Slide Show

TANYA JAWAB TENTANG DOULA



Saat ini pertanyaan tentang #kapanAdikuntukArsyad mulai sering datang mampir ke telinga saya. Dalam hati saya mengamini karena jujur saya sendiri tidak KB karena saya takut. *cemeeen banget emang anaknya. Yaudalah yaa sudah sama-sama paham mari atur jarak #adikuntukArsyad sesuai dengan kuasa Allah. *pembelaan

Tenang kali ini saya gak mau curhat masalah itu sih soalnya curhatannya bisa panjaaaaang banget. Sudah hampir tiga tahun saya berteman dengan sesorang yang berprofesi sebagai DOULA, beliau guru saya sewaktu saya mengikuti kelas prenatal yoga di BKT Duren Sawit saat hamil Arsyad, beliau juga salah satu bagian dari pengurus GBUS  (Gentle Birth Untuk Semua). Namanya Diana, Ibu dari satu orang anak, yang saat ini mendedikasikan hidupnya untuk mendampingi proses persalinan para ibu, sebagai doula.

Sebenarnya kalau di luar negri doula ini profesi yang sudah diakui, bahkan jika kita melakukan pendampingan persalinan dengan doula sudah tercover oleh asuransi.  Sayangnya di negara kita belum seperti itu L. Kalau dari kalian ada yang sedang hamil dan ingin menggunakan jasa doula untuk pendampingan persalinan, ini dia tanya-jawab saya dengan mba Diana tentang apa sih Doula itu?

APA SIH DOULA ITU MBA?

Kata “ doula “ berasal dari bahasa yunani yang artinya women caregiver  atau hamba perempuan dalam bahasa indonesia diterjemahkan “wanita yang menjaga”.
Sekarang kata doula digunakan untuk mendeskripsikan sebagai seseorang yang terlatih dan berpengalaman menemani persalinan, yang menyediakan calon ibu dan suaminya dukungan emotional, kenyamanan fisik dan mendampingi mereka untuk mendapatkan informasi sebelum (antenatal)/selama kehamilan, selama (inpartu) dan setelah melahirkan (postnatal).

SEJAK KAPAN MBA DI MENGGELUTI PROFESI INI?

Secara profesional menggeluti setelah mengikuti workshop Eat Pray Doula di Bali 2015. Namun pendampingan persalinan secara langsung maupun tidak langsung (online) saya lakukan tahun 2012 tepatnya setelah menggeluti hypnobirthing.

UNTUK MENJADI DOULA HARUS ADA SERTIFIKASINYA YA MBA?

Bagi yang ingin bekerja secara profesional dan mempelajari secara resmi mengenai seluk beluk doula dan apa saja pengetahuan serta tehnik yang dibutuhkan doula dalam mendampingi klien diwajibkan untuk mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasinya.

TUGAS SEORANG DOULA APA SAJA MBA?

Menyediakan dukungan moril dan emosional dan kenyamanan fisik (relaksasi, gerakan, pijatan dll), serta memberikan pandangan yang objektive dan mendampingi para kliennya untuk mengetahui informasi yang dibutuhkannya untuk membuat keputusan yang terbaik. Lalu Mengenal dan memahami fisiologi kehamilan dan kelahiran dan kebutuhan emotional selama persalinan, memfasiltasi dan menjembatani komunikasi antara klien, pasangannya dengan provider kesehatannya (bidan, dokter dan RS/klinik tempat bersalin), dan menjaga dan membantu para klien mendapatkan memory yang baik tentang persalinan.


APA SAJA SIH MANFAAT MELAHIRKAN DENGAN PENDAMPINGAN DOULA?

Penelitian yang dilakukan oleh Hodnet and colleagues tahun 2011 terhadap 15.000 wanita yang terlibat dalam 21 percobaan menyebutkan bahwa perbandingan antara para wanita yang mendapatkan pendampingan dan dukungan secara memiliki kemungkinan lebih besar untuk kelahiran spontan pervaginal, lebih sedikit kecenderungan menggunakan obat mengurang nyeri dan epidural, proses persalinan berlangsung lebih cepat, memiliki pengalaman persalinan yang lebih positif, bayi yang baru lahir memiliki skor apgar yang bagus dan meminimalkan persalinan dengan intervensi seperti vakum atau forcep dibandingan dengan wanita yang tidak mendapatkan pendampingan yang terus menerus selama persalinan.

SUKA DUKA SELAMA MENJADI DOULA APA SAJA MBA?

Menjadi seorang doula menurut saya harus memiliki passion yang besar dan mencintai bidang ini. Sehingga semua yang kita lakukan atas dasar cinta maka akan kita jalani dengan senang hati.

Suka nya alhamdulillah lebih banyak ya, banyak klien yang melewati persalinannya dengan bahagia dan mendapatkan pengalaman positif dan persalinan yang minim trauma. Terkadang tiba tiba ada yang mengirimkan atau memberikan bingkisan diam diam.

Dukanya terkadang kita harus menemani klien di malam hari, sehingga mau tidak mau kita harus stand by dan kurang tidur terlebih keesokan harinya masih ada hal yang harus dilakukan hehehee sepertinya yang ini hampir dialami semua doula yang kliennya melewati proses persalinan di malam hari. Tapi pengalaman seperti itu adalah pengalaman yang membahagiakan buat para doula.


BIASANYA MENANGANI BERAPA KLIEN DALA SATU BULAN?

Pendampingan yang saya lakukan tidak terbatas pada pendampingan secara langsung di hari H namun juga pendampingan tidak langsung (online). Untuk pendampingan online hampir setiap minggu ada bisa sampai 3 atau 4 orang. Untuk mendampingan langsung masih terbatas saya lakukan biasanya sebulan ada 1 orang.

BAGAIMANA KERJASAMA YANG DILAKUKAN DENGAN TENAGA MEDIS LAINNYA SEPERTI DOKTER DAN BIDAN?

Kerjasama dengan tenaga medis seperti bidan atau dokter mutlak harus dilakukan ya. Pertama mengenal mereka dengan baik memperkenalkan diri dan menjelaskan batasan dan koridor  sebagai doula jika mereka mebutuhkannya informasi tentang tugas doula. Hubungan mutualisme yang terjalin baik akan memberikan manfaat yang positif juga bagi para klien.

NAH KALAU MENGENAI RANGE BIAYA BAGAIMANA MBA?

Range biaya doula saat ini masih relatif disesuaikan dengan kebutuhan klien dan kondisi doula yang saat itu mendampingi. Misal ada pendampingan secara penuh selama proses melahirkan dari awal sampai selesai atau ketika di saat yang sama si doula ini hanya bisa menemani dari pertengahan proses sampai bayi lahirnya misal karena terhambat dalam perjalanan karena macet atau ada urusan sebelumnya. Jadi profesional fee juga disesuaikan dengan kondisi real timenya.

APA PENDAPAT MBA DIANA TENTANG SEBUAH PROSES KELAHIRAN?

Proses kelahiran sejatinya adalah proses yang sangat alamiah dari sejak manusia pertama diciptakan yaitu adam dan hawa. Proses kelahiran ini juga sebuah proses yang sangat  transformational bagi seorang wanita, menjadi seorang yang baru lagi, tidak hanya sebuah proses kelahiran bayi saja, tapi juga sebuah proses kelahiran ibu baru dan ayah baru.

Proses kelahiran adalah sebuah momentum yang terekam dalam memory seseorang yang akan diingatnya seumur hidupnya, sehingga bagi saya sebuah proses kelahiran harus dilakukan secara sadar dan semua kebutuhan fisik, psikis dan emosional ibu harus dipenuhi. Ketika semua kebutuhan ibu melahirkan dipenuhi maka secara langsung ataupun tidak langsung akan memberikan pengalaman positif dan minim trauma bagi ibunya apapun metode persalinannya, baik itu pervaginal, dengan intervensi ataupun secara SC.

Semua wanita berhak mendapatkan pengalaman yang positif selama proses melahirkan dan yang diharapkan ketika seseorang ditanya apa pandangan tentang proses melahirkan satu kata yang terngiang adalah kata kata yang indah dan penuh cinta.

Nah kalau ada yang ingin konsultasi atau menggunakan jasa mba Diana bisa langsung follow akun instagramnya di @douladiana atau kalau ada bumil yang tinggal domisili di bekasi, mba Diana dan tim GBUS (gentle birth untuk semua) setiap hari minggu mengadakan prenatal yoga di Kemang Pratama depan Sportclub. Jadi bisa langsung datang ketemu dan tanya-tanya lebih detail lagi.

Jadi siapa yang sudah pernah melakukan persalinan dengan pendampingan doula? Yuk share pengalamannya di kolom komen!


 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

MUSTELA BEBE, SOLUSI UNTUK ATASI KULIT KERING PADA ANAK


Saat ini Arsyad berusia 2 tahun, ia mulai saya kenalkan dengan berbagai aktivitas. Mulai dari kegiatan fisik untuk melatih motorik, kegiatan sensorik, dan belajar bersosialisasi. Hal tersebut saya lakukan karena saya pernah membaca salah satu artikel yang menyebutkan The Association of Sports and Physical Education (USA) merekomendasikan bahwa toddler harus mendapatkan setidaknya 30 menit aktifitas fisik terstruktur di bawah pengarahan orang dewasa dan 60 menit aktifitas tidak terstruktur. Toddler tidak disarankan dalam kondisi pasif dalam kurun waktu lebih dari satu jam. Aktifitas layar seperti menonton TV, gadget  maksimal dua  jam per hari.

Saya mencoba mengarahkannya untuk lebih sering berkegiatan fisik seperti bermain sepeda, main bengkel-bengkelan, bermain playdoh, membaca buku. Aktivitas layar tetap saya berikan namun durasinya dalam sehari saya batasi seperti melihat kartun Robocar Poli, Tayo, dan upin-ipin, dalam sehari tidak lebih dari dua jam.  Namun akhir-akhir ini kegiatan bermain dan belajarnya cenderung didalam ruangan karena cuaca yang cukup panas di siang hari. Akibatnya dia lebih sering terpapar suhu pendingin ruangan.

Saya memang agak khawatir dengan cuaca akhir-akhir ini, panasnya terik sekali disiang hari. Kekhawatiran saya apalagi kalau bukan dimasalah kesehatan Arsyad, mulai dari kesehatan kulit sampai kondisi fisiknya, dan kekhawatiran saya terbukti. Dua bulan belakangan ini kulitnya menjadi kering dan kusam, saya bingung sekali takut ia sampai mengalami penyakit kulit tertentu akibat cuaca yang super panas dan paparan suhu pendingin ruangan secara terus menerus. Masalah kesehatan kulit ini berpengaruh loh terhadap tumbuh kembang anak.

Awalnya sih pas tahu kulit Arsyad kering saya tidak menyangka, apa iya bayi atau toddler punya masalah kulit kering seperti orang dewasa? Ternyata bisa saja hal itu terjadi karena perubahan cuaca atau alergi. Kulit kering pada Arsyad setelah saya amati disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kulit dia dari lahir memang sensitif,faktor cuaca, dan paparan suhu pendingin ruangan. Sebulan kemarin saya coba cari produk perawatan apa yang cocok untuk mengatasi kulit kering pada Arsyad, browsing sana-sini dan ketemulah sama satu produk yang bernama Mustela dari PT Interbat.


Beberapa produk yang saya pakai diantaranya Dermo Cleansing, Gentle Soap Nutriprotective untuk mandi. Barier Cream untuk mengatasi ruam, sedangkan daily skincarenya saya menggunakan Hydra Bebe Body Lotion, dan massage oil. Kenapa pilih Mustela? Setelah saya baca beberapa review produk ini aman dan hypoallergenic.  Dengan formulasi hypoallergenic dan teruji secara klinis, Mustela Bebe menggunakan bahan alami, tidak mengandung bahan-bahan berbahaya seperti alcohol dan paraben sehingga Mustela Bebe aman dipakai dari bayi baru dilahirkan (newborn). Agak telat sih saya tahu produk ini, coba saja tahu Mustela dari jaman Arsyad baru lahir. :))

PENGALAMAN MENGGUNAKAN MUSTELA BEBE UNTUK ATASI KULIT KERING

Momen memandikan Arsyad memang menyenangkan apalagi sekarang makin besar durasi mandinya makin lama. Mandinya sih sekitar 5 – 10 menit tapi main airnya bisa sampai 20 menit sampai kulitnya keriput. Saya sadar hal ini tidak baik karena mandi terlalu lama bisa membuat kulit justru lebih kering. Untuk itu saya mengurangi durasi mandinya. Biasanya saya biarkan dia bermain air di bak mandi yang tidak bersabun selama lima menit, sepuluh menit selanjutnya kami gunakan untuk waktu sabun, shampoo, dan gosok gigi. Saya menggunakan Dermo Cleansing dan gentle soap Nutriprotective dari Mustela.


video


Wanginya lembut sekali, tidak pedih di mata, menenangkan kulit. Untuk gentle soap nutriprotective memang benar-benar merecovery kulit Arsyad yang kering. Kelembaban kulit bayi berusia 0-2 tahun ternyata masih sangat rendah, sehingga kulit bayi yang rapuh dan kering ini perlu terus diperkuat dan dilembabkan.

Ohya Mustela punya kemasan tube 2in1 hir and body wash, praktis dan cocok banget untuk dibawa traveling.


Hydra Bebe Body Lotion



Saya sangat senang sekali dengan Hydra Bebe body lotion ini, teksturnya lembut, wanginya pas (tidak menyengat), cepat diserap oleh kulit. Kemasan pump pada Hydra Bebe body lotion ini juga bikin saya jatuh hati, karena penggunaanya lebih praktis alias tinggal tekan atau pencet saja. Biasanya setelah mandi dan mengeringkan badan saya langsung mengolesi Hydra Bebe ini ke Arsyad dan karena Arsyad sudah besar jadi saya mengajak dia untuk ikut aktif juga menjaga kelembaban kulitnya dengan ikut mengolesi Hydra Bebe ketubuhnya.

Barrier Cream

Yang saya suka dari Barrier Cream Mustela ini dia tidak mengandung parfum dan aman untuk digunakan sejak bayi baru lahir. Masalah ruam popok memang jadi kekhawatiran terbesar para ibu dalam permasalahan kulit karena kalau sudah ruam popok anak jadi rewel, tidak nyaman, iritasi kulit .. Saya lebih mengaplikasikan barrier cream ini ke kulit Arsyad yang terlalu kering dan kusam. Barier cream ini bisa memperbaiki dan menguatkan lapisan kulit yang rusak, setelah hampir sebulan pemakaian secara rutin saya sudah merasakan hasilnya kulit Arsyad mulai kembali normal, lembut, lembab.

Massage Oil


      
Selain mandi, momen favorit keluarga kami adalah pijat-memijat.Dari bayi Arsyad sudah terbiasa dipijat, maka sampai sekarang sudah berumur dua tahun kalau kondisi tubuhnya ada yang tidak enak seperti kecetit, keseleo, atau pegal-pegal ia sudah bisa memberikan sinyal tubuh atau mengutarakan keluhannya ke saya. Pijatan ayah selalu Arsyad tunggu karena memang pijitan ayah enak banget.  Pijatan sekaligus relaksasi ini mampu membantu pengembangan sensor motorik anak loh. Pijatan ILU sampai sekarang masih jadi favorit Arsyad. Kadang ditengah bermain bersama ayah dia suka minta dipijat. Ohya dibawah ini ada video teknik memijat menggunakan massage oil Mustela. Memijat memang menghasilkan bonding yang luar biasa ya untuk orangtua dan anak, ternyata teknik memijat menggunakan massage oil Mustela cukup sederhana, semprotkan ke area tangan, hangatkan dengan cara menggosok tangan secara perlahan lalu usapkan pada tubuh anak.


video

Setelah saya mencoba massage oil Mustela yang saya rasakan adalah massage oil ini cepat terserap oleh kulit, tidak lengket, membuat kulit lembut, melembabkan kulit.

Sebenarnya masih banyak produk Mustela lainnya yang belum saya coba, seperti Hydra Bebe Facial Cream, Comfort Balm, No rinse cleansing water. Untuk Hydra Bebe Facial Wash ini memperkuat lapisan pelindung kulit serta menjadikan kulit muka halus, kenyal, dan lembut. Meskipun Arsyad anak laki-laki kulitnya juga harus terawat dengan baik kan? Kalau kalian mau mencoba produk ini sekarang sudah tersedia di Supermarket dan situs belanja online.

Kesehatan kulit pada anak usia 0 – 24 bulan masih sangat sensitif dan itulah mengapa kita sebagai ibu harus memilih produk yang tepat dan cocok untuk kesehatan kulit anak kita. Artinya produk yang kita gunakan tidak mengandung bahan kimia yang berlebihan sehingga aman digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang panjang.

Satu bulan menggunakan produk Mustela sudah terasa sekali perubahan pada kulit Arsyad. Kulit keringnya mulai kembali normal, lembab, halus, dan tidak kusam lagi. Kenapa saya akhirnya mencoba dan memilih Mustela Bebe ini karena aman, mengandung bahan aktif alami Avocado Perseose untuk memperkuat kulit bayi sehingga lebih tahan terhadap iritasi atau kemerahan dan menjaga kekayaan stem cell yang berperan dalam menjaga kualitas kulit, sekarang, dan seterusnya.  Mustela Bebe #MustelaTodayForTommorow melindungi anak saya hari ini untuk hari esok.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi

Website : www.mustela.co.id
Facebook : mustelaindonesia
Instagram : @mustelaindonesia

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

MEMILIH SEKOLAH UNTUK ARSYAD, PILIH SEKOLAH NEGERI ATAU SWASTA?


Sejak saya hamil Arsyad masalah tentang sekolah sudah menjadi bahan diskusi saya dan suami. Dimana nanti ia akan bersekolah, metode kurikulum sekolah, sekolah negeri atau swasta, sekolah berbasis agama atau internasional semua sudah menjadi bahan diskusi kami. Memilih sekolah memang bukan perkara yang mudah, buktinya baru mau masuk ke Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak saja sudah cukup pusing untuk survey sana-sini. Apalagi untuk Sekolah Dasar yang notabene Arsyad harus menjalani sekolah selama enam tahun, jadi pilihannya ya tidak bisa main-main.

Saya sendiri dari SD sampai dengan duduk di bangku kuliah menjalani aktifitas pendidikan saya di sekolah negeri, berbeda dengan suami saya yang dari SD sampai dengan SMP menjalani hari-harinya di sekolah swasta yang berbasis agama. Belajar dari pengalaman kami berdua dan melihat perkembangan dunia pendidikan sekarang, kami pun nantinya memutuskan untuk menyekolahkan Arsyad di sekolah swasta berbasis agama. Untuk SMP nanti, tentunya saya dan suami akan melibatkan Arsyad dalam memilih sekolah.

Beberapa pertimbangan saya untuk memilih sekolah diantaranya :

  • Biaya

Ini jadi pertimbangan utama saya dan suami, kami memang menginginkan sekolah yang terbaik untuk Arsyad tapi dari segi biaya tentunya harus menyesuaikan budget kantong kami. Walaupun Arsyad sudah ada asuransi pendidikan dan reksadana sendiri tetap masalah biaya jadi pertimbangan. Alih-alih hanya sekedar gengsi atau ikut-ikutan menyekolahkan anak di sekolah swasta bergengsi tapi ternyata kondisi keuangan kami tidak cocok yang ada malah terlalu memaksakan dan hasilnya jadi tidak baik. Sekolah swasta memang cukup mengeluarkan biaya yang besar berbeda dengan sekolah negri yang gratis.
  • Kurikulum

Saya dan suami sangat menginginkan sekolah yang menyenangkan, anak tidak tertekan dengan proses belajar. Prinsip learning is fun jadi pertimbangan kami, karena menurut kami belajar itu menekankan pada proses bukan pada hasil akhir. Saya juga ingin melihat Arsyad mengerjakan project-project dari sekolahnya secara mandiri, melihat ia presentasi secara langsung di parents meeting dan itu akan saya dapatkan di sekolah swasta.
  • Daya Tampung

Daya tamping pada sekolah menurut saya menjadi tolak ukur interaksi guru, anak murid, dan orangtua murid. Di sekolah negri umumnya satu kelas terdiri dari 30-40 murid, sedangkan di sekolah swasta satu kelas hanya 20 murid. Hal tersebut nantinya akan membedakan perhatian para pengajar, belum lagi di sekolah negeri jumlah kelas juga lebih banyak dibandingkan sekolah swasta. Jadi menurut saya jumlah murid dalam satu kelas berpengaruh signifikan terhadap perhatian guru (CMIIW).
  • Interaksi

Interaksi guru dan orangtua di sekolah swasta jauh lebih intens menurut saya, saya bisa belajar dari kakak saya dan beberapa teman yang sudah menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Biasanya sekolah tersebut mempunya program parents meeting, parents day, seminar parenting bersama sekolah. Dari hal tersebut juga menjadi pertimbangan saya mengapa saya ingin menyekolahkan Arsyad di SD swasta. Komunikasi dua arah, sekolah yang aktif, gak melulu soal belajar tapi juga interaksi kedekatan antara sekolah dengan orangtua.

Seperti apa yang mba Mei bilang dalam tulisannya disini tentang sekolah, pilihlah sekolah yang sesuai dengan bibit, bebet, dan bobotnya.
“Comparing private school and public school test scores, it’s like apples and oranges. Public schools have to take everyone, but private schools can be selective. It’s not accurate or fair to compare the job they do.” Dennis Moore

Jadi sekali lagi sekolah terbaik bukan berdasarkan status negeri atau swasta tapi bagaimana kita sebagai orangtua membentuk karakter dan kepekaan social pada anak kita karena itu merupakan tanggung jawab orangtua. Semua pilihan tersebut ada plus minusnya, jadi kembali lagi ke pilihan orangtua dan kemampuan sang anak.

* tulisan ini merupakan tanggapan tulisan inspirasi collaborative blog KEB



 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

PENGALAMAN MENGGUNAKAN DOWNY DARING YANG BIKIN JATUH HATI



Sudah baca postingan saya tentang post power syndrome yang saya alami? Ternyata peralihan atau masa transisi ketika menjalani kehidupan sebagai seorang ibu rumah tangga seutuhnya bukan hal yang mudah, apalagi buat saya yang tadinya sebagai pekerja.  Awalnya saya berpikir kalau stay di rumah berarti akan punya banyak waktu untuk fokus merintis usaha online dan ngeblog. Ternyata ooh ternyata susah sekali mendapatkan waktu untuk lepas dari Arsyad. Ketika membuka laptop dengan asyiknya pasti ia langsung duduk dipangkuan saya, lain halnya ketika di kantor. Saya bisa bebas untuk blogwalking, menulis blog, dan kepo dengan berbagai akun gossip di instagram. Untuk urusan domestic rumah tangga seperti membereskan rumah, mencuci, menyetrika, merapihkan kamar, memasak rasanya tak pernah kunjung selesai. 

Dulu ketika masih bekerja dengan mudahnya bisa mendelegasikan semua hal tersebut ke layanan laundry, catering, layanan online bersih-bersih rumah. Sekarang rasanya kalau tetap melakukan hal yang sama “eman-eman” untuk keperluan rumah tangga yang lain. Dengan memilih untuk tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga, saya lebih harus pintar-pintar memanage waktu, tenaga, dan pikiran saya. 

Aktifitas saya dimulai pukul setengah 5 pagi dengan menyiapkan keperluan bekal suami dan makanan untuk di rumah, lanjut mengurus segala keperluan Arsyad, merapihkan rumah, menemani Arsyad bermain, dan sederet aktifitas lainnya. Kalau dipikir-pikir toh nyatanya ya saya tetap aktif dan sibuk saat berada di rumah, namun ya wajar saja sih sesekali rasa bosan dan suntuk datang ke saya. Ngeblog dan hadir di acara blogger gathering jadi penyemangat hari-hari saya.

Sama halnya ketika mendapatkan undangan untuk hadir dalam acara Blogger Gathering Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) bersama Downy Daring, 29 Juli 2017 di Holy Crab kemarin. Rasanya senang sekali, apalagi Downy memang salah satu produk yang saya gunakan untuk keperluan mencuci di rumah. Kenapa memilih Downy? Karena saya suka banget sama wanginya dan hemat. 1 tutup botol bisa untuk 20 pakaian.


Dalam acara blogger gathering kemarin, mba Kaka dari P&G Indonesia memperkenalkan varian wangi terbaru dari Downy yaitu Downy Daring. Selain itu mba Kaka juga melakukan demo untuk membuktikan bahwa memang Downy Daring ini wanginya lebih tahan lama dibanding parfum mewah. Saat acara kemarin saya juga ikutan untuk membuktikan hal tersebut. Panitia acara menyediakan 2 handuk dengan perlakuan yang berbeda. Handuk pertama disemprot  4x dengan parfum mewah, handuk kedua direndam dengan Downy Daring. Lalu kedua handuk tersebut dikeringkan dengan menggunakan hair dryer dan disetrika. Saya kaget dengan hasilnya, handuk pertama wanginya sudah tidak tercium lagi, sedangkan handuk kedua wanginya masih tercium dengan jelas, bahkan setelah saya kucek-kucek dan remas-remas handuknya wanginya semakin tercium.

 Photo by : Helena Safitri


Kenapa Downy Daring wanginya bisa tahan lama dibanding parfum mewah? Downy Daring merupakan inovasi baru yang memiliki intensitas tertinggi dari minyak parfum premium dan teknologi terbaik Downy Dual-Perfume Capsules. Dengan teknologi dual perfume capsule ini membuat masa ketahanan karakter aroma dan wangi dari Downy Daring ini lebih tahan lama dan wanginya terlepas perlahan melalui gesekan. Jadi apapun aktifitas kita, baju yang kita pakai tetap wangi. 


Saya penasaran dan membuktikannya langsung di rumah.

PENGALAMAN MENGGUNAKAN DOWNY DARING DI BERBAGAI AKTIFITAS 

Dari dulu saya memang sangat memperhatikan yang namanya wangi baju dan jilbab yang saya gunakan, karena baju dan jilbab  yang wangi salah satu  penyemangat dalam menjalani berbagai aktifitas. Kebayang dong pikiran lagi suntuk banget terus nyium bau baju dan jilbab gak wangi, apek, atau bahkan bau asap kompor. Yang ada malah makin tambah suntuk.

Jilbabku sekarang wanginya tahan lama berkat Downy Daring

Untuk menjawab tantangan dari Downy Daring ini ketika pulang saya langsung merendam dan mencuci tumpukan jilbab saya dan pakaian. Duuh perpaduan wangi mewah campuran buah persik dan vanilla, dicampur dengan parfum peony dan jasmine bikin saya jatuh hati sama Downy Daring ini. Wanginya benar-benar mewah.

Downy Daring ini memang pas banget ditujukan untuk kaum ibu dan keluarga yang memang super sibuk dan mempunyai berbagai aktifitas. Meski kena angin atau asap saat naik ojek online, menemani anak bermain, pergi ke supermarket, baju dan jilbab yang saya gunakan tetap wangi dan gak perlu semprot-semprot parfum lagi. 

NAIK OJEK ONLINE & BELANJA BULANAN


Daerah rumah saya tuh lagi ada pembangunan LRT, kebayang dong jalanannya super berdebu dan bau asap alat berat, ditambah lagi karena saya belum bisa menyetir jadi kemana-mana mengandalkan taksi atau ojek online. Kalau mau hemat waktu ya naik ojek online tapi resikonya bau asap kendaraan pasti nempel di baju, dengan mencuci baju dan jilbab menggunakan Downy Daring yang mengandung kapsul mikro parfume, baju yang saya kenakan tetap lembut dan wanginya tahan lama. Jadi meskipun ke mall untuk belanja bulanan menggunakan ojek online ya saya tetap percaya diri karena baju dan jilbab yang saya kenakan tetap wangi.

SAAT BERMAIN DENGAN ARSYAD

main kejar-kejaran sama Arsyad, baju dan jilbab tetap wangi berkat Downy Daring

Keesokan harinya saya menemani Arsyad bermain dengan mengenakan jilbab yang sama, karena wangi Downy Daring masih menempel sekaligus bisa irit cucian. Hehehehe

Kebayangkan menemani toddler bermain keringetnya kayak apa? Kejar-kejaran sama Arsyad memang menguras tenaga dan bikin badan berkeringat, sejak menggunakan Downy Daring ini wangi baju dan jilbab yang saya gunakan tetap nempel. Pas lagi capek-capeknya main sama Arsyad jadi ada mood booster tersendiri pas nyium wangi baju. Baju-baju Arsyad-pun bilasan terakhir saya rendam dengan menggunakan Downy Daring ini. Wanginya lembut banget dan lumayan memangkas pengeluaran rumah tangga dengan tidak membeli pelembut pakaian khusus anak.

MENJALANI AKTIFITAS MENCUCI

kaos rumahpun pakai Downy Daring

Aktifitas mencuci dan menyetrika sekarang jadi rutinitas yang saya tunggu-tunggu, karena aroma wangi Downy Daring ini memang benar-benar bikin happy.  

Kalian benar-benar mesti coba deh varian terbaru Downy Daring ini. Sudah wanginya tahan lama, hemat, bisa digunakan di mesin cuci bukaan atas ataupun depan, ohya tersedia kemasan refillnya juga jadi selain hemat praktis pula.
Inilah mengapa saya jatuh hati sama Downy Daring

Untuk harga ukuran 900ml kemasan botol dibandrol dikisaran Rp 35.000 –Rp 40.000 saja, untuk kemasan refill 800ml dikisaran Rp  25.000 – Rp 30.000. Sekarang belanja keperluan rumah tangga seperti membeli Downy Daring ini juga lebih mudah karena sudah tersedia di berbagai situs belanja online.

Saya sudah mencoba Downy Daring secara langsung dan jatuh hati. Sekarang giliran kamu yang menjawab tantangan Downy Daring dan membuktikannya langsung. Yuk Gengs!

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

INDAHNYA UMBUL PONGGOK KLATEN, KAMU WAJIB KESINI!



Libur lebaran kemarin selain mengunjungi kota kelahiran ayah Aik kami sekeluarga juga bersilaturahmi sekaligus berlibur di Klaten. Buat saya Klaten menjadi salah satu kota “pelarian” yang cukup menenangkan. Penduduknya yang ramah, harga jajanan yang super murah, alam yang indah, dan suasana yang menenangkan yang belum pernah saya temui di kota lain. Klaten menjadi tempat yang almarhum papa saya pilih untuk berpulang saat ramadhan tahun lalu. Itulah kenapa Klaten menjadi kota yang menenangkan untuk keluarga kami.

Jarak dari Semarang ke Klaten kami tempuh selama 4 jam. Hari pertama di Klaten kami memilih untuk beristirahat dan menghabiskan malam di Solo baru untuk menikmati sego liwet dan ceker kuah yang super enaaaaak. Hari kedua kami berkunjung ke Candi Prambanan dan Tebing Breksi ( Nanti saya post tersendiri ya ceritanya), hari ketiga kami mengunjungi Umbul Ponggok. Sebenarnya saya sudah lamaaa banget ingin tahu Umbul Ponggok seperti apa, jarak antara rumah kakak saya dengan Umbul Ponggok hanya 15 menit tapi kalau mau kesana ada aja halangannya.


Umbul Ponggok ini sebenarnya sudah ada dari zaman Belanda. Dulu kata kakak ipar saya kalau mau ke Umbul Ponggok tinggal mengayuh sepeda sampai di depan pintu gerbang ia tinggal loncat saja ke dalam air. Tempat ini digadang-gadang menjadi Bunakennya Klaten. Kolam renang alami ini rata-rata kedalaman 1,5m – 2,6m. Dasar dari Umbul Ponggok ini masih sangat alami, ada hamparan pasir, bebatuan, dan berbagai ikan warna-warni sehingga suasanya benar-benar seperti berada di bawah laut. Air di Umbul Ponggok ini gak amis loh, karena mata airnya mengalir terus menerus.

Umbul Ponggok beberapa tahun terakhir jadi wisata hits di Klaten, tempat ini dijadikan salah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi ketika ke Klaten. Ada apa aja sih sebarnya di Umbul Ponggok? Umbul Ponggok kerap dijadikan lokasi latihan diving, prewedding, dan yang favorit adalah tempat berfoto di dalam air dengan berbagai properti. Untuk harga tiket masuk, cukup murah meriah hanya Rp 15.000,-. Kalau kita mau sewa pelampung Rp 7.000, kaca mata renang Rp 13.000, dan kaki katak Rp 7.000. Untuk yang membawa anak-anak gak perlu khawatir karena di area Umbul Ponggok tersedia juga kolam renang khusus anak-anak.


Selain melakukan sesi pemotretan didalam air, kita juga bisa melakukan under water walker dengan perlengkapan yang cukup professional. Fasilitas penyewaan action camera juga disediakan.  Karena saya gak bias berenang jadi saya memilih under water walker. Fasilitas yang didapat 1 pemandu penyelam dan fotografer, perlengkapan menyelam. Awalnya saya takut banget karena yaa saya gak bias berenang, tapi sebelum menyelam saya dapat instruksi yang cukup menenangkan hati. Gak usah khawatir dengan kondisi kita yang tidak bias berenang karena tubuh kita dipasang sabuk pemberat, selain itu helm oksigen yang dipasang mempermudah kita untuk bernafas seperti biasa di alam air. Petugas juga memberitahukan aba-aba yang akan digunakan di dalam air seperti jika mengacungkan jempol itu artinya semua keadaan baik-baik saja, jempol bergoyang keatas tanda kita menyudahi aktifitas menyelam (naik keatas), melambaikan tangan itu artinya sang fotografer sedang mengabadikan momen video kita di dalam air.



video

Biaya untuk under water walker Rp 150.000,- sudah dapat foto, video, perlengkapan menyelam. Lain halnya dengan ayah Aik dia memilih berfoto di dalam air dengan menggunakan property sepeda ontel, karena dia jago banget berenang jadi yaa gak perlu khawatir deh saat sesi foto di dalam air. Biaya untuk foto di dalam air sewa sepeda ontel Rp 30.000,-, sewa kamera Fujifilm xq2 plus fotografer Rp 60.000 untuk 30 menit. Ohya harga ini harga saat libur lebaran yaaa, kalau hari biasa kata kakak saya sih lebih murah sedikit.

Tips berkunjung ke Umbul Ponggok
  1. Datang di pagi hari. Umbul Ponggok ini buka mulai dari jam 6 pagi lho. Suasana pagi masih sepi dan airnya masih jernih, sinar mataharinya juga oke banget, dan bisa dapat spot foto yang bagus.
  2. Titipkan barang di loker yang sudah disediakan. Harga sewa loker mulai dari 3.000. Biar bisa mengeksplore Umbul Ponggok dengan hati yang tenang dan barang-barang bawaan kitapun aman.
  3. Pastikan memori handphone dalam keadaan tidak full, karena selesai sesi foto atau menyelam file fotonya langsung di transfer ke handphone kita.
  4. Jangan lupa sarapan dan pemanasan dulu sebelum menyelam yaa. Airnya dingin, takut nanti masuk angin *nasehat emak-emak :p
  5. Siapkan uang cash karena disini tidak ada system debit.

Saya ketagihan under water walker, kalau mudik ke Klaten pasti mau kesini lagi!
terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

BERJIBAKU DENGAN POST POWER SYNDROME



Saat almarhum papa memasuki masa pensiun, saya lihat dia menjadi sosok yang mulai linglung, tidak percaya diri, dan super sensitive. Kalau saya cuek atau menjawab pertanyaan darinya sedikit agak nyeleneh emosinya jadi tidak stabil , kalau kata anak jaman sekarang gampang bapernya alias bawa perasaan. Setelah saya cari tahu oh ternyata memang sudah jadi rahasia umum, sesorang yang telah memasuki masa pension mengalami post power syndrome.


Post-power syndrome adalah gejala yang terjadi dimana penderita hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (karirnya, kecantikannya, ketampanannya, kecerdasannya, atau hal yang lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. Seperti yang terjadi pada kebanyakan orang pada usia mendekati pensiun. Selalu ingin mengungkapkan betapa begitu bangga akan masa lalunya yang dilaluinya dengan jerih payah yang luar biasa.


Ternyata hal tersebut bisa terjadi sama siapa saja, bukan hanya orang-orang yang akan memasuki masa pensiun atau usia senja saja, tapi juga orang-orang dengan usia produktif seperti saya, lebih tepatnya seorang ibu yang beralih profesi menjadi full time mom. Ya saya mulai membaca diri saya yang akhir-akhir ini jadi merasa kurang percaya diri, sensitive, gampang marah, dan insecure sama sekitar apalagi suami. 

Ketika terbiasa sibuk dengan rutinitas kantoran, mobilitas yang tinggi, lalu  langkah saya harus terhenti karena situasi yang gamang hal inilah yang menyebabkan itu semua. Satu minggu full berada di rumah, mengasuh Arsyad, mengerjakan pekerjaan domestic rumah tangga memang menyenangkan awalnya, namun lama kelamaan rasa percaya diri menurun drastis, saya merasa tidak becus Karena tidak bisa lagi membantu suami untuk menopang perekonomian keluarga, insecure, emosi naik turun menghadapi tingkah polah Arsyad.

 Berbeda 180 derajat ketika kondisi saya masih aktif, sampai di rumah saya bisa all out bermain bersama Arsyad, emosi saya stabil walaupun di jalan berjibaku dengan kemacetan, karena apa?karena saya nyaman dan enjoy menjalaninya. Bukan..bukan karena saya tidak ingin mnejadi full time mom, tapi saya merasa diri saya jauh lebih baik ketika saya aktif di luar. Batin saya, kebahagiaan saya ada di bekerja. Bekerja buat saya bukan hanya membantu suami memenuhi pundi-pundi rupiah kebutuhan keluarga kami saja,buat saya bekerja menjadi me time saya, aktualisasi diri saya. Maka saya bisa lebih “waras” menghadapi segala tetek bengek dunia pengasuhan dan rumah tangga. 

Kalau  habis menulis ini saya dicap kurang beribadah atau kurang iman, silahkan saja. Tapi nyatanya saya tidak sendiri. Banyak diluar sana perempuan-perempuan yang merasakan hal yang sama seperti saya. Dengan bekerja lebih bahagia, anak lebih terurus, anak lebih terperhatikan. Nyatanya saya bisa tumbuh baik dari seorang ibu yang bekerja.

Mama yang mendidik saya untuk menjadi sosok perempuan mandiri, perempuan juga harus punya “power” bukan karena tidak mau tunduk pada suami tapi sebagai antisipasi masa depan karena umur seseorang tidak ada yang tahu. Saya mendapat gelar sarjana juga dari peluh keringat saya sendiri dengan kuliah sambil bekerja. Jadi seperti sudah mendarah daging bahwa dengan bekerja semua akan jauh lebih baik. Walapun pada kenyataanya saya memang menargetkan diri bahwa akan “berhenti” ketika Arsyad memasuki  sekolah dasar. Berhenti karena hati saya sudah siap tidak seperti sekarang.

“Berhenti” dengan syarat saya masih bisa aktif menulis dan nyampah di blog ini tentunya, karena disini “penyelamat” saya, passion saya, dan bonusnya dapat “sampingan” tawaran beberapa job yang bisa dipakai untuk keperluan Arsyad dan saya.

Back to Post power syndrome, saat mengutarakan apa yang saya rasakan ke grup GBUS,  ternyata memang perlu waktu beradaptasi dengan keadaan ini. Sayangnya saya tidak share apa yang saya rasakan ini ke suami, saya takut ia jadi tambah stress mikirin saya, jadi tambah bikin pusing dia. Karena beberapa waktu lalu saya baru cerita sedikit yang ada hanya tekanan dari suami untuk mencari pengganti kesibukan yang baru. Padahal waktu itu yang saya butuhkan hanya rasa empati saja dari dia, pelukan, ciuman, dan transferan *eeeeeh :p. Mungkin waktunya saat itu lagi gak tepat untuk bercerita, akhirnya saya cukup menyimpan rapat-rapat ini semua.

Support system ketika hal ini terjadi memang sangat dibutuhkan menurut saya, memang sih kunci utamanya ada pada diri saya sendiri yang mau menerima keadaan dan berdamai dengan keadaan. Mensyukuri setiap kejadian dan kasih sayang yang Allah berikan.

Saya nulis ini selain buat curhatan saya juga ingin membuka mata semuanya bahwa diluaran sana ada perempuan yang punya pengalaman yang mungkin serupa. Berjibaku dengan proses adaptasi yang sulit. 

Buat teman-teman yang ingin memutuskan resign dari pekerjaan coba pikir berulang kali, apakah memang sudah benar-benar siap baik secara mental ataupun financial? Saya mungkin akan berkata siap ketika memang benar-benar hal tersebut sudah saya siapkan, sayangnya ujian kali ini mendadak. Saya juga gak bias protes sama Allah kan? Yang ada malah kufur nikmat.

Ketika memutuskan untuk resign coba deh kenali potensi diri kita sendiri, passion kita apa untuk aktifitas di rumah. Kalau masak bisa share resep masakan di sosmed, kalau senang menulis bisa nge blog, kalau senang belanja bisa buka online shop atau jasa titip. Intinya sih masih aktif berkegiatan, itu yang saya harapkan sih.

Ngeblog, gabung di komunitas rangkul Keluarga Kita itu jadi salah satu “obat” saya agar bisa tetap aktif dan berperan di tengah masyarakat lewat apa yang saya bagikan dan kerjakan.

Untuk para suami, ketika istri mulai memutuskan untuk resign atau berhenti karena satu dan lain hal. Gandeng tangannya, rangkul dia, karena masa transisi ini begitu berat, emosi kadang naik turun, tumbuhkan kembali rasa percaya dirinya. 

Karena ibu yang bahagia akan menumbuhkan anak yang bahagia itu benar adanya.

*lanjut di postingan  selanjutnya yaaa..

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

TENTANG MENYAPIH ARSYAD

Ketika Arsyad akan memasuki usia dua tahun, saya sempat galau mana dulu yang akan saya lewati fase milestonenya, apakah menyapih atau toilet training. Jujur sih saya sudah memasuki fase bosen nenenin, pengen pake bra biasa lagi (aku bosyaan pakai bra nenek-nenek), dan tidur tanpa nenenin tapi disatu sisi juga pengen banget lihat pospak sudah tidak ada dalam daftar  belanja bulanan saya. Setelah pertimbangan yang cukup matang saya pilih proses menyapih dulu  saja deh, toilet training rasanya saya belum sanggup harus ngepel pipisnya tiap hari ;P. 

Gak terasa Mei kemarin Arsyad genap dua tahun dan dia telah berhasil melewati proses menyapih. Saya sujud syukur banget karena drama yang saya lewati tidak begitu sulit untuk menyapih dirinya, saya juga tidak perlu membohonginya dengan mengoleskan putting dengan jamu pahit.
Berbeda dengan masa proses awal menyusui yang penuh drama kumbara sampai saya  baby blues. Saya mulai mengafirmasi dirinya sejak usia 1,5 tahun. Kata-kata yang sering saya bilang adalah
“nanti kalau sudah 2 tahun, Arsyad tidak nenen lagi yaa karena sudah besar”

“nenen punya adik bayi, kalau Arsyad kan sudah besar sudah bias jadi kakak (padahal emaknya belum mau hamil lagi :p)

“kalau sudah tiup lilin ulang tahun berarti sudah jadi kakak boy bukan baby boy lagi, kakak boy tidak nenen lagi”

Entah sih apa yang saya terapkan ini masuk dalam kategori weaning with love atau bukan tapi saya coba jalanin aja. Eyangnya malah sering banget ngeledekin dia “maluuu sudah besar nenen” dan coba komunikasi ke saya agar jam nenennya dikurangi. Saya coba sih ketika masuk di usia 20 bulan mengurangi frekuensi nenennya secara bertahap. Biasanya kalau saya pulang kantor pasti fokusnya langsung ke nenen. Jadi ya mainnya di kasur sambil nenen - -“.

Pas mau tidur saya coba ajak cerita-cerita kegiatan dia apa saja dihari itu, tapi ya tetep sih ujung-ujungnya minta nenen. Sebenarnya PR terbesar saya ada ketika kami berpergian. Di mobil sepanjang perjalanan pasti Arsyad gak lepas dari nenen sama sekali, akhirnya saya coba paksa untuk menguranginya dengan ngajak dia memperhatikan sekitar jalanan yang ia lewati. Beruntung jalan tol Bekasi - Jakarta sedang ada pembangunanan proyek LRT jadi banyak alat berat dan itu jadi salah satu pemicu dia mau lepas dari nenen ketika berpergian. Saya selalu bilang ke Arsyad “lebih asyik lihat pemandangan loh, tuh lihat ada truk besar, mobilnya di jalan banyak, ada beko. Kalau nenen jadi gak bisa lihat pemandangan deh.”

Ngobrol juga sama suami kalau saya sudah mau menyapih Arsyad dan minta bantuan dia kalau malam untuk tandem ngelonin Arsyad, dia sih setuju-setuju aja. Lah kok dilalah saya sakit dan diopname kurang lebih seminggu karena tifus dan abses tenggorokan. Saya gak bisa nelen apa-apa karena radang yang cukup parah, dokter kasih antibiotic via injeksi dan infusan. Saya mikir lagi kayaknya ini momen yang pas buat benar-benar melepas Arsyad dari nenennya. Toh dia ga akan tidur sama saya selama saya di RS. Selama  saya diopname Arsyad tidur bersama eyangnya, saya suka Tanya gimana tiap malamnya, rewel atau nggak. Kata mama saya memang agak sedikit rewel tapi wajar nanti lama-lama terbiasa. Ketika hari ketiga di RS, Arsyad datang jenguk saya, duuuh kangennya setengah mati. Saya coba tawarin nenen ke dia. “Arsyad kangen bunda?mau nenen nggak?” jawabannya bikin patah hati dan sedih “ngga bun, nenen lagi sakit,cian” .

Ini kok ibunya jadi galau sekarang, padahal anaknya udah coba mulai belajar lepas dari nenen. Katanya bosen nenenin, tapi anaknya nolak nenen malah galau - - “

Pas saya pulang kerumah juga responnya sama, saya tawari nenen jawabannya “ngga bun,nenen baru sembuh” sampai seminggu saya di rumah blass tiap malam sudah gak nenen lagi. 

Tapi ada babak drama baru, perlu waktu sekitar satu jam-an di kasur untuk Arsyad mencari kenyamanan baru sebagai pengganti nenen ketika dia mau tidur, saya coba dengan bercerita sampai kadang saya yang ketiduran tapi Arsyadnya masih ON, malah kadang dusel-dusel mau mentil tapi ini big no-no sih saya gak pernah kasih, takut jadi kebiasaan. Alhasil obatnya adalah dia tidur dengan diusap-usap sambil meluk guling atau kadang sambil elus-elus pipi saya.

Alhamdulillah sekarang blass tidurnya gak pake acara  bangun tengah malam rewel minta nenen, bundanya berjaya bisa tidur dengan pulas sampai subuh.

Happy sekaligus mellow sih, kadang kangen nenenin dia kadang bosen nenenin dia. HAHAHAHAHA ibu macam apa saya ini!! Menyapih aja bikin mellow ya apalagi nanti lihat anak nikah, woooy jauh amat mikirnya!

Jadi intinya mau pake metode apapun kesiapan dari ibu itu KOENTJI sesungguhnya, kalau ibu belum siap ya anak akan tidak siap juga untuk lepas dari nenennya.

Dan saya masuk babak baru TOILET TRAINING, sungguh aku belum siyaaap! :(((((

 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

Post Signature

Post Signature