Slide Show

PENGALAMAN MENGGUNAKAN DOWNY DARING YANG BIKIN JATUH HATI



Sudah baca postingan saya tentang post power syndrome yang saya alami? Ternyata peralihan atau masa transisi ketika menjalani kehidupan sebagai seorang ibu rumah tangga seutuhnya bukan hal yang mudah, apalagi buat saya yang tadinya sebagai pekerja.  Awalnya saya berpikir kalau stay di rumah berarti akan punya banyak waktu untuk fokus merintis usaha online dan ngeblog. Ternyata ooh ternyata susah sekali mendapatkan waktu untuk lepas dari Arsyad. Ketika membuka laptop dengan asyiknya pasti ia langsung duduk dipangkuan saya, lain halnya ketika di kantor. Saya bisa bebas untuk blogwalking, menulis blog, dan kepo dengan berbagai akun gossip di instagram. Untuk urusan domestic rumah tangga seperti membereskan rumah, mencuci, menyetrika, merapihkan kamar, memasak rasanya tak pernah kunjung selesai. 

Dulu ketika masih bekerja dengan mudahnya bisa mendelegasikan semua hal tersebut ke layanan laundry, catering, layanan online bersih-bersih rumah. Sekarang rasanya kalau tetap melakukan hal yang sama “eman-eman” untuk keperluan rumah tangga yang lain. Dengan memilih untuk tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga, saya lebih harus pintar-pintar memanage waktu, tenaga, dan pikiran saya. 

Aktifitas saya dimulai pukul setengah 5 pagi dengan menyiapkan keperluan bekal suami dan makanan untuk di rumah, lanjut mengurus segala keperluan Arsyad, merapihkan rumah, menemani Arsyad bermain, dan sederet aktifitas lainnya. Kalau dipikir-pikir toh nyatanya ya saya tetap aktif dan sibuk saat berada di rumah, namun ya wajar saja sih sesekali rasa bosan dan suntuk datang ke saya. Ngeblog dan hadir di acara blogger gathering jadi penyemangat hari-hari saya.

Sama halnya ketika mendapatkan undangan untuk hadir dalam acara Blogger Gathering Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) bersama Downy Daring, 29 Juli 2017 di Holy Crab kemarin. Rasanya senang sekali, apalagi Downy memang salah satu produk yang saya gunakan untuk keperluan mencuci di rumah. Kenapa memilih Downy? Karena saya suka banget sama wanginya dan hemat. 1 tutup botol bisa untuk 20 pakaian.


Dalam acara blogger gathering kemarin, mba Kaka dari P&G Indonesia memperkenalkan varian wangi terbaru dari Downy yaitu Downy Daring. Selain itu mba Kaka juga melakukan demo untuk membuktikan bahwa memang Downy Daring ini wanginya lebih tahan lama dibanding parfum mewah. Saat acara kemarin saya juga ikutan untuk membuktikan hal tersebut. Panitia acara menyediakan 2 handuk dengan perlakuan yang berbeda. Handuk pertama disemprot  4x dengan parfum mewah, handuk kedua direndam dengan Downy Daring. Lalu kedua handuk tersebut dikeringkan dengan menggunakan hair dryer dan disetrika. Saya kaget dengan hasilnya, handuk pertama wanginya sudah tidak tercium lagi, sedangkan handuk kedua wanginya masih tercium dengan jelas, bahkan setelah saya kucek-kucek dan remas-remas handuknya wanginya semakin tercium.

 Photo by : Helena Safitri


Kenapa Downy Daring wanginya bisa tahan lama dibanding parfum mewah? Downy Daring merupakan inovasi baru yang memiliki intensitas tertinggi dari minyak parfum premium dan teknologi terbaik Downy Dual-Perfume Capsules. Dengan teknologi dual perfume capsule ini membuat masa ketahanan karakter aroma dan wangi dari Downy Daring ini lebih tahan lama dan wanginya terlepas perlahan melalui gesekan. Jadi apapun aktifitas kita, baju yang kita pakai tetap wangi. 


Saya penasaran dan membuktikannya langsung di rumah.

PENGALAMAN MENGGUNAKAN DOWNY DARING DI BERBAGAI AKTIFITAS 

Dari dulu saya memang sangat memperhatikan yang namanya wangi baju dan jilbab yang saya gunakan, karena baju dan jilbab  yang wangi salah satu  penyemangat dalam menjalani berbagai aktifitas. Kebayang dong pikiran lagi suntuk banget terus nyium bau baju dan jilbab gak wangi, apek, atau bahkan bau asap kompor. Yang ada malah makin tambah suntuk.

Jilbabku sekarang wanginya tahan lama berkat Downy Daring

Untuk menjawab tantangan dari Downy Daring ini ketika pulang saya langsung merendam dan mencuci tumpukan jilbab saya dan pakaian. Duuh perpaduan wangi mewah campuran buah persik dan vanilla, dicampur dengan parfum peony dan jasmine bikin saya jatuh hati sama Downy Daring ini. Wanginya benar-benar mewah.

Downy Daring ini memang pas banget ditujukan untuk kaum ibu dan keluarga yang memang super sibuk dan mempunyai berbagai aktifitas. Meski kena angin atau asap saat naik ojek online, menemani anak bermain, pergi ke supermarket, baju dan jilbab yang saya gunakan tetap wangi dan gak perlu semprot-semprot parfum lagi. 

NAIK OJEK ONLINE & BELANJA BULANAN


Daerah rumah saya tuh lagi ada pembangunan LRT, kebayang dong jalanannya super berdebu dan bau asap alat berat, ditambah lagi karena saya belum bisa menyetir jadi kemana-mana mengandalkan taksi atau ojek online. Kalau mau hemat waktu ya naik ojek online tapi resikonya bau asap kendaraan pasti nempel di baju, dengan mencuci baju dan jilbab menggunakan Downy Daring yang mengandung kapsul mikro parfume, baju yang saya kenakan tetap lembut dan wanginya tahan lama. Jadi meskipun ke mall untuk belanja bulanan menggunakan ojek online ya saya tetap percaya diri karena baju dan jilbab yang saya kenakan tetap wangi.

SAAT BERMAIN DENGAN ARSYAD

main kejar-kejaran sama Arsyad, baju dan jilbab tetap wangi berkat Downy Daring

Keesokan harinya saya menemani Arsyad bermain dengan mengenakan jilbab yang sama, karena wangi Downy Daring masih menempel sekaligus bisa irit cucian. Hehehehe

Kebayangkan menemani toddler bermain keringetnya kayak apa? Kejar-kejaran sama Arsyad memang menguras tenaga dan bikin badan berkeringat, sejak menggunakan Downy Daring ini wangi baju dan jilbab yang saya gunakan tetap nempel. Pas lagi capek-capeknya main sama Arsyad jadi ada mood booster tersendiri pas nyium wangi baju. Baju-baju Arsyad-pun bilasan terakhir saya rendam dengan menggunakan Downy Daring ini. Wanginya lembut banget dan lumayan memangkas pengeluaran rumah tangga dengan tidak membeli pelembut pakaian khusus anak.

MENJALANI AKTIFITAS MENCUCI

kaos rumahpun pakai Downy Daring

Aktifitas mencuci dan menyetrika sekarang jadi rutinitas yang saya tunggu-tunggu, karena aroma wangi Downy Daring ini memang benar-benar bikin happy.  

Kalian benar-benar mesti coba deh varian terbaru Downy Daring ini. Sudah wanginya tahan lama, hemat, bisa digunakan di mesin cuci bukaan atas ataupun depan, ohya tersedia kemasan refillnya juga jadi selain hemat praktis pula.
Inilah mengapa saya jatuh hati sama Downy Daring

Untuk harga ukuran 900ml kemasan botol dibandrol dikisaran Rp 35.000 –Rp 40.000 saja, untuk kemasan refill 800ml dikisaran Rp  25.000 – Rp 30.000. Sekarang belanja keperluan rumah tangga seperti membeli Downy Daring ini juga lebih mudah karena sudah tersedia di berbagai situs belanja online.

Saya sudah mencoba Downy Daring secara langsung dan jatuh hati. Sekarang giliran kamu yang menjawab tantangan Downy Daring dan membuktikannya langsung. Yuk Gengs!

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

INDAHNYA UMBUL PONGGOK KLATEN, KAMU WAJIB KESINI!



Libur lebaran kemarin selain mengunjungi kota kelahiran ayah Aik kami sekeluarga juga bersilaturahmi sekaligus berlibur di Klaten. Buat saya Klaten menjadi salah satu kota “pelarian” yang cukup menenangkan. Penduduknya yang ramah, harga jajanan yang super murah, alam yang indah, dan suasana yang menenangkan yang belum pernah saya temui di kota lain. Klaten menjadi tempat yang almarhum papa saya pilih untuk berpulang saat ramadhan tahun lalu. Itulah kenapa Klaten menjadi kota yang menenangkan untuk keluarga kami.

Jarak dari Semarang ke Klaten kami tempuh selama 4 jam. Hari pertama di Klaten kami memilih untuk beristirahat dan menghabiskan malam di Solo baru untuk menikmati sego liwet dan ceker kuah yang super enaaaaak. Hari kedua kami berkunjung ke Candi Prambanan dan Tebing Breksi ( Nanti saya post tersendiri ya ceritanya), hari ketiga kami mengunjungi Umbul Ponggok. Sebenarnya saya sudah lamaaa banget ingin tahu Umbul Ponggok seperti apa, jarak antara rumah kakak saya dengan Umbul Ponggok hanya 15 menit tapi kalau mau kesana ada aja halangannya.


Umbul Ponggok ini sebenarnya sudah ada dari zaman Belanda. Dulu kata kakak ipar saya kalau mau ke Umbul Ponggok tinggal mengayuh sepeda sampai di depan pintu gerbang ia tinggal loncat saja ke dalam air. Tempat ini digadang-gadang menjadi Bunakennya Klaten. Kolam renang alami ini rata-rata kedalaman 1,5m – 2,6m. Dasar dari Umbul Ponggok ini masih sangat alami, ada hamparan pasir, bebatuan, dan berbagai ikan warna-warni sehingga suasanya benar-benar seperti berada di bawah laut. Air di Umbul Ponggok ini gak amis loh, karena mata airnya mengalir terus menerus.

Umbul Ponggok beberapa tahun terakhir jadi wisata hits di Klaten, tempat ini dijadikan salah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi ketika ke Klaten. Ada apa aja sih sebarnya di Umbul Ponggok? Umbul Ponggok kerap dijadikan lokasi latihan diving, prewedding, dan yang favorit adalah tempat berfoto di dalam air dengan berbagai properti. Untuk harga tiket masuk, cukup murah meriah hanya Rp 15.000,-. Kalau kita mau sewa pelampung Rp 7.000, kaca mata renang Rp 13.000, dan kaki katak Rp 7.000. Untuk yang membawa anak-anak gak perlu khawatir karena di area Umbul Ponggok tersedia juga kolam renang khusus anak-anak.


Selain melakukan sesi pemotretan didalam air, kita juga bisa melakukan under water walker dengan perlengkapan yang cukup professional. Fasilitas penyewaan action camera juga disediakan.  Karena saya gak bias berenang jadi saya memilih under water walker. Fasilitas yang didapat 1 pemandu penyelam dan fotografer, perlengkapan menyelam. Awalnya saya takut banget karena yaa saya gak bias berenang, tapi sebelum menyelam saya dapat instruksi yang cukup menenangkan hati. Gak usah khawatir dengan kondisi kita yang tidak bias berenang karena tubuh kita dipasang sabuk pemberat, selain itu helm oksigen yang dipasang mempermudah kita untuk bernafas seperti biasa di alam air. Petugas juga memberitahukan aba-aba yang akan digunakan di dalam air seperti jika mengacungkan jempol itu artinya semua keadaan baik-baik saja, jempol bergoyang keatas tanda kita menyudahi aktifitas menyelam (naik keatas), melambaikan tangan itu artinya sang fotografer sedang mengabadikan momen video kita di dalam air.



video

Biaya untuk under water walker Rp 150.000,- sudah dapat foto, video, perlengkapan menyelam. Lain halnya dengan ayah Aik dia memilih berfoto di dalam air dengan menggunakan property sepeda ontel, karena dia jago banget berenang jadi yaa gak perlu khawatir deh saat sesi foto di dalam air. Biaya untuk foto di dalam air sewa sepeda ontel Rp 30.000,-, sewa kamera Fujifilm xq2 plus fotografer Rp 60.000 untuk 30 menit. Ohya harga ini harga saat libur lebaran yaaa, kalau hari biasa kata kakak saya sih lebih murah sedikit.

Tips berkunjung ke Umbul Ponggok
  1. Datang di pagi hari. Umbul Ponggok ini buka mulai dari jam 6 pagi lho. Suasana pagi masih sepi dan airnya masih jernih, sinar mataharinya juga oke banget, dan bisa dapat spot foto yang bagus.
  2. Titipkan barang di loker yang sudah disediakan. Harga sewa loker mulai dari 3.000. Biar bisa mengeksplore Umbul Ponggok dengan hati yang tenang dan barang-barang bawaan kitapun aman.
  3. Pastikan memori handphone dalam keadaan tidak full, karena selesai sesi foto atau menyelam file fotonya langsung di transfer ke handphone kita.
  4. Jangan lupa sarapan dan pemanasan dulu sebelum menyelam yaa. Airnya dingin, takut nanti masuk angin *nasehat emak-emak :p
  5. Siapkan uang cash karena disini tidak ada system debit.

Saya ketagihan under water walker, kalau mudik ke Klaten pasti mau kesini lagi!
terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

BERJIBAKU DENGAN POST POWER SYNDROME



Saat almarhum papa memasuki masa pensiun, saya lihat dia menjadi sosok yang mulai linglung, tidak percaya diri, dan super sensitive. Kalau saya cuek atau menjawab pertanyaan darinya sedikit agak nyeleneh emosinya jadi tidak stabil , kalau kata anak jaman sekarang gampang bapernya alias bawa perasaan. Setelah saya cari tahu oh ternyata memang sudah jadi rahasia umum, sesorang yang telah memasuki masa pension mengalami post power syndrome.


Post-power syndrome adalah gejala yang terjadi dimana penderita hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (karirnya, kecantikannya, ketampanannya, kecerdasannya, atau hal yang lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. Seperti yang terjadi pada kebanyakan orang pada usia mendekati pensiun. Selalu ingin mengungkapkan betapa begitu bangga akan masa lalunya yang dilaluinya dengan jerih payah yang luar biasa.


Ternyata hal tersebut bisa terjadi sama siapa saja, bukan hanya orang-orang yang akan memasuki masa pensiun atau usia senja saja, tapi juga orang-orang dengan usia produktif seperti saya, lebih tepatnya seorang ibu yang beralih profesi menjadi full time mom. Ya saya mulai membaca diri saya yang akhir-akhir ini jadi merasa kurang percaya diri, sensitive, gampang marah, dan insecure sama sekitar apalagi suami. 

Ketika terbiasa sibuk dengan rutinitas kantoran, mobilitas yang tinggi, lalu  langkah saya harus terhenti karena situasi yang gamang hal inilah yang menyebabkan itu semua. Satu minggu full berada di rumah, mengasuh Arsyad, mengerjakan pekerjaan domestic rumah tangga memang menyenangkan awalnya, namun lama kelamaan rasa percaya diri menurun drastis, saya merasa tidak becus Karena tidak bisa lagi membantu suami untuk menopang perekonomian keluarga, insecure, emosi naik turun menghadapi tingkah polah Arsyad.

 Berbeda 180 derajat ketika kondisi saya masih aktif, sampai di rumah saya bisa all out bermain bersama Arsyad, emosi saya stabil walaupun di jalan berjibaku dengan kemacetan, karena apa?karena saya nyaman dan enjoy menjalaninya. Bukan..bukan karena saya tidak ingin mnejadi full time mom, tapi saya merasa diri saya jauh lebih baik ketika saya aktif di luar. Batin saya, kebahagiaan saya ada di bekerja. Bekerja buat saya bukan hanya membantu suami memenuhi pundi-pundi rupiah kebutuhan keluarga kami saja,buat saya bekerja menjadi me time saya, aktualisasi diri saya. Maka saya bisa lebih “waras” menghadapi segala tetek bengek dunia pengasuhan dan rumah tangga. 

Kalau  habis menulis ini saya dicap kurang beribadah atau kurang iman, silahkan saja. Tapi nyatanya saya tidak sendiri. Banyak diluar sana perempuan-perempuan yang merasakan hal yang sama seperti saya. Dengan bekerja lebih bahagia, anak lebih terurus, anak lebih terperhatikan. Nyatanya saya bisa tumbuh baik dari seorang ibu yang bekerja.

Mama yang mendidik saya untuk menjadi sosok perempuan mandiri, perempuan juga harus punya “power” bukan karena tidak mau tunduk pada suami tapi sebagai antisipasi masa depan karena umur seseorang tidak ada yang tahu. Saya mendapat gelar sarjana juga dari peluh keringat saya sendiri dengan kuliah sambil bekerja. Jadi seperti sudah mendarah daging bahwa dengan bekerja semua akan jauh lebih baik. Walapun pada kenyataanya saya memang menargetkan diri bahwa akan “berhenti” ketika Arsyad memasuki  sekolah dasar. Berhenti karena hati saya sudah siap tidak seperti sekarang.

“Berhenti” dengan syarat saya masih bisa aktif menulis dan nyampah di blog ini tentunya, karena disini “penyelamat” saya, passion saya, dan bonusnya dapat “sampingan” tawaran beberapa job yang bisa dipakai untuk keperluan Arsyad dan saya.

Back to Post power syndrome, saat mengutarakan apa yang saya rasakan ke grup GBUS,  ternyata memang perlu waktu beradaptasi dengan keadaan ini. Sayangnya saya tidak share apa yang saya rasakan ini ke suami, saya takut ia jadi tambah stress mikirin saya, jadi tambah bikin pusing dia. Karena beberapa waktu lalu saya baru cerita sedikit yang ada hanya tekanan dari suami untuk mencari pengganti kesibukan yang baru. Padahal waktu itu yang saya butuhkan hanya rasa empati saja dari dia, pelukan, ciuman, dan transferan *eeeeeh :p. Mungkin waktunya saat itu lagi gak tepat untuk bercerita, akhirnya saya cukup menyimpan rapat-rapat ini semua.

Support system ketika hal ini terjadi memang sangat dibutuhkan menurut saya, memang sih kunci utamanya ada pada diri saya sendiri yang mau menerima keadaan dan berdamai dengan keadaan. Mensyukuri setiap kejadian dan kasih sayang yang Allah berikan.

Saya nulis ini selain buat curhatan saya juga ingin membuka mata semuanya bahwa diluaran sana ada perempuan yang punya pengalaman yang mungkin serupa. Berjibaku dengan proses adaptasi yang sulit. 

Buat teman-teman yang ingin memutuskan resign dari pekerjaan coba pikir berulang kali, apakah memang sudah benar-benar siap baik secara mental ataupun financial? Saya mungkin akan berkata siap ketika memang benar-benar hal tersebut sudah saya siapkan, sayangnya ujian kali ini mendadak. Saya juga gak bias protes sama Allah kan? Yang ada malah kufur nikmat.

Ketika memutuskan untuk resign coba deh kenali potensi diri kita sendiri, passion kita apa untuk aktifitas di rumah. Kalau masak bisa share resep masakan di sosmed, kalau senang menulis bisa nge blog, kalau senang belanja bisa buka online shop atau jasa titip. Intinya sih masih aktif berkegiatan, itu yang saya harapkan sih.

Ngeblog, gabung di komunitas rangkul Keluarga Kita itu jadi salah satu “obat” saya agar bisa tetap aktif dan berperan di tengah masyarakat lewat apa yang saya bagikan dan kerjakan.

Untuk para suami, ketika istri mulai memutuskan untuk resign atau berhenti karena satu dan lain hal. Gandeng tangannya, rangkul dia, karena masa transisi ini begitu berat, emosi kadang naik turun, tumbuhkan kembali rasa percaya dirinya. 

Karena ibu yang bahagia akan menumbuhkan anak yang bahagia itu benar adanya.

*lanjut di postingan  selanjutnya yaaa..

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

TENTANG MENYAPIH ARSYAD

Ketika Arsyad akan memasuki usia dua tahun, saya sempat galau mana dulu yang akan saya lewati fase milestonenya, apakah menyapih atau toilet training. Jujur sih saya sudah memasuki fase bosen nenenin, pengen pake bra biasa lagi (aku bosyaan pakai bra nenek-nenek), dan tidur tanpa nenenin tapi disatu sisi juga pengen banget lihat pospak sudah tidak ada dalam daftar  belanja bulanan saya. Setelah pertimbangan yang cukup matang saya pilih proses menyapih dulu  saja deh, toilet training rasanya saya belum sanggup harus ngepel pipisnya tiap hari ;P. 

Gak terasa Mei kemarin Arsyad genap dua tahun dan dia telah berhasil melewati proses menyapih. Saya sujud syukur banget karena drama yang saya lewati tidak begitu sulit untuk menyapih dirinya, saya juga tidak perlu membohonginya dengan mengoleskan putting dengan jamu pahit.
Berbeda dengan masa proses awal menyusui yang penuh drama kumbara sampai saya  baby blues. Saya mulai mengafirmasi dirinya sejak usia 1,5 tahun. Kata-kata yang sering saya bilang adalah
“nanti kalau sudah 2 tahun, Arsyad tidak nenen lagi yaa karena sudah besar”

“nenen punya adik bayi, kalau Arsyad kan sudah besar sudah bias jadi kakak (padahal emaknya belum mau hamil lagi :p)

“kalau sudah tiup lilin ulang tahun berarti sudah jadi kakak boy bukan baby boy lagi, kakak boy tidak nenen lagi”

Entah sih apa yang saya terapkan ini masuk dalam kategori weaning with love atau bukan tapi saya coba jalanin aja. Eyangnya malah sering banget ngeledekin dia “maluuu sudah besar nenen” dan coba komunikasi ke saya agar jam nenennya dikurangi. Saya coba sih ketika masuk di usia 20 bulan mengurangi frekuensi nenennya secara bertahap. Biasanya kalau saya pulang kantor pasti fokusnya langsung ke nenen. Jadi ya mainnya di kasur sambil nenen - -“.

Pas mau tidur saya coba ajak cerita-cerita kegiatan dia apa saja dihari itu, tapi ya tetep sih ujung-ujungnya minta nenen. Sebenarnya PR terbesar saya ada ketika kami berpergian. Di mobil sepanjang perjalanan pasti Arsyad gak lepas dari nenen sama sekali, akhirnya saya coba paksa untuk menguranginya dengan ngajak dia memperhatikan sekitar jalanan yang ia lewati. Beruntung jalan tol Bekasi - Jakarta sedang ada pembangunanan proyek LRT jadi banyak alat berat dan itu jadi salah satu pemicu dia mau lepas dari nenen ketika berpergian. Saya selalu bilang ke Arsyad “lebih asyik lihat pemandangan loh, tuh lihat ada truk besar, mobilnya di jalan banyak, ada beko. Kalau nenen jadi gak bisa lihat pemandangan deh.”

Ngobrol juga sama suami kalau saya sudah mau menyapih Arsyad dan minta bantuan dia kalau malam untuk tandem ngelonin Arsyad, dia sih setuju-setuju aja. Lah kok dilalah saya sakit dan diopname kurang lebih seminggu karena tifus dan abses tenggorokan. Saya gak bisa nelen apa-apa karena radang yang cukup parah, dokter kasih antibiotic via injeksi dan infusan. Saya mikir lagi kayaknya ini momen yang pas buat benar-benar melepas Arsyad dari nenennya. Toh dia ga akan tidur sama saya selama saya di RS. Selama  saya diopname Arsyad tidur bersama eyangnya, saya suka Tanya gimana tiap malamnya, rewel atau nggak. Kata mama saya memang agak sedikit rewel tapi wajar nanti lama-lama terbiasa. Ketika hari ketiga di RS, Arsyad datang jenguk saya, duuuh kangennya setengah mati. Saya coba tawarin nenen ke dia. “Arsyad kangen bunda?mau nenen nggak?” jawabannya bikin patah hati dan sedih “ngga bun, nenen lagi sakit,cian” .

Ini kok ibunya jadi galau sekarang, padahal anaknya udah coba mulai belajar lepas dari nenen. Katanya bosen nenenin, tapi anaknya nolak nenen malah galau - - “

Pas saya pulang kerumah juga responnya sama, saya tawari nenen jawabannya “ngga bun,nenen baru sembuh” sampai seminggu saya di rumah blass tiap malam sudah gak nenen lagi. 

Tapi ada babak drama baru, perlu waktu sekitar satu jam-an di kasur untuk Arsyad mencari kenyamanan baru sebagai pengganti nenen ketika dia mau tidur, saya coba dengan bercerita sampai kadang saya yang ketiduran tapi Arsyadnya masih ON, malah kadang dusel-dusel mau mentil tapi ini big no-no sih saya gak pernah kasih, takut jadi kebiasaan. Alhasil obatnya adalah dia tidur dengan diusap-usap sambil meluk guling atau kadang sambil elus-elus pipi saya.

Alhamdulillah sekarang blass tidurnya gak pake acara  bangun tengah malam rewel minta nenen, bundanya berjaya bisa tidur dengan pulas sampai subuh.

Happy sekaligus mellow sih, kadang kangen nenenin dia kadang bosen nenenin dia. HAHAHAHAHA ibu macam apa saya ini!! Menyapih aja bikin mellow ya apalagi nanti lihat anak nikah, woooy jauh amat mikirnya!

Jadi intinya mau pake metode apapun kesiapan dari ibu itu KOENTJI sesungguhnya, kalau ibu belum siap ya anak akan tidak siap juga untuk lepas dari nenennya.

Dan saya masuk babak baru TOILET TRAINING, sungguh aku belum siyaaap! :(((((

 terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

#RESEPMUDAHMERIAH TANPA OVEN DARI BLUE BAND CAKE & COOKIE


Sudah memasuki puasa hari keempat.  Sempat ada perasaan sedih ketika mengingat bahwa ini adalah ramadhan kedua tanpa kehadiran papa saya. Biasanya beliau yang paling semangat menyambut ramadhan, terutama soal makanan khas tradisi keluarga kami. Saya dan mama biasanya sudah mulai mencicil untuk membuat kue lebaran, seperti nastar, kastengel, putri salju, dan sagu keju.

Sayangnya tahun ini saya agak kebingungan karena oven tangkring alias otang saya kacanya pecah, alhasil jadi tidak berfungsi maksimal  si otang. Pasrah sih tahun ini kayaknya mau beli kue aja, beruntung sabtu lalu saya mendapat undangan dari The Urban Mama dan Blue Band untuk mengikuti Talk Show dan Workshop Baking Tanpa Oven, bertempat di Lucy In The Sky SCBD. Awal mendapat undangan ini saya bingung sekaligus excited, serius nih bisa baking tanpa oven?

Saya hadir tepat  pukul 10  pagi, masih sepi dan jadi leluasa untuk berfoto-foto. Saya jadi makin semangat karena dekorasinya cantik banget dan gak sabar menunggu acara ini dimulai. Hadir dalam acara tersebut mas Nando Kusmanto, Brand Manager Blue Band, Chef Ayu Anjani, Ayudia, Alodita, Fifi Alvianto, Tara Amelz, Cynthia, dan Tynakanna Mirdad.


Dalam acara tersebut, Ayudia berbagi pengalamannya seputar tradisi keluarganya dalam menyambut ramadhan dan momen lebaran. Saya baru tahu ternyata Ayu sudah akrab dengan dunia baking karena ibunya punya usaha kue kering. Buat Ayu membuat kue Lebaran adalah momen yang paling ditunggu-tunggu, momen baking bisa jadi family time terrsendiri untuk Ayu, Dito, dan Sekala anaknya. Namun ada beberapa hal yang menjadi tantangan atau kendala buat Ayu seperti peralatan baking yang belum komplit dan bingung cari resep yang pas.

Kendala yang Ayu hadapi gak beda jauh sama yang saya hadapi atau ibu-ibu lain juga merasakan hal yang sama? Tenaaang Blue Band kasih solusi dengan memperkenalkan 10 resep kue khas Lebaran tanpa menggunakan oven. Chef Ayu Anjani memberikan tips dan trik bagaimana baking tanpa oven, ternyata dengan menggunakan kukusan atau teflon kita bisa membuat nastar, katengel, choco chips.

Setelah talkshow tersebut, ternyata ada lomba membuat kue tanpa oven dan menghias toples. Para peserta dibagi menjadi 6 kelompok dan ditantang untuk membuat kue yang sudah ditentukan, saya masuk kedalam kelompok Ayudia dan ditantang untuk membuat nastar keju. Kelompok 6  ini sangat kompak, kami berbagi tugas. Ada yang fokus di mencetak nastar, ada yang  fokus untuk memanaskan kukusan. Ohya saya mau berbagi tips dari acara kemarin, ketika menggunakan kukusan, beri sedikit airagar kukusan tidak cepat gosong dan yang paling penting gunakan api yang kecil. Ternyata nastar buatan kami juara ke-2 lho! Yeeeaaay!!!

Inspirasi 10 resep kue khas Lebaran tanpa oven dari Blue Band ini merupakan salah satu bentuk komitmen Blue Band untuk membuat momen baking para ibu dalam menciptakan kreasi kue khas Lebaran bagi keluarga menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Ohya gunakan produk Blue Band Cake & Cookie ya untuk membuat kue, karena perpaduan butter dan margarinnya sudah pas banget, jadi kue buatan kami kemarin teksturnya lebih renyah, lembut, aroma butternya wangi sekali.

Mau lihat #resepmudahmeriah ‘NO-OVEN BAKING’ ? Langsung kunjungi website resmi Blue Band di www.blueband.co.id/dapurnooven

Terima kasih The Urban Mama dan Blue Band!

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

VEGIE FRUIT PREMIUM, MINUMAN PILIHAN UNTUK SI PICKY EATER


Bicara tentang kesehatan keluarga, sudah menjadi tugas utama bagi ibu untuk memastikan asupan makanan, minuman yang bergizi bagi keluarganya. Buah dan sayur merupakan sumber serat yang kaya akan manfaat salah satunya meningkatkan imun tubuh. Saya punya pekerjaan rumah yang cukup berat saat menikah dengan suami saya, ternyata dia tipe picky eater kalau soal makan. Yang namanya sama sayur atau buah pilih-pilih banget.  Ketika saya tanya kenapa ya jawabannya dia ada rasa trauma ketika menyantap beberapa sayur dan buah, apalagi ketika bertemu dengan bawang goreng. Setelah kami flashback ke belakang memang ada beberapa faktor yang menyebabkan suami saya menjadi picky eater, seperti feeding style, pernah dicekoki, dan suasana makan yang kurang menyenangkan. 

Pola makan anak sebenarnya tergantung juga dari kebiasaan orangtua. Suami saya suka sekali dengan olahan daging kambing karena mertua saya paling jago memasak olahan daging kambing mulai dari nasi kebuli, gulai kambing, dan sate. Sedangkan saya terbiasa untuk memakan masakan rumah yang tidak pernah lepas dari sayur, bahkan ketika membuat mie instanpun pasti harus ada sayurnya. Dari situ saya jadi sadar dan bertekad kalau Arsyad jangan sampai picky eater seperti ayahnya, maka dari kecil saya biasakan memakan segala jenis sayur dan buah. Ketika awal mula MPASI sudah saya kenalkan dengan sayur dan buah, namun sekarang ketika Arsyad menginjak usia 2 tahun dia mulai memilih makanan. Dia jadi agak susah ketika saya berikan alpukat, wortel, brokoli, dan buncis. 

Nah kalau sudah seperti itu saya punya trik tersendiri untuk menghindari dia menjadi picky eater, caranya :
  1. Trik sayuran “ngumpet”
Kalau ada beberapa sayuran yang mulai ia tolak biasanya saya kombinasikan dengan makanan yang ia suka. Misalnya membuat mashed potato dengan serutan brokoli, bakwan bayam wortel, dan buncis goring tepung.
  1. Tidak pelit bumbu
Lidah anak seusia Arsyad sudah mulai sensitive dan mulai memilih mana makanan yang ia suka atau tidak. Jadi saya siasati dengan menambahkan bumbu kaldu organik non msg yang banyak dijual di pasaran sekarang.
  1. Selalu mengusahakan makan bersama
Trik makan bersama ini lumayan ampuh untuk Arsyad. Dia jadi semangat dan lahap menyantap makanan sayur dan buah. Meskipun waktunya sulit, tetap harus selalu diusahakan.
  1. Tidak memaksa
Ketika dia mulai melepeh makanan atau menolak, saya percaya itu tandanya dia sudah kenyang. Saya tidak pernah memaksakannya, buat saya waktu makan 30 menit sudah lebih dari cukup. Kalau dia menolak gunakan “i – message” apresiasi atas usahanya karena sudah mencoba makanan yang saya masak. “Bunda senang sekali kalau Arsyad sudah makan masakan bunda, terima kasih ya”. Saya tidak mau memaksa karena takut sekali dia akan punya trauma yang sama seperti ayahnya dan menjadi picky eater.
Saya yakin perlahan-lahan bisa membentuk pribadi Arsyad agar tidak picky eater, kuncinya adalah konsisten. Kalau untuk suami saya sendiri agak susah nih, karena menggunakan teknik sayur “ngumpet” sudah tidak  bisa saya terapkan padanya. Hal paling simpel sih saya buatkan dia jus, tapi itu juga agak sedikit memaksa agar ia meminumnya. 

Sabtu, 6 Mei 2017 lalu saya hadir di event Ngobrol sehat “Ibu Cerdas, Pastikan Asupan Sayur dan Buah Terpenuhi untuk Keluarga” yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk. Dalam acara tersebut saya jadi tahu memang kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah masih minim. Terbukti dari hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2010) sebanyak 93,5% penduduk Indonesia tidak cukup mengkonsumsi sayur dan buah.


Dengan diadakannya acara ini diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan program Kementrian Kesehatan yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Hal tersebut ditegaskan oleh mba Adelia Pramasita selaku Brand Manager Juice Category PT Kalbe Farma Tbk, “diskusi kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Kalbe untuk meningkatkan kesehatan keluarga Indonesia yang lebih baik.”


Dari program pemerintah sendiri melalui Kementrian Kesehatan ingin menerapkan pola pandangan sehat melalui dua upaya, yaitu pendekatan keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Bapak Sakri Sab’atmaja, SKM,Msi selaku Kasubdit Advokasi dan Kemitraan Kementrian Kesehatan RI menjelaskan “Tahun ini, GERMAS mempunyai fokus pada tiga aktifitas utama, yaitu memeriksa kesehatan secara rutin, melakukan aktifitas fisik, dan mengkonsumsi sayur dan buah.”

Wah program GERMAS ini sejalan dengan apa yang sudah saya terapkan di rumah, tapi ya saya masih perlu “berjuang keras” agar suami rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Saya ingin menikmati hari tua bersama dia dan terhindar dari berbagai penyakit degenerative karena kami keturunan diabetes dan darah tinggi.

Jadi idealnya mengkonsumsi sayur dan buah dalam sehari itu minimal 4-5 porsi untuk mencukupi rekomendasi serat dalam sehari yaitu 10 – 13 gram per hari kata dr.Rida Noor SP GK. Nah yang menjadi tantangan saya ada pada suami. Saya agak kewalahan kalau setiap hari harus membuatkannya jus di pagi hari atau saat ia pulang bekerja. Ternyata selain ngobrol sehat, mba Adelia juga memperkenalkan produk baru dari Kalbe, yaitu Vegie Fruit Premium dengan varian Carrot Squeeze dengan komposisi wortel, nanas,dan jeruk.


Apa sih sebenarnya Vegie  Fruit Premium ini? 

Vegie Fruit Premium adalah jus sari sayur dan sari buah dengan kualitas premium, diproses dengan teknologi UHT ( Ultra High Temperature) yang menjamin nutrisi dan kesegaran produyk tetap terjaga meski tidak menggunakan bahan pengawet.





Saat event ngobrol sehat kemarin beruntung suami ikut mengantar saya sampai ke lantai Ciputra Medical Centre bersama Arsyad dan ia diberikan Vegie Fruit Premium saat mengantarkan saya kemeja registrasi. Selesai acara saya tanyakan ke dia  bagaimana  rasanya? Jawabannya adalah “ENAK bun gak langu.” Iya biasanya saya bikin jus wortel memang agak langu  berbeda dengan si   Vegie  Fruit Premium ini. Tentunya sebagai ibu dan istri gak hanya memperhatikan itu saja, tapi lebih ke kandungan apa saja yang terdapat dalam produk ini. Ternyata Vegie Fruit Premium ini sumber vitamin A, kaya akan vitamin C, tanpa bahan pengawet, tanpa pewarna buatan, tanpa pemanis buatan, dan tinggi serat. Dilihat dari kemasannya yang berukuran 300ml sangat ekonomis dan praktis untuk dibawa saat berpergian. Vegie Fruit Premium ini dapat dikonsumsi mulai dari anak-anak sampai dewasa.


Buat saya Vegie Fruit Premium ini bisa menjadi  pilihan untuk suami saya yang picky eater yang ingin hidup #enaktapisehat. Kalau lagi tidak sempat menyiapkan bekal minumannya, tinggal selipin aja #vegiefruitpremium di tas bekalnya. Nah pas banget nih jelang  momen  lebaran dengan penuh makanan   yang  bersantan untuk nyetok Vegie Fruit Premium ini di rumah,harganya cukup terjangkau Rp 8.900/botol dan dapat diperoleh di supermarket sekitar kita. Ohya untuk pencinta apel kabarnya bakal keluar varian baru Tomato Punch perpaduan sari tomat dan apel. Duh, kebayang segernya kayak apa yaa.. #itsdelEASYousveggie!

Website : www.vegiefruit.com
Instagram : @vegiefruitid
Facebook : Vegie Fruit
Twitter : @VegieFruitID


terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

WASPADA BERAT KURANG PADA ANAK



Sebagai seorang ibu baru, perkembangan berat badan Arsyad terkadang menjadi kegalauan terbesar saya. Maklum saat Arsyad belum genap dua bulan kenaikan berat badannya tidak signifikan karena tongue tie dan saya terserang mastitis. Saya juga sempat mendapatkan komentar yang kurang menyenangkan, sempat ada yang bilang anak tongue tie gagal tumbuh. Hal tersebut benar-benar bikin saya down.
Dari kejadian tersebut membawa saya untuk lebih memperhatikan lagi masalah tumbuh kembang Arsyad. Mulai dari ukuran lingkar kepala, tinggi badan, berat badan, perkembangan sensorik-motoriknya perlu dipastikan sesuai dengan tahapan perkembangan umurnya. Umumnya para ibu bermasalah dengan berat badan anak, biasanya memang selepas ASI dan memasuki masa MPASI berat badan anak naik-turun bak rollercoaster. Saat Arsyad menginjak usia 10 bulan sempat berat badannya tidak naik karena ia melancarkan serangan GTM alias gerakan tutup mulut. Sebagai ibu ya harus pintar-pintar agar asupan gizinya tidak terhenti saat anak GTM. Saya siasati dengan membuat popsicle buah dan sayur salah satunya. Saya terus memantau chart perkembangan berat badannya di KMS (Kartu Menuju Sehat) karena hal yang saya takutkan adalah berat badan Arsyad kurang, tidak sesuai dengan perkembangan umurnya.

Berat badan kurang (underweight) menjadi masalah utama di negara kita. Saya sedih banget kalau ada pemberitaan di media tentang anak-anak yang kena malnutrisi dan ternyata tingkat prevalensi underweight masyarakat Indonesia cenderung naik dari 18,4% di tahun 2007 menjadi 19,6% di 2013. Sudah sepatutnya permasalahan berat badan kurang menjadi perhatian lebih bagi para orangtua.

Kenapa orangtua harus waspada? Ya karena beresiko mengalami masalah tumbuh kembang baik perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga organ metabolik yang berdampak bagi masa depan si kecil. Kenali faktor yang menyebabkan tumbuh kembang si kecil terhambat seperti asupan nutrisi, aktivitas fisik, gangguan metabolik, pengaruh genetik harus kita perhatikan.


Berangkat dari permasalahan diatas, saya senang banget ternyata Nutricia sarihusada sedang menggerakkan kampanye edukatif  #waspadaberatkurang yang bertujuan untuk mengajak para ibu agar lebih memahami masalah berat badan kurang yang dapat terjadi pada si kecil, dampaknya bagi masa depan si kecil sehingga para orang tua khususnya ibu lebih termotivasi untuk memantau pertumbuhan si kecil secara teratur. Acara tersebut berlangsung di D’LAB by SMDV pada tanggal 3 Mei 2017 lalu.



Dalam acara tersebut saya jadi tahu bahwa banyak faktor yang mempengaruhi berat badan kurang pada anak termasuk feeding style. Dr. Yoga Devaera Sp.A(K)menerangkan bahwa pola makan seperti menu yang tidak variatif, frekuensi makan, feeding style cenderung menjadi faktor dominan pada masalah tersebut. Hal yang penting untuk dilakukan ketika mengalami masalah berat badan kurang adalah dengan menambah asupan kalorinya, ibu juga bisa memberikan makanan atau minuman dari sumber protein hewani dan lemak, seperti telur, keju, ayam, daging, dan susu.

Pentingnya Pemantauan Berat Badan Anak Sejak Dini


Dalam acara ini saya kembali diingatkan untuk selalu melakukan pemantauan berat badan anak. Lepas 2 tahun dan sudah tidak melakukan imunisasi jarang banget saya nimbang berat badan Arsyad, pokoknya ya nimbang kalau ke rumah sakit. Padahal ya tiap bulan harusnya dikontrol berat badannya. Alhamdulillah sekarang kami tinggal dekat posyandu yang aktif banget tiap bulannya. Kader-kader posyandunya juga sering memberikan penyuluhan. Penting banget nih untuk tahu fasilitas umum termasuk keberadaan posyandu, puskesmas, klinik ibu dan anak disekitar tempat tinggal kita. Jadi kita dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan seperti pengukuran berat maupun tinggi badan anak.

Pemantauan berat badan anak ini penting dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal sesuai tahapan perkembangannya. Mengingat bahwa gangguan tumbuh kembang yang muncul karena berat badan kurang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak dan mengancam masa depannya.

Peluncuran Microsite www.cekberatanak.id


Kampanye edukatif #waspadaberatkurang Nutricia Sarihusada ini didukung dengan peluncuran microsite www.cekberatanak.id , melalui website ini diharapkan para ibu dapat  dengan mudah melakukan pematauan terhadap berat badan anak. Hal tersebut ditegaskan oleh pernyataan mba Anggi Morika selaku Growth Care Manager Sarihusada “tidak hanya melalui edukasi dan dukungan untuk saling menginspirasi, namun kami juga membantu ibu dalam memantau berat badan optimal si kecil dengan mudah. Melalui www.cekberatanakid , para ibu kini memiliki sarana untuk memantau pertumbuhan si kecil dan selanjutnya dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.”

Saya sudah coba mengakses website tersebut dan caranya sangat mudah sekali. Berikut cara untuk mengecek berat badan anak melalui website www.cekberatanak.id

  1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan      anak, lalu catat hasilnya.
  2. Buka website www.cekberatanak.id melalui browser laptop, tablet, ataupun handphone.
  3. Isi data nama anak, usia, berat badan, tinggi      badan anak.
  4. Setelah itu submit data dan keluar info mengenai grafik pertumbuhan si kecil.
  5. Cetak hasilnya dan bawa saat konsultasi dengan tenaga kesehatan jika terlihat tanda-tanda mencurigakan dengan pertumbuhan si kecil (misalnya grafiknya turun drastis ataupun naik-turun)
Grafik pertumbuhan Arsyad

Grafik pertumbuhan Arsyad

Jadi pastikan untuk terus memantau berat badan anak secara teratur, perhatikan asupan nutrisi harian anak, dan #waspadaberatkurang.

terima kasih yaa sudah mampir di blog saya!

Post Signature

Post Signature