satu diantara mereka yang berulang tahun, saya punya inisiatif untuk mengadakan acara makan-makan sebagai rasa syukur dan kumpul keluarga.

Lalu gimana dengan Arsyad? Mulai tahun ini saya dan suami mau buat ritual birthday trip sekeluarga saja. Selain sebagai rasa ucapan syukur akan bertambahnya usia yang bermanfaat juga bisa jadi ajang quality time keluarga kecil kami. Mei nanti kami berencana mengunjungi salah satu tempat wisata yang sudah diidam-idamkan Arsyad, jaraknya tidak jauh dari Jakarta sih. Tapi saya dan suami berharap perjalanan kami bisa jadi kenangan manis untuk Arsyad kelak.

Sebenarnya saya bingung sih ada hal yang saya takutkan ketika saya merayakan secara besar-besaran ditiap kali ulang tahun Arsyad, saya takut ketika suatu saat tidak dirayakan ia akan berpikir atau merasa saya dan ayahnya tidak sayang sama dia (oke ini lebay) karena tidak merayakan ulang tahunnya, sementara sebelumnya dirayakan. Padhal sih kalau diberi penjelasan pasti anak akan mengerti. Satu hal lagi sih, sayang sama uangnya. :p

Kembali lagi ke kondisi finansial masing-masing keluarga, kalau dirasa cukup untuk merayakan ulang tahun dengan pesta besar-besaran ya monggo-monggo aja. Saya juga kalau punya uang seabreg mau sewa party planner segala ;p. Kalau kondisi budget pas-pasan bisa disiasati dengan merayakan ulang tahun di rumah, undang anak-anak tetangga dan keluarga. Kalau mau dirayakan sama keluarga inti ya monggo-monggo aja, seperti saya yang mau memulai ritual brthday trip ini.

Jadi intinya apa? Intinya mau curhat aja sih ini terus karena saya sama Silva udah bolos minggu lalu di #whenmommiestalk. Cerita juga dong kalau kalian punya ritual apa saat ulang tahun anak?

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

ASI LANCAR PASCA MASTITIS


“Menyusuilah dengan keras kepala” itu petuah yang selalu terekam dalam ingatan saya selama dua tahun ini menyusui Arsyad. Jalan menyusui Arsyad memang gak semulus yang saya bayangkan, awal tahap menyusui Arsyad saya terkena mastitis dan Arsyad dinyatakan tongue tie, hal tersebut bikin saya stress dan banyak mempengaruhi produksi ASI saya. Ditambah lagi masa cuti kerja yang sudah hampir mau habis namun tabungan ASIP saya masih belum banyak.

Apa sih sebenarnya mastitis itu?

suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI, mastitis tanpa infeksi, dan mastitis terinfeksi. Apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara, karena saluran tersumbat atau karena phampir ayudara bengkak, maka ini disebut stasis ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi.
Jadi waktu itu gejala yang saya alami adalah payudara keras, bengkak, area aerola dengan puting luka, dan demam tinggi. Rasanya tiap kali mau menyusui jadi mimpi buruk tersendiri buat saya. Akhirnya saya memutuskan untuk bertemu dengan dokter konselor laktasi di Rumah sakit Hermina Bekasi. Tak hanya saya yang diperiksa, Arsyad juga diperiksa dan dinyatakan tongue tie.
Menurut dokter mastitis ini terjadi karena adanya bakteri yang masuk kedalam puting saya yang terluka sehingga infeksi dan membuat badan saya demam. Dokter memberikan saya obat minum dan salep untuk proses penyembuhan radang payudara ini. Beruntungnya mastitis ini cepat tertangani dengan baik tidak sampai ke tahap abses payudara.

Selama proses penyembuhan mastitis saya ini, saya mencoba kembali mengumpulkan tabungan ASIP untuk Arsyad. Walau hasil perahan saya tidak begitu banyak tapi saya yakin tetap bisa memberikan dia ASIP. Saya mulai mencoba mengkonsumsi boosterASI apapun demi kelancaran ASI saya. Segala daun-daunan saya makan, andai saat itu daun pintu bisa saya makan agar ASI saya deras juga mungkin akan saya lakukan. Sampailah saya ketemu sama ASI Booster Tea yang merupakan teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia.

ASI Booster Tea

ASI booster Tea (walaupun tanpa kandungan daun teh) adalah sebuah suplemen penambah ASI yang terbuat dari bahan alami (herbal) dengan komposisi Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS,Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda.

Biasanya kalau beli sesuatu saya pasti akan mencari review atau testimoni orang-orang yang sudah menggunakan produk tersebut, ketemulah saya dengan grup Pejuang ASI II dan testimoni pengguna ASI booster tea lainnya.

Yang Saya suka dari produk ini adalah 100 persen terbuat dari bahan herbal dan aman untuk dikonsumsi oleh si ibu serta tidak ada efek samping untuk bayi. Bahan-bahan yang terkandung dalam ASI Bosster Tea ini sangat kaya manfaat.

Manfaat ASI Booster Tea

Kalau tidak suka sama bau atau takut pahit jangan khawatir, biasanya saya menambahkan madu atau gula rendah kalori (gula stevia) jangan lupa ditemani sama sepotong roti atau biskuit, dijamin enak ngetehnya. Dari pasca penyembuhan yang sekali pumping saya hanya diangka 100ml, secara bertahap kenaikan produksi ASI saya cukup memuaskan diangka 200-250ml sekali perah di satu payudara saja.

Hal yang paling saya takutkan pasca mastitis adalah produksi ASI saya seret dan tidak maksimal, tapi berkat konsisten pumping, rutin mengkonsumsi minum ASI Booster Tea, dan menjaga pola makan, alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa menyusui Arsyad. Saya bisa tetap memenuhi pasokan ASInya walaupun saya tinggal bekerja. Selain itu jangan lupa untuk tetap happy dan semangat mengASIhi karena happy mommy raise happy kids J

 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

JALAN-JALAN KE TAMAN BUAH MEKARSARI


Weekend kemarin sebenarnya pengen gegoleran di kasur aja rasanya tapi sayang juga kalau gak menciptakan momen libur akhir pekan yang menyenangkan untuk Arsyad. Sudah lama juga saya gak ngajak dia untuk kegiatan outdoor. Awalnya pak suami ngasih pilihan mau CFD atau ke Taman Buah Mekarsari, setelah dipikir-pikir Arsyad kan belum pernah ke Taman Buah Mekarsari jadi deh saya sekeluarga mutusin untuk pergi kesana sekalian jemput mama eyang yang lagi me time bareng ibu-ibu PKK disana.

Kami berangkat sekitar jam 9 dan jarak tempuh rumah mama saya ke Taman Buah Mekarsari tidak begitu jauh lewat jalan belakang. Jadi kemarin dari Bekasi timur kita lewat jalan belakang, melewati Setu, Metland Cileungsi, dan jalan tembusnya langsung sampai ke Taman Buah Mekarsari. Lebih dekat ketimbang kami lewat tol atau jalan via Cibubur. Sekitar jam 10 kurang kami sudah sampai di lokasi.

Harga tiket masuk area ini untuk parkir mobil Rp 15.000,- dan Rp 25.000,- per orang. Nanti kita akan mendapatkan kartu seperti e-money yang bisa kita pergunakan untuk deposit uang kalau-kalau kita ingin berbelanja buah, souvenir, naik wahana permainan, dan makan. Kartu ini nantinya bisa direfund dan dikembalikan lagi saat pulang.




Ini kunjungan ketiga saya ke Taman Buah Mekarsari, kalau Arsyad dan ayahnya ini kunjungan pertama kalinya. Kesan pertama dari suami sih panas dan biasa aja. Tapi beda reaksi Arsyad, dia antusias banget begitu lihat kereta mobil yang akan membawa kita mengelilingi area Taman Buah Mekarsar yang luasnya kurang lebih 264 hektar ini. Untuk naik kereta mobil ini tersedia dua tiket, tiket reguler dan tiket family garden tour. Untuk tiket reguler kita cukup mengeluarkan Rp 15.000,- dan tiket family garden tour Rp 55.000,- per orang. Bedanya apa? Kalau family garden tour kita benar-benar mengelilingi area taman buah, lalu turun memetik buah, melihat sawah, dan bisa pulang membawa bibit tanaman secara gratis. Kalau tiket reguler kita hanya mengelilingi area taman buah dan rutenya berakhir di area danau, tapi gak usah syediih kita juga bisa bawa pulang buah gratis kok. Kemarin kami memilih tiket reguler karena sedang tidak musim panen jadi sayang kalau beli tiket family garden tournya. Dengan tiket reguler saja Arsyad sudah happy banget dan kami bisa bawa pulang buah gratis, pisang dan kedongdong.



area ambil buah gratis
Dengan kereta mobil ini kita dibawa berkeliling area Taman Buah Mekarsari, melihat kebun jambu, pohon sawo, durian, area rusa tutul, melewati plaza air mancur, kids fun valley yang berisi wahana bombom car lalu rutenya berakhir di area danau. Setelah sampai area danau kami turun dan melihat-lihat sekitar area tersebut. Ada dermaga cinta lengkap dengan jembatan cintanya, area outbond, trampoline, dan berbagai wahana air. Tersedia perahu naga, perahu bebek, floating donut, dan ski. Harganya mulai dari Rp 15.000,- sampai 35.000,- per orang.




Kami sih kemarin gak nyobain wahana air tersebut mengingat Arsyad aktif banget anaknya jadi takut anaknya nyemplung - -“, duuh maafkan bunda yang parnoan ini ya syad. Di area danau yang luasnya kurang lebih 20 hektar ini tersedia jasa penyewaan tikar, murah banget hanya Rp 10.000,- sepuasnya. Jadi kemarin kami sewa tikar dan duduk-duduk di pinggiran danau sambil nyemil-nyemil cantik. Oh ya saran saya kalau mau berkunjung kesini bawa bekal dari rumah ya, dulu sih sempat ada resto CFC tapi kemarin ternyata sudah tidak ada, mungkin sudah habis masa kerjasamanya. Jadi hanya ada warung atau cafe yang menyediakan popmi, mi rebus, bakso, mie ayam, jus, nasi goreng. Harganya menurut saya sih relatif mahal. Kemarin kami mencicipi bakso seporsinya Rp 18.000,-, rasanya biasa bangeeet dan indomie rebus pakai telor Rp 15.000,- per porsi tapi entah kenapa ga ada rasanya. - -“

Beruntung di area ini toiletnya bersih, karena Arsyad kemarin pup disana. Lagi-lagi saya rewel banget sama masalah toilet ini, kalau pergi kesuatu tempat pasti yang dilihat toiletnya, kalau jorok langsung ilfeel.

Setelah bosan gegoleran di pinggir danau kami menyusuri dermaga cinta dan berjalan menuju area outbond ternyata ada tempat penyewaan sepeda. Range harga untuk sepeda single Rp 20.000,- per 30 menit, scooter Rp 15.000,- per 30 menit, dan sepeda tandem Rp 30.000,- per 30 menit.



Melihat kondisi Arsyad dan ayah yang mulai krengki karena lapar plus ngantuk, kami memutuskan untuk pulang. Di area danau ini ada shelter kereta mobil yang bisa kita pergunakan untuk kembali ke titik awal atau dekat dengan pintu masuk. Jadi gak perlu berjalan kaki, cukup naik kereta mobil lagi. Sayang kemarin kami tidak sempat melihat Pongo Show atau ke area souvenir.

Kemarin saat kami kesana tidak begitu ramai area taman buah Mekarsarinya justru yang ramai adalah area kolam renang Water Kingdom yang dekat dengan resto Taman Air. Lain kali kami ingin mejajal si Water Kingdom ini deh rasanya. Kalau untuk Taman Buah Mekarsarinya hmmm rasanya cukup yaa karena belum ada penambahan area wahana yang asyik untuk dicoba lagi.

Ohya yang tidak tahan panas jangan lupa bawa payung dan pakai kacamata cengdem! :p

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

TENTANG BERBAGI PERAN DALAM RUMAH TANGGA


“Kita nikah yuk!”

Waktu pak suami melontarkan kalimat tersebut saya Cuma diam seribu bahasa. Serius nih udah mau nikah? Serius ini jodohnya? Banyak hal yang akhirnya menjadi bahan pertimbangan, diskusi buat kami meski hal tersebut remeh-temeh hanya karena kami ingin bisa berumah tangga dengan lebih baik bahkan jauh lebih baik dari kedua orangtua kami.

Ketika memutuskan berumah tangga banyak hal yang kami diskusikan bahkan sampai sekarang masih jadi bahan diskusi dan review kami yaitu tentang berbagi peran. Baik itu peran dalam keluarga, pekerjaan rumah tangga, dan pengasuhan. Kamis ini, Silva ngajakin saya untuk nulis seputar pengalaman berbagi peran dalam rumah tangga.


Saya termasuk tipe yang go with the flow untuk urusan keuangan keluarga. Borosnya setengah mati. Lain dengan suami yang tipe mikirnya panjaaang sampai kedepan. Bahkan dia memikirkan bagaimana kondisi saat dia dipanggil yang maha kuasa, saya sebagai istrinya harus berbuat apa. Begitulah pernikahan, saling mengisi bukan?

Hal-hal kecil bahkan gak luput dari pemikirannya, alhamdulillah Allah kasih jodoh saya seperti itu. Walaupun awalnya saya merasa dia orang yang paling ribet sedunia tapi keribetannya membawa manfaat buat keluarga kecil yang sedang ia bangun bersama saya.

Dalam hal karir, saya memutuskan untuk melambatkan karir, biarlah saya tetap seperti ini saja, gak ngoyo yang penting roda perekonomian rumah tangga kami bisa tetap berputar. Lain halnya dengan suami, ia saya “paksa” untuk terus berlari dan mengembangkan diri. Saya gak pernah bosan untuk mengingatkan agar ia menempuh studi profesi kembali. Ya semua itu juga kan demi keluarga kecil kami. Saya percaya tidak bisa dua-duanya berlari, harus ada salah satu yang melaju pelan dan saya memilih melaju pelan dan melambatkan karir sembari terus mengejar mimpi-mimpi saya. Meski yang saya lihat ia santai tapi dari rencana-rencananya saya yakin ia dapat mengejar itu semua.

Saya berpikir ketika ia kelak berhasil menggapai semua rencana dan mimpinya bukankah itu juga keberhasilan saya sebagai istri?

Begitu juga urusan domestik rumah tangga, anggapan kalau laki-laki hanya bertugas mencari nafkah dan istri bagian di dapur terpatahkan. Dari awal menikah saya sudah mengajukan proposal pekerjaan rumah tangga yang harus ia lakukan dan kami berkomitmen untuk saling bantu. “Pokoknya kalau punya anak, bikinnya berdua ngurusnya juga berdua”, kata saya.  Suami gak segan membantu saya untuk urusan domestik rumah tangga, ia  membantu saya mencuci piring, mencuci baju, setrika baju (walau lamaaa banget nyetrikanya), ngosek kamar mandi, dan sekarang saya meminta kalau weekend, dia yang memandikan Arsyad agar bondingnya dengan anak semakin kuat.

Intinya mengenai berbagi peran ini adalah ikhlas, komunikasi, dan komitmen. Karena kami sadar membagi waktu dan konsentrasi untuk bekerja sekaligus mengurus anak dan segala domestik rumah tangga bukan hal yang mudah. Jadi memang tiap pasangan dituntut untuk saling mengisi, bekerjasama, dan kompak.

 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

#WHENMOMIESTALK : #PROTESMAKANMAYIT


Saya sama Silva sempat bingung kamis ini mau nulis apa setelah kamis kemarin kami bolos nulis hehehehe. Sampai kemarin akhirnya mentok gak tau mau nulis apa dan akhirnya kami menyuarakan opini atau pendapat pribadi serta protes kami mengenai event kontroversial yang kemarin ramai diperbincangkan, yaitu #makanmayit.

Sehabis melihat hestek tersebut saya gak makan seharian, serius! Gak tahu rasanya mual banget dan terus inget sama foto-foto yang ramai beredar. Duh, saya gak tega masang foto-fotonya di blog ini, silahkan google sendiri. Tapi saya penasaran apa sih maksud dari ini semua, tujuannya apa, berangkatlah saya menggali informasi.

BACA PUNYA SILVA
#MAKANMAYIT DAN KARYA SENI

Natasha Gabriella Tontey seoarang seniman muda berbakat, 27 tahun. Tontey masuk dalam 10 seniman muda Indonesia paling bersinar versi Detikcom. Sejak 2008, ia pernah terlibat dalam berbagai pameran antara lain : Glosarium, Galeri foto jurnalistik Antara (2008), Body Festival, Ruang Rupa (2013), dan Youth of today.

(ternyata kita masih seumuran sis!)

Proyek seni yang ia garap kali ini bertema “little shop of horrors”, dimana mempertunjukan jamuan makan malam bertajuk #makanmayit yang mengangkat tema kanibalisme dan ternyata Tontey atau @roodkapje ini telah dua kali menyelenggarakan event serupa, makan mayit yang kedua.

Menu yang disajikan ada makanan menyerupai fetus (janin yang gugur), puding bayi kecil berwarna merah segar, roti tete yang kabarnya terbuat dari bakteri ketek bayi, keju yang diklaim terbuat dari ASI murni yang ia dapatkan dari salah satu temannya sebagai donatur ASI, sup kuping bayi, otak bayi berlumuran darah segar. Duh udah gak sanggup nyebutinnya lagi,huuuft!

Lalu undangan yang datang duduk di meja panjang lalu bersama-sama menyantap hidangan tersebut. Saya SHOCK! Kok isooo yooo?

Pertunjukan seni makan mayit ini konon sudah melewati proses riset yang panjang tapi yang saya sesalkan kenapa sang seniman sempat mencatut nama AIMI Jogja dan gak tahu kalau asosiasi tersebut ada di Indonesia dan berbadan hukum. Akhirnya Tontey sang seniman mengklarifikasi dan melakukan permintaan maaf kepada AIMI Jogja.

Yang masih bikin saya bingung sampai saat ini kenapa sih harus menggunakan ASI dan bayi sebagai objek karya seninya yang mengangkat kanibalisme ini? Kenapa gak pake objek tubuh koruptor aja. Saya memang gak ngerti seni, gak artsy, gak asyiquelah. Sempat melontarkan komen di IG sang seniman, lalu orang-orang yang pro berkata kami-kami ini yang protes adalah emak-emak baperan. Laaah emang kalau jadi emak-emak gampang baper dah! Anak sakit aja emak baper, merasa bersalah, endesbre endesbre. Terus disuguhi pertunjukan seni semacam ini ya bapernya tingkat dewa.

Kami empati dan memikirkan nasib para perempuan lain.
Perempuan yang sedang memperjuangkan kehadiran malaikat kecil dalam hidupnya
Perempuan yang sedang memperjuangkan ASInya
Perempuan yang harus menguatkan diri ketika kehilangan janinnya

Saya sebagai perempuan yang mengalami baby blues dan mastitis melihat ini hati saya sedih, lalu berpikir bagaimana nasib perempuan yang mengalami post partum depresion melihat ini? Secara psikologis dia sedang tidak baik, bisa saja kan hal ini ditiru oleh si ibu yang terkena PPD akut dan menggugah sisi kanibalisme seseorang. Sudah banyak kan berita ibu bunuh anak karena PPD, jangan sampai hal itu terjadi lagi. :((((

Kalau dirunut lagi donor ASI itu juga gak sembarangan. Donor ASI dilakukan dengan berbagai pertimbangan mulai dari jenis kelamin anak, riwayat kesehatan ibu seperti alergi, mengkonsumsi alkohol atau tidak, merokok. Dalam agama sendirikan sudah jelas tentang aturan saudara sepersusuan seperti apa. Apakah hal ini juga sudah dipikirkan secara matang ketika membuat karya ini?

ASI dan ari-ari yang disimpan di cord blood bank itu bukan kanibalisme, bayi minum ASI selama 2 tahun ya karena itu nutrisi terbaik yang dihasilkan oleh Ibu untuk dinikmati anaknya, itu hak ibu dan anak.

Tentang ari-ari bayi baru lahir atau stem cell yang ia bilang kalau sakit tinggal dimakan untuk proses penyembuhan. Stem cellnya gak langsung dimakan kali ah, ditransplantasi, masa iya dimakan gitu aja ari-arinya. Huuft!

Coba baca disini manfaat menyimpan stem cell KLIK DISINI

Entahlah ASI dan bakteri keringat bayi yang selalu digembar gemborkan untuk karya seni Tontey ini asli atau hanya sebuah gimmick saya masih belum dapat jawaban pasti karena seperti yang kita tahu dari beberapa media jika ada pertanyaan ini, jawaban dari Tontey gak mbulet. 

So, saya mengharapkan kedepannya tidak ada event semacam ini lagi, karena kabarnya event serupa akan digelar di Jogja. Hal ini juga sudah mendapat teguran keras dari ibu mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Yohana mengenai event ini. Saya gak melihat “pesan”  yang mau disampaikan ini nyampe kepada para undangan yang hadir kemarin, rata-rata mereka hanya posting keseruan eventnya saja dan tidak bertanggung jawab dengan keramaian yang dibuat, hanya ingin terlihat keren dan sok artsy aja.

Saya sudah menandatangi petisi ini sebagai bentuk protes dan kepedulian saya




 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

CINTA DARI KELUARGA KITA


Sejak menyandang peran sebagai Ibu rasanya diri ini tak pernah puas untuk menggali informasi mengenai pengasuhan atau parenting. Apalagi dulu saya pernah mengalami baby blues yang cukup mengkhawatirkan dan merasa tertekan dengan peran baru saya tersebut. Saya seperti memakai topeng untuk menutupi segala kegelisahan saya, panik, cemas manakala saya tidak bisa menjadi Ibu yang sempurna untuk keluarga (padahal pada kenyataanya gak harus sempurna juga kan?). Ada rasa takut yang menghantui diri saya kalau-kalau saya salah mengasuh Arsyad. Bingung bagaimana mengatur waktu agar hubungan dengan suami tetap hangat, bagaimana berdamai dengan mertua yang seatap, bagaimana saya mengelola emosi saya ketika ada intervensi dari pihak orangtua dan mertua tentang pola pengasuhan saya dan suami.

Gak mudah rasanya untuk Ibu baru macam saya menghadapi itu semua, sampai sekitar April 2016 ka Arninta posting informasi kelas Rangkul dari Keluarga Kita dan materi yang dibahas ngena banget untuk saya, hubungan reflektif. Mumpung Arsyad belum setahun, gak ada kata terlambat kan memperbaiki pola pengasuhan yang belum “pas” saya terapkan ke Arsyad.

Dalam sesi bicara rangkul waktu itu membahas bagaimana menghadapi perbedaan pola asuh, bagaimana mengelola emosi dalam hubungan, bagaimana menerapkan i-message agar komunikasi lebih efektif lagi ke suami. Yang saya suka dari kelas ini kita gak hanya lihat pembicara memberikan materi parenting tapi kita sebagai peserta ikutan sharing. Jadi ada feedbacknya dan pengalaman yang dibagikan sama peserta lainnya itu juga berarti banget buat saya. Sampai pada akhirnya saya ikutan tiga kelas kurikulum yang diadakan oleh Keluarga Kita dan akhirnya ikutan nyemplung jadi relawan keluarga kita.

Keluarga Kita buat saya adalah salah satu support system dalam hidup saya, dari sana saya banyak belajar. Senang rasanya bertemu dengan ibu Najeela Shihab, mba Yulia, mba Andin, mba Gita, dan tim Keluarga Kita lainnya.

Saya ingat betul apa yang dikatakan oleh bu Elaa

“Parenting is not personal, the way we raise our children will affect the society”

Ya Arsyad akan tumbuh besar, menjadi kepala keluarga nantinya dan saya harus mempersiapkan dia menjadi kepala keluarga yang terbaik untuk keluarga kecilnya kelak dan pola pengasuhan yang saya terapkan ke Arsyad pasti akan berpengaruh dalam rumah tangganya. Gak hanya itu kelak ia juga akan berkontribusi untuk masyarakat sekitar dan lagi-lagi pola pengasuhan berperan dalam perkembangan diri Arsyad.

Duuh..mikirnya jauh banget yaa? Tapi coba diresapi deh itu tuh betul banget. Karena saya punya “hate relationship” sama almarhum papa saya, suami juga dari keluarga broken home. Jadi saya dan suami benar-benar berjuang agar kehidupan kami lebih baik dari orangtua kami. Kami mencoba berdamai dengan masa lalu yang kami lewati. Kami sudah ikhlas. Sekarang yang kami pikirkan adalah bagaimana membesarkan Arsyad dengan baik.

(duuh ngetik ini sambil mewek)

Keluarga Kita mempunyai lima prinsip pengasuhan yang dipilih berdasarkan pengalaman, data, dan riset. Apa sih lima prinsip pengasuhannya? Jawabannya adalah CINTA.

C- Cari Cara

Parenting is a marathon, aim for the future. Keluarga Kita mencintai dengan CARI CARA sepanjang masa. Tantangan yang kita hadapi ditiap tahap perkembangan itu berbeda dan kita hadapi dengan strategi yang berbeda melalui berbagai cara. Apa yang kita terapkan saat ini tentunya gak akan langsung terlihat hasilnya dalam 1 atau 2 minggu tapi tujuannya jangka panjang. Tidak boleh menyerah untuk hasil yang terbaik dengan mencari cara.

I – Ingat Impian Tinggi

Expecting the best of them, take a leap of faith. Keluarga Kita mencintai dengan Ingat Impian Tinggi. Sayangnya sebagian kita hanya sibuk dengan ambisi pribadi dan sederet tuntutan yang ingin kita dapat. Orangtua seharusnya percaya anaknya bisa melakukan sesuatu yang baik sebelum anak membuktikannya. Memiliki aspirasi yang tinggi pada anak dan percaya bahwa anak memiliki kecendrungan positif dalam dirinya.

N – MeNerima Tanpa Drama

Loving the worst of them, unconditionally. Keluarga Kita mencintai dengan meNerima tanpa drama. Sebagai orangtua cinta kita diuji saat anak mengalami kegagalan, tekanan emosi, tantangan yang sulit ia lalui, disinilah peran cinta orangtua seharusnya menonjol lebih besar dengan mengendalikan amarah, lalu terus memberikan mendukung, dan terus memahami kebutuhan anak tanpa syarat.

T – Tidak Takut Salah

Parenting is for growing, mistakes are for learning. Keluarga kita mencintai dengan Tidak Takut Salah. Saya selalu ingat kata-kata bu Elaa “anak tidak butuh orangtua yang sempurna, tapi anak butuh orangtua yang mau terus belajar bersama-sama”. Anak tidak bisa memilih mau lahir dari orangtua mana begitupun sebaliknya. Terus belajar dan tidak takut salah, karena kesempatan kedua tidak pernah sia-sia.

A – Asyik Main Bersama

Parenting is fun, plays are powerful moments. Keluarga Kita mencintai dengan Asyik Main Bersama. Interaksi yang hangat antar anggota keluarga itu candu. Kita wajib hadir dengan sepenuh hati dan sepenuh tubuh.

Kelima prinsip ini melahirkan tiga kurikulum yang saling melengkapi dalam Keluarga Kita.

Hubungan Reflektif – Berbicara seputar membangun hubungan yang baik sebagai orangtua, mengenali emosi, sebagai keluarga besar, hidup dan tumbuh bersama orang di sekitar.

Disiplin Positif – Tentang penumbuhan disiplin, karakter, kemandirian, tanggung jawab, integritas, dunia digital, pola makan, pendidikan seksualitas.

Belajar Efektif – Tentang mengembangkan kemampuan anak terampil di dunia akademis dan non-akademis sebagai bekal untuk dirinya hidup dan berprestasi.

Kalau ada yang mau tahu lebih dalam lagi tentang materi kelas kurikulum Keluarga Kita silahkan follow akun instagramnya @keluargakitaid. 4 Maret 2016 nanti tim rangkul Jakarta Timur dan Jakarta Utara akan mengadakan sesi bicara rangkul hubungan reflektif dan istimewanya kelas ini diperuntukkan untuk para bapak/ayah, karena pengasuhan bukan hanya tanggung jawab Ibu.


Perubahan apa yang saya dapat setelah nyemplung kelas kurikulum, kelas rangkul, dan menjadi relawan keluarga kita? BANYAAAK. Yang jelas saya dan suami jadi semangat bahwa kami gak sendiri, banyak keluarga lain yang sama-sama berjuang seperti kami, saya bisa mengelola emosi saya jauh lebih baik dari awal-awal pernikahan kami, hubungan dengan mertua dan orangtua semakin intens, jauh lebih bisa mengendalikan diri ketika menghadapi Arsyad yang tantrum, dan PR saya masih banyak. Yuk mari sama-sama berbenah diri.

Terima kasih Keluarga Kita :*

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

MEDI-CALL, LAYANAN KESEHATAN DALAM GENGGAMAN


Tepat setahun yang lalu, Arsyad pernah tersiram air panas lebih tepatnya air dari dispenser. Saya panik bukan kepalang ditambah lagi kondisinya saat itu sudah jam 8 malam. Tanpa berlama-lama saya langsung bawa dia ke UGD rumah sakit terdekat, tapi lagi-lagi kami harus berhadapan dengan kemacetan. Selama perjalanan saya berandai-andai, “andai saja ada layanan home visit dokter yang gampang diakses, gak ribet perlu buat janji, dan gak perlu kena macet”.

Tepat di 18 Februari 2017 kemarin di Hotel Puri Denpasar, Jakarta , khayalan saya terjawab sudah. Sekarang saya bisa menikmati layanan kesehatan home visit dokter dengan mudah melalui aplikasi Medi-Call seperti memesan ojek online. Apa sih aplikasi Medi-call ini? Medi-call adalah aplikasi pemesanan layanan kesehatan melalui smartphone berbasis GPS yang telah sukses beroperasi di Bali dan digunakan oleh warga lokal dan turis asing. Jadi saat ini aplikasi Medi-call mengembangkan sayap layanan kesehatannya ke wilayah Jakarta.


Di dunia kedokteran, Medi-call merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang menyediakan layanan home visit dengan tarif kompetitif. Biasanya yang menikmati layanan home visit dokter dari kalangan mengengah keatas namun melalui aplikasi ini semua bisa mengakses dan menikmati layanan home visit dokter, karena harga yang dipatok standar dan transparan. Yang menjadi parameter penentuan tarif home visit dokter dari biaya konsultasi, tindakan, obat, dan lab.

Bagaimana cara kerja aplikasi Medi-Call?

Melalui aplikasi ini calon pasien tinggal log in dan memilih menu kesehatan yang akan digunakan. Lalu isi data yang diperlukan serta sampaikan keluhan kesehatannya.Kemudian pasien akan mendapatkan biaya panggilan atau tarif berdasarkan jarak dan parameter lainnya. Dokter yang sedang mengaktifkan aplikasi ini dan jarak aksesnya dekat dengan pasien akan mendapatkan notifikasi, selanjutnya dokter akan menghubungi pasien dan mengkonfirmasi beberapa data yang dibutuhkan lalu sampai ke tujuan rumah pasien tersebut.

Tindakan selanjutnya jika setelah memeriksa pasien, dokter akan meresepkan obat. Disini pasien tidak perlu untuk keluar rumah membeli obat karena sang dokter langsung yang akan memesan obat tersebut lewat aplikasi Medi-Call melalui fitur layanan pharmacy. Saat ini Medi-Call terintegrasi dengan Apotek K-24 lewat k-24klik.com maka obat tersebut akan sampai ke tempat tujuan.

Layanan apa saja yang dapat diakses melalui aplikasi Medi-Call ?



Tidak usah ragu menggunakan aplikasi Medi-Call 

Tenang saja ternyata dokter, perawat, tenaga profesional yang tergabung dengan Medi-Call  sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktek (SIP). Seleksi yang dilakukan pihak Medi-call cukup ketat dan review atau testimoni dari pasien nantinya akan menambah nilai plus tenaga profesional yang bergabung di Medi-Call.

Sayangnya saat ini layanan Medi-Call belum menerima asuransi maupun BPJS. Kedepannya akan segera dikembangkan. Pembayaran layanan ini juga baru bisa menggunakan sistem cash dan segera akan diaplikasikan sistem dengan penggunaan kartu debit maupun kartu kredit.

Senang rasanya tahu satu lagi aplikasi layanan kesehatan yang bermanfaat untuk seluruh anggota keluarga. Yuk unduh aplikasinya di Playstore atau kunjungi website Medi-Call.

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

Post Signature

Post Signature